Pertanian merupakan sektor yang sangat penting bagi Indonesia, terutama dalam menyediakan kebutuhan pangan. Jumlah penduduk yang terus meningkat perlu diimbangi dengan meningkatnya produksi hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhannya. Peningkatan produksi hasil pertanian selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, juga untuk keperluan ekspor agar dapat meningkatkan perekonomian. Produksi pertanian dapat ditingkatkan dengan cara penambahan luas lahan pertanian dan peningkatan produktivitas.

Indonesia merupakan negara agraris dan memiliki potensi lahan yang subur untuk pertanian. Pembukaan lahan-lahan pertanian baru yang potensial perlu dukungan pemerintah maupun swasta. Dalam peningkatan produksi dibutuhkan proses budidaya yang baik, salah satu aspek yang penting dilakukan adalah pemupukan.

Pupuk adalah bahan yang ditambahkan ke tanaman untuk mencukupi hara yang dibutuhkan sehingga tanaman dapat berproduksi dengan baik. Pupuk menjadi suatu unsur yang tidak dapat dipisahkan dalam pertanian. Pemupukan dilakukan baik dalam bentuk kimia maupun organik.

Pemupukan bertujuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Tanaman yang kekurangan unsur hara akan menunjukan gejala seperti daun menguning, bunga tidak muncul, pertumbuhan lambat, tanaman kerdil, serta hasil panen menurun. Unsur N, P, K merupakan unsur hara makro yang terpenting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta berpengaruh terhadap produksi.

Fungsi pupuk pada tanaman :

  • Pupuk urea atau ZA

Urea atau ZA sebagai sumber nitrogen (N) berfungsi meningkatkan pertumbuhan vegetatif, klorofil daun, membuat tanaman lebih hijau, dan lainnya.

  • Pupuk TSP atau SP-36

TSP atau SP-36 sebagai sumber fosfor (P) berfungsi untuk memacu pembelahan akar, memperkuat batang, pembentukan bunga, buah dan biji.

  • Pupuk KCl

Berfungsi untuk membantu tanaman lebih tehak dan kokoh, meningkatkan daya tahan tanaman dari serangan hama, penyakit dan kekeringan, meningkatkan kualitas biji dan bunga

  • Pupuk NPK

Pupuk majemuk yang di dalamnya terkandung unsur hara nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K).

Unsur hara selain didaptkan dari pupuk kimia dapat juga didapatkan dari pupuk organik. Contoh pupuk organik adalah pupuk kandang dan kompos. Sedangkan pupuk kimia adalah urea, TSP, KCl maupun NPK.

Pupuk merupakan bahan yang sangat dibutuhkan oleh petani. Ketersediaan pupuk subsidi murah yang diberi pemerintah jumlahnya tidak banyak dan sulit untuk didapatkan. Dengan demikian petani harus menggunakan pupuk non subsidi, agar tetap bisa menghasilkan produksi yang maksimal. Namun naiknya harga pupuk non subsidi menyebabkan naiknya biaya produksi, sedangkan harga komoditas pertanian yang tidak menentu menyebakan petani semakin sulit.

Menurut Serikat Petani Indonesia (SPI), kenaikan harga pupuk sudah tejadi sejak Oktober 2021. Kenaikan harga pupuk hingga 100 persen dari akhit tahun 2020 sampai Januari 2022. Harga pupuk urea per sak (50 kg) dari Rp280.000,- saat ini bisa mencapai Rp560.000,- NPK mutiara dari Rp400.000,- menjadi Rp600.000-900.000. Selain urea dan NPK jenis pupuk lainnya juga mengalami kenaikan.

Indonesia masih mengimpor sebagian besar bahan baku pupuk, seperti fosfat dan kalium. Karena itu harga pupuk dalam negeri tidak lepas dari pengaruh harga pupuk internasional. Kenaikan harga pupuk disebabkan oleh melonjaknya harga berbagai komoditas dunia seperti amonia, fosfat, kalium, gas dan minyak bumi karena pendemi, krisis energi di Eropa, serta adanya kebijakan beberapa negara yang menghentikan ekspornya. Harga amonia mulai mengalami kenaikan harga sejak awal tahun 2021 hingga harga tertinggi pada bulan April 2022 (Grafik 1).

China dan Rusia merupakan negara eksportir pupuk terbesar di dunia terutama bahan baku fosfor (P) dan kalium (K). China melakukan pembatasan ekspor pupuk hingga Juni 2022. Pembatasan ekspor bahan baku pupuk ini menyebabkan kelangkaan dan naiknya harga pupuk.

Harga pupuk kimia yang semakin mahal menyebabkan meningkatnya biaya produksi. Selain harganya yang terus meningkat, pupuk kimia juga dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Pupuk kimia yang tidak terserap oleh tanaman akhirnya tercuci bersama aliran air. Dalam jangka waktu panjang, sisa bahan kimia akan menumpuk dan menjadi masalah bagi tanah dan lingkungan. Tanah sakit yang memiliki kandungan bahan organik rendah dan minim mikroorganisme tanah yang bermanfaat. Lama kelamaan tanah tersebut mudah mengeras, kemampuan menyimpan air berkurang, makin masam serta mengandung bahan kimia berbahaya bagi tanaman, sehingga produksi yang awalnya meningkat secara pesat dapat merosot secara drastis kemudian.

Penggunaan Pupuk Organik

Penggunaaan dan peningkatan dosis pupuk kimia tidak lagi dapat meningkatkan produksi, tapi dapat meningkatkan kerusakan tanah dan pencemaran lingkungan. Salah satu solusi adalah dengan mengurangi jumlah pupuk kimia dan menambah penggunaan pupuk organik.

Pupuk organik memiliki sifat untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Tanah yang awalnya sudah kurang sehat dapat dikembalikan kondisinya menjadi sehat. Penggunaan pupuk organik juga meningkatkan ketersediaan unsur hara di dalam tanah. Tanah yang memiliki bahan organik yang cukup, memiliki banyak mikroorganisme seperti jamur, bakteri, maupun mikrofauna yang bermanfaat untuk tanaman dalam penyerapan unsur hara.

Pupuk organik juga terus diaplikasikan secara kombinasi dengan pupuk kimia, tujuannya untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia dan meningkatkan kesuburan tanah dari lahan budidaya, serta menambah kandungan bahan organik sebagai pakan bakteri, jamur dan cacing yang hidup dalam tanah.

Kebutuhan hara tanaman seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium K dapat dipenuhi juga menggunakan pupuk organik seperti pupuk kandang, jerami, maupun bahan organik lainnya.

1. Pupuk kandang

Pupuk kandang yaitu kotoran ternak yang digunakan baik belum dikomposkan maupun sudah dikomposkan. Pupuk kandang dapat berfungsi sebagai sumber hara dan dapat memperbaiki sifat kimia, fisik, dan biologi tanah.

Pupuk kandang sapi, kambing, dan ayam merupakan pupuk kandang yang banyak digunakan. Pupuk kandang memilki digunakan. Pupuk kandang memilki kandungan hara N, P, K, Ca, Mg, dan bahan organik yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman dan kesehatan tanah. Kandungan hara tertinggi terdapat pada pupuk kandang ayam (Tabel 1).

Untuk mencapai hasil yang tinggi, penggunaan bahan dan pupuk organik yang dikombinasikan dengan pupuk kimia merupakan tindakan yang bijaksana. Dalam hal ini, penggunaan bahan dan pupuk organik disarankan semaksimal mungkin, dan kekurangan haranya ditambahkan dari pupuk kimia. Untuk mendapatkan manfaat yang lebih, bahan dan pupuk organik yang digunakan harus matang atau telah terdekomposisi dengan kandungan hara relatif tinggi.

2. Jerami

Pengembalian jerami ke tanah sawah dapat menyediakan sebagian hara kalium (K) sehingga mengurangi pupuk KCl. Jerami padi mengandung hara K sebesar 1.75-1.92%. Selain hara K, jerami juga mengandung N, P, S, dan hara mikro. Pemanfaatan jerami untuk lahan sawah saat ini masih kurang maksimal. Karena untuk menggunakan jerami perlu dilakukan pengomposan terlebih dahulu. Untuk mengejar waktu tanam biasanya jerami sebagian besar dibakar atau diangkut keluar untuk pakan ternak maupun lainnya. Pembakaran jerami sebelum diberikan ke tanah menyebabkan sebagian hara pada jerami hilang, seperti C, N, P, K, S, Ca, Mg dan hara mikro. Selain menyebabkan hilangnya sebagian unsur hara, pembakaran jerami juga menimbulkan polusi udara.

Pemupukan Berimbang

Pemupukan berimbang adalah penambahan pupuk ke dalam tanah sesuai dengan jumlah dan jenis hara yang sesuai dengan tingkat kesuburan tanah dan kebutuhan hara oleh tanaman. Setiap jenis tanah memiliki tingkat kandungan hara yang berbeda-beda, sehingga diperlukan anjuran atau rekomendasi pemupukan yang berimbang sesuai dengan kebutuhan di suatu lokasi tertentu.

Pemupukan yang sesuai dan berimbang membuat penggunaan pupuk lebih efisien dan produksi meningkat tanpa merusak lingkungan akibat pemupukan yang berlebihan. Pemupukan yang tidak berimbang dapat menyebabkan pemupukan tidak efektif, terjadi pemborosan, dan dapat menurunkan produksi.

Penentuan anjuran pemupukan dapat dilakukan dengan beberapa cara. Diantaranya adalah dengan melakukan percobaan untuk menentukan kebutuhan pupuk yang sesuai. Selanjutnya adalah dengan melakukan uji tanah. Hasil analisis tanah diperlukan untuk menetapkan berapa banyak kandungan hara yang terdapat di dalam tanah dan berapa jumlah pupuk yang perlu ditambahkan untuk memenuhi kebutuhan tanaman. Dalam budidaya tanaman padi penggunaan bagan warna daun (BWD) dapat juga digunakan untuk mengetahui kebutuhan pupuk yang diperlukan bagi tanaman. Kebutuhan unsur nitrogen (N) dilihat melalui warna daun yang diukur dengan BWD. Warna daun adalah suatu indikator yang berguna bagi kebutuhan pupuk N tanaman padi. Daun yang berwarna pucat atau hijau kekuningan menunjukkan bahwa tanaman kekurangan N.

Alternatif dan Optimalisasi Pemupukan
Tagged on:         
Subscribe To Our Newsletter
We respect your privacy. Your information is safe and will never be shared.
Don't miss out. Subscribe today.
×
×
WordPress Popup Plugin