Bapak Sofyan Adi

Probolinggo – Jawa Timur

Saya memilki peternakan ayam Joper. Saya sering menemukan ayam yang mematuk bulunya hingga berdarah setelah pindah kandang starter ke kandang grower. Kondisi tersebut akhirnya memicu ayam lain menjadi kanibal. Pertanyannya, apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi dan bagaimana cara mengatasinya?

Jawab:

Yth. Bapak Sofyan, terima kasih atas pertanyaannya. Kemungkinan utama penyebab ayam mematuk bulu adalah karena stres. Stres tersebut bisa diakibatkan karena pindah kandang sehingga kondisi tubuh dan nafsu makan menurun.

Selain karena stres pindah kandang, mematuk bulu atau kanibal juga bisa diakibatkan oleh beberapa hal sebagai berikut:

  1. Lingkungan dan kepadatan kandang Ketika pindah kandang, ayam akan beradaptasi kembali dengan lingkungan kandang yang baru. Kandang yang panas akan mengakibatkan ayam menjadi stres panas (heat stress). Panas tersebut diakibatkan oleh suhu dan sirkulasi udara yang buruk. Selain itu juga dipengaruhi oleh kepadatan kandang yang tinggi. Jika stres panas, ayam akan mematuk bulu bahkan menjadi kanibal karena ayam berusaha melepaskan panas tubuh dengan mencari tempat yang nyaman.
  2. Kekurangan struktur kasar dalam pakan Ayam grower sebaiknya jangan diberikan pakan dengan struktur tepung. Hal tersebut dikarenakan ayam dimasa grower membutuhkan pakan dengan struktur kasar untuk menstimulir organ pencernaan bekerja dengan optimal terutama tembolok dan gizzard. Jika ayam kekurangan struktur kasar dalam pakan, maka ayam akan cenderung mematuk bulunya.
  3. Kekurangan nutrisi Kurangnya tempat pakan atau jumlah pakan akan menyebabkan ayam kekurangan nutrisi. Nutrien yang mempengaruhi perilaku kanibalisme selain kekurangan serat kasar ialah kekurangan garam (NaCl). Selain itu, pemberian pakan yang tidak teratur juga dapat memicu ayam memiliki sifat kanibalisme dengan mematuk bulunya sendiri.
  4. Ektoparasit Adanya ektoparasit di luar tubuh ayam seperti tungau, caplak, dan kutu akan mengakibatkan ayam merasa gatal dan mematuk bulu di tubuhnya sampai berdarah. Hal ini dapat memicu ayam lain di kandang menjadi kanibalisme.
  5. Keseragaman ayam Ayam dengan umur atau bobot yang tidak seragam dalam satu kandang akan mengakibatkan persaingan konsumsi pakan yang tinggi sehingga ayam dengan bobot besar akan lebih banyak makan daripada yang kecil. Ayam yang kecil inilah yang akhirnya akan kekurangan nutrisi dan dapat menimbulkan perilaku mematuk bulu sendiri bahkan kanibalisme terhadap ayam yang lain. Selain itu, umur yang tidak seragam dalam kandang akan mengakibatkan ayam yang lebih tua cenderung menyerang ayam yang muda. Hal ini bisa berakibat fatal jika terjadi luka berdarah karena akan memancing ayam lain untuk menyerang.

Sebelum mengatasi perilaku mematuk bulu dan kanibalisme pada ayam Joper, sebaiknya identifikasi terlebih dahulu penyebab pasti perilaku tersebut. Adapun secara umum cara untuk mencegah kejadian tersebut tidak terulang sebagai berikut :

1. Atur lingkungan dan kepadatan kandang Usahakan kandang memiliki ventilasi untuk mendapatkan sirkulasi udara yang baik. Jika kandang sudah mulai panas, bisa juga ditambahkan blower atau kipas. Umumnya kepadatan kandang ayam Joper sebagai berikut :

Umur (minggu) Kepadatan (ekor/m2)
0-160
1-240
2-420
>49

Ayam akan nyaman jika kandang menyisakan banyak ruang gerak agar ayam leluasa dan nyaman. Selain itu, kepadatan juga akan berpengaruh terhadap persaingan makan dan minum di kandang.

  1. Perhatikan struktur kasar pakan Pakan grower sebaiknya diberikan dengan struktur yang kasar (butiran). Perhatikan pula pergantian bentuk pakan dari fase starter ke fase grower. Pergantian dilakukan secara bertahap selama 1 minggu untuk mengurangi tingkat stres pada ayam. Persentase pergantian pakan 75% : 25%, 50% : 50%, 25% : 75%, 100%.
  2. Perbaiki nutrisi pakan Jika ayam kekurangan nutrisi terutama garam atau serat kasar, maka bisa ditambahkan bahan baku yang mengandung serat tinggi berupa dedak, bungkil inti sawit atau DDGS ke dalam pakan. Jika kekurangan garam, maka bisa ditambahkan garam dapur dalam formulasi pakan dengan penggunaan maksimal 2%.
  3. Pisahkan ayam dengan bobot atau umur berbeda Sebaiknya ayam dengan umur berbeda ditempatkan di kandang yang berbeda. Sedangkan ayam dengan bobot badan yang berbeda, masih bisa ditempatkan di kandang yang sama namun diberikan sekat agar tidak bercampur.
  4. Potong paruh (debeaking) Potong paruh selain bertujuan untuk efisiensi pakan, juga meminimalisir agar ayam tidak kanibal. Potong paruh bisa dilakukan pada umur 8-10 hari dan bisa diulangi di umur 8-10 minggu.
Mengatasi Perilaku Kanibalisme Pada Ayam Joper
Tagged on:
Subscribe To Our Newsletter
We respect your privacy. Your information is safe and will never be shared.
Don't miss out. Subscribe today.
×
×
WordPress Popup Plugin