Sistem kekebalan tubuh ayam atau sering disebut sistem imun merupakan kemampuan untuk menahan infeksi serta meniadakan kerja racun dan faktor penyebab penyakit seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit. Untuk perkembangan sistem kekebalan ayam yang optimal, perlu didukung dengan tatalaksana peternakan, kecukupan nutrisi, dan program vaksinasi yang baik. Jadwal vaksinasi harus dilakukan secara memadai dan ketat agar kekebalan yang ditimbulkan dapat melindungi ayam dari serangan penyakit. Keberhasilan vaksinasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu tata laksana vaksinasi, program vaksinasi yang diterapkan, kondisi kesehatan ayam, serta penerapan tata laksana pemeliharaan dan biosekuriti. Jika faktor-faktor tersebut sudah dilaksanakan dengan baik dan ayam masih terserang penyakit, salah satu kemungkinan penyebab yang sering terjadi di lapangan adalah karena adanya kondisi imunosupresi.

 

Imunosupresi

Sebelum membahas lebih lanjut tentang imunosupresi, alangkah baiknya jika kita mengetahui lebih dahulu tentang pengertian kasus imunosupresif, kondisi imunosupresi, dan imunosupresan. Kasus imunosupresif merupakan kasus yang memiliki sifat menekan respon pembentukan zat kebal (antibodi). Ayam yang terkena kasus imunosupresif akan mengalami kondisi imunosupresi. Segala sesuatu atau faktor-faktor yang menyebabkan kasus imunosupresif ini disebut dengan imunosupresan.

Ayam yang terserang imunosupresi akan mengalami penurunan respon terhadap vaksinasi. Kemampuan menghasilkan antibodi turun, reaksi post-vaksinasi meningkat dan kemampuan tubuh menahan mikroorganisme menurun. Hal ini berakibat kekebalan tubuh ayam rendah sehingga ayam mudah sakit. Imunosupresi juga menyebabkan penurunan respon terhadap bibit penyakit, seperti meningkatnya angka kesakitan dan kematian serta kasus penyakit yang terjadi akan lebih kompleks dan sangat variatif. Selain itu, imunosupresi juga akan menyebabkan penurunan respon terhadap kerja antibiotik. Meskipun pemilihan antibiotik sudah tepat dan telah diberikan sesuai prosedur namun hasilnya terjadi kegagalan penggunaan antibiotik baik untuk cleaning program/program antisipasi maupun pengobatan.

 

Faktor Penyebab Imunosupresi

Beberapa faktor penyebab imunosupresi antara lain:

  • Serangan penyakit (infeksius)

  • Gumboro

Target utama virus Gumboro ini adalah bursa Fabricius yang bertugas memproduksi sel limfosit B (sel pembentuk antibodi). Hal ini menyebabkan pembentukan antibodi akan terhenti dan menyebabkan jumlah antibodi yang dihasilkan berkurang, sehingga terjadi penurunan respon pembentukan antibodi terhadap program vaksinasi.

  • Marek’s

Virus marek’s menyebabkan pengecilan bursa Fabricius dan thymus serta pembengkakan limpa yang merupakan pabrik sel-sel limfosit B dan limfosit T (sel pembentuk kekebalan diperantarai sel). Kasus serangan marek’s yang berat bisa menyebabkan degenerasi sumsum tulang belakang yang merupakan tempat awal pembentukan sel bakal bagi sel limfosit.

  • Avian leukosis

Avian leukosis menyebabkan bursa Fabricius dan limpa mengecil (atropi). Kerusakan kedua organ limfoid tersebut akan menyebabkan respon kekebalan humoral (membentuk antibodi) menjadi terganggu.

  • Chicken anemia virus (CAV)

    Chicken anemia tidak secara spesifik merusak sel limfosit, tetapi mengakibatkan pengecilan atau kisutnya sumsum tulang dan organ limfoid. Kondisi ini menyebabkan pembentukan sel yang berperan dalam kekebalan tubuh terganggu.

  • Koksidiosis

    Koksidiosis atau yang lebih dikenal dengan sebutan berak darah disebabkan oleh parasit Eimeria sp. Infeksi penyakit ini menyebabkan kerusakan selaput lendir usus. Kerusakan tersebut menyebabkan proses pencernaan dan penyerapan zat nutrisi tidak optimal sehingga pembentukan antibodi terganggu. Organ kekebalan lokal yang berada di usus mengalami kerusakan dan mengakibatkan ayam lebih rentan terinfeksi penyakit lainnya.

  • Non penyakit (Non-infeksius)

  • Stres

Faktor penyebab stres yang berlebihan pada ayam akan merangsang hipotalamus pada otak besar untuk memerintahkan kelenjar pituitari (pada otak kecil) memproduksi hormon adenokortikotropik yang memicu tingginya produksi hormon kortikosteron dalam darah. Hormon kortikosteron yang meningkat akan mengganggu kerja thymus, bursa Fabrisius, dan limpa, sehingga jumlah limfosit dan antibodi menurun. Dampaknya, ayam akan mudah terserang penyakit dan respon terhadap vaksinasi rendah.

  • Kekurangan nutrisi

Protein dan asam amino terlibat langsung dalam perkembangan organ limfoid dan aktivitas kerja organ limfoid. Vitamin C yang berfungsi mengurangi stres, mempercepat penyembuhan penyakit, serta berperan penting dalam pembentukan sel-sel darah putih. Dan vitamin A memiliki keterlibatan langsung dalam fungsi antibodi. Jika berbagai nutrisi tersebut tidak terpenuhi kebutuhannya, maka antibodi dalam tubuh akan semakin berkurang dan respon terhadap serangan penyakit akan menurun.

  • Manajemen buruk

    Kadar amonia yang tinggi mampu mengiritasi silia organ pernapasan sehingga kuman patogen seperti Mycoplasma akan berhasil masuk dan menginfeksi saluran pernapasan ayam. Kadar amonia yang tinggi dalam darah dapat menyebabkan gangguan pada sel-sel imun dan menyebabkan kondisi imunosupresi.

  • Mikotoksikosis

Aflatoksin dapat menyebabkan atropi (pengecilan) bursa Fabricius, limpa ataupun thymus. Selain itu, aflatoksin juga bisa merusak sel-sel limfosit B, makrofag, dan mengakibatkan Lazy Leucosite Syndrome (sel-sel limfosit tidak memberikan respon kekebalan secara optimal). Ochratoksin menyebabkan pengecilan thymus, menghambat fagositosis oleh makrofag, dan menyebabkan penipisan sel limfosit T dan limfosit B. Fumonisin mengakibatkan pengecilan organ limfoid dan kerusakan makrofag. Sedangkan kerusakan oleh T-2 toksin yaitu kematian jaringan limfoid dan sumsum tulang belakang.

 

Meminimalkan Imunosupresi

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meminimalkan imunosupresi antara lain:

  • Menerapkan konsep biosecurity secara ketat dan tepat (desinfeksi dan sanitasi kandang dan peralatannya)

  • Menerapkan tata laksana pemeliharaan yang baik (kenyamanan, kepadatan, suhu, kelembaban, serta jumlah tempat ransum dan minum)

  • Melakukan vaksinasi sesuai dengan kasus yang menyerang (umur, jenis vaksin, dosis, dan rute aplikasinya)

  • Memberikan ransum dan air minum yang berkualitas (tidak berjamur, uji kualitas ransum secara teratur, desinfeksi air minum, dan menambahkan feed supplement)

  • Pemberian multivitamin untuk mencegah stres dan meningkatkan stamina tubuh ayam

  • Untuk kasus Gumboro, berikan air gula 2-5% untuk meningkatkan stamina tubuh ayam

  • Mencegah infeksi sekunder oleh bakteri dengan memberikan antibiotik tunggal maupun kombinasi

  • Tambahkan toxin binder (Freetox) pada pakan untuk mengikat mikotoksin yang sudah terbentuk agar tidak diserap tubuh dan keluar bersama feses

 

Penggunaan Imunomodulator

Imunomodulator adalah bahan alami atau buatan yang dapat meningkatkan fungsi sistem kekebalan. Imunomodulator digunakan untuk memelihara dan meningkatkan kekebalan tubuh serta memperbaiki sistem kekebalan tubuh yang menurun pada ayam. Produk Medion yang berperan sebagai imunomodulator adalah IMUSTIM yang merupakan produk esktrak herbal.

 

Kegunaan Imunomodulator

  • Menstimulasi sistem imun

    Meningkatkan aktivitas perlawanan terhadap mikroorganisme asing dan aktivitas pembentukan antibodi

  • Meningkatkan nafsu makan

    Meningkatkan proses pencernaan dan penyerapan nutrisi ransum, sehingga saluran pencernaan ayam lebih cepat kosong dan nafsu makan meningkat

  • Membantu pemulihan kesehatan

    Bekerja sebagai antiradang, pereda nyeri, dan pereda demam yang dapat mempercepat proses penyembuhan penyakit.

 

Syarat Imunomodulator yang Baik

  • Dapat menstimulasi pembentukan titer antibodi

  • Tidak mempengaruhi nafsu makan ayam

  • Mudah diaplikasikan (secara oral dan dapat diberikan secara masal)

  • Aman

  • Tidak ada residu

  • Tidak menyebabkan penyumbatan pada tempat minum otomatis

 


Info Medion Edisi Mei 2016

Jika Anda akan mengutip artikel ini, harap mencantumkan artikel bersumber dari Info Medion Online (http://info.medion.co.id).

 

Imunosupresi Ditekan, Kekebalan Optimal
Subscribe To Our Newsletter
No Thanks
Thanks for signing up. You must confirm your email address before we can send you. Please check your email and follow the instructions.
We respect your privacy. Your information is safe and will never be shared.
Don't miss out. Subscribe today.
×
×
WordPress Popup Plugin