Luka pada bagian tubuh ternak dapat terjadi kapan saja terlebih lagi apabila manajemen pemeliharaan tidak dilakukan dengan baik. Kondisi lantai kandang yang keras, permukaan kandang yang tajam dan proses pengangkutan saat transportasi yang kasar bisa menyebabkan perlukaan pada tubuh ternak. Adanya luka tersebut perlu segera dilakukan penanganan supaya proses penyembuhannya bisa lebih cepat dan luka tidak semakin parah.

Tentunya setiap penyembuhan luka membutuhkan proses yang tidak singkat, semakin parah kondisi luka maka akan membutuhkan waktu yang lebih lama. Proses penyembuhan luka tersebut terjadi melalui 4 fase, yaitu :

  • Fase hemostasis, yaitu proses yang dimulai saat awal terjadinya luka dengan tujuan untuk menghentikan perdarahan. Sel-sel darah akan menuju lokasi luka dan membentuk gumpalan darah untuk melindungi luka serta mencegah darah lebih banyak keluar lagi.
  • Fase inflamasi (peradangan), yaitu proses saat sel darah putih menuju lokasi luka untuk melawan bakteri agar tidak mengalami infeksi. Proses ini ditandai dengan area luka yang bengkak dan kemerahan.
  • Fase proliferasi, yaitu proses pembentukan jaringan baru yang dimulai setelah luka bersih dari bakteri. Proses ini terdiri dari pengisian luka dengan jaringan granulasi, merapatnya tepian luka dan epitelisasi (menutupnya luka).
  • Fase remodeling/maturasi, yaitu proses untuk menguatkan jaringan yang baru terbentuk. Hasilnya akan terbentuk jaringan parut yang sama kuatnya dengan jaringan sebelumnya.

Macam-Macam Luka dan Penanganannya

Hewan ternak dapat mengalami berbagai macam luka pada tubuhnya. Berikut ini beberapa macam luka yang sering terjadi pada ternak:

  • Luka terbuka

Luka terbuka ditandai dengan adanya kerusakan pada kulit dan adanya jaringan dalam yang terbuka. Ternak dapat mengalami luka terbuka akibat berkelahi dengan hewan lain, tertusuk/tersayat benda tajam, gigitan serangga/hewan lain dan terjatuh. Adanya luka terbuka pada tubuh ternak perlu segera ditangani. Jika tidak segera ditangani dan kebersihannya tidak terjaga maka dapat terjadi infeksi lalu terbentuklah abses.

Penanganan luka terbuka diawali dengan menghentikan perdarahan yang terjadi dengan menekan luka tersebut. Setelah perdarahan berhenti, bersihkan area luka dengan air bersih dan dilanjutkan dengan pemberian antiseptik (Antisep). Terakhir semprotkan Oxytic untuk mengobati luka. Oxytic efektif mengobati infeksi luar pada kulit yang disebabkan oleh bakteri serta mempercepat penyembuhan luka pada hewan besar.

  • Abses

Abses adalah kantung berisi akumulasi nanah yang dapat terjadi di seluruh bagian tubuh akibat adanya infeksi bakteri. Saat terjadi infeksi akan ada sistem kekebalan tubuh yang bekerja untuk melawannya. Sel darah putih akan menuju dan menumpuk di lokasi infeksi untuk melawan agen penyebab infeksi. Penumpukan tersebutlah yang menyebabkan peradangan dan terbentuk kantong berisi nanah. Nanah yang terbentuk terdiri dari sel darah putih bercampur dengan jaringan mati, cairan dan bakteri.

Penanganan kasus abses dilakukan dengan mengeluarkan nanah yang terkumpul hingga bersih. Pertama, bersihkan permukaan kulit di area abses lalu cari luka yang sudah menutup atau dapat membuat sayatan kecil untuk jalan keluarnya nanah. Tekan secara perlahan untuk mengeluarkan nanah yang ada di kantung abses. Setelah seluruh nanah keluar, bersihkan/irigasi dengan air bersih dan antiseptik (Antisep). Lalu berikan antibiotik lokal (Oxytic) untuk mengatasi infeksi bakteri. Lakukan kembali tahapan ini apabila masih ditemukan nanah.

Oleh tim tenaga kesehatan hewan dapat pula ditambahkan antiradang dan pereda nyeri (Medipiron Injection). Selain itu diberikan pula vitamin seperti Injekvit B-Plex untuk membantu mempercepat penyembuhan. Apabila diperlukan akan diberikan juga antibiotik sistemik (Neo Meditril-LA).

  • Myasis

Myasis atau sering disebut belatungan adalah infestasi larva lalat pada jaringan hidup yang menyerang hewan berdarah panas. Penyakit ini diawali adanya luka terbuka yang dibiarkan tanpa penanganan. Bau darah segar yang ada pada luka akan menarik kedatangan lalat Chrysomia bezziana (lalat hijau) dan bertelur di luka tersebut. Dalam waktu 12-24 jam, telur akan menetas menjadi larva.

Penanganan myasis dilakukan dengan membersihkan area luka dengan air bersih. Selanjutnya semprotkan Dicodine secara merata dan dapat diulangi sampai sembuh.

Adanya luka pada tubuh ternak yang dibiarkan dan tidak dijaga kebersihannya dapat memperparah kondisi luka sehingga berujung terjadi abses atau myasis. Oleh karena itu, ketika mengetahui ada luka di tubuh ternak perlu dilakukan penanganan sesegera mungkin agar ternak cepat sembuh dan tidak semakin parah.

Berbagai Macam Luka pada Ternak dan Penanganannya
Subscribe To Our Newsletter
We respect your privacy. Your information is safe and will never be shared.
Don't miss out. Subscribe today.
×
×
WordPress Popup Plugin