Kesehatan ternak merupakan hal yang harus diperhatikan dalam menjalankan sebuah peternakan, tidak terkecuali bagi peternak ayam. Ayam yang sehat merupakan faktor penting untuk mendukung produksi yang baik. Kewaspadaan terhadap berbagai infeksi penyakit menjadi cukup penting bagi para peternak, salah satunya adalah waspada terhadap infeksi Gallibacterium anatis.

Kasus infeksi Gallibacterium anatis mulai banyak terjadi di lapangan dan dilaporkan sebagian besar ditemukan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur (sumber: poultryindonesia.com, Mei 2021). Menurut El-Ghany et al (2023), infeksi G. anatis ini umumnya sering ditemukan pada ayam layer dan menyebabkan penurunan produksi. Namun bakteri ini juga dapat menyebabkan gangguan pernapasan, diare dan kekurusan pada ayam broiler, dapat pula menyebabkan gangguan produksi serta angka kematian 0,06-4,9% pada ayam breeder. Oleh sebab itu, penting bagi peternak untuk mengenal G. anatis sebagai langkah dalam pengendalian penyakit tersebut.

Penyebab Penyakit

Gallibacterium anatis merupakan bakteri Gram negatif (-), dari famili Pasteurellaceae, non motil, tidak membentuk spora dan normalnya ditemukan pada saluran pernapasan atas pada ayam sehat. Bakteri ini merupakan bakteri patogen oportunistik atau dapat berubah menjadi patogen (ganas) ketika kondisi kesehatan atau daya tahan ayam yang menurun (Daranesha N.K et al., 2020).

G. anatis terbagi menjadi 2 biovar, yaitu G. anatis biovar hemolytica yang dapat menghemolisis (menghancurkan dinding sel) darah merah sehingga bersifat patogen (ganas), dan G. anatis biovar anatis yang bersifat non-patogen (jinak) (R. J Bager et al., 2013).

G. anatis juga memiliki faktor virulensi yang mendukung munculnya infeksi pada ayam. Beberapa diantaranya adalah toksin hemolisin yang dapat menghemolisis darah, fimbrae untuk perlekatan pada sel epitel inang, kapsula yang salah satu fungsinya dapat menghindari sistem imun, enzim Metalloprotease untuk proses kolonisasi dan pengambilan nutrisi, serta faktor virulensi lainnya (R. J Bager et al., 2013).

Spesies Rentan dan Cara Penularan

G. anatis merupakan mikroflora normal yang ada di dalam saluran pernafasan atas dan saluran pencernaan bagian belakang pada unggas. Selain menyerang unggas, G. anatis pernah dilaporkan dapat menyerang mamalia seperti sapi, domba, kelinci, kuda, dll (Singh et al, 2016).

Penularan G. anatis yang paling umum terjadi adalah melalui udara dari ayam sakit ke ayam sehat. Selain itu, bakteri ini juga dapat ditularkan dari induk ke anak ayam dan dapat pula ditularkan melalui perkawinan. Faktor yang dapat mendukung terjadinya infeksi G. anatis antara lain adanya infeksi penyakit lain, pengaruh hormonal, umur, perubahan iklim, stres dan menurunnya daya tahan tubuh ayam (Singh et al., 2016).

Gejala Klinis

Pada umumnya, gejala yang ditimbulkan tidak spesifik, seperti kesulitan bernapas, cekrek, keluarnya lendir dari hidung, kepala gemetar, kepala bengkak ringan, anoreksia (nafsu makan menurun), diare, kurus dan terjadi gangguan produksi.

Gejala kadang tidak terlihat atau hanya bersifat ringan saja (Bojesen et al. 2008; El-Adawy et al. 2018; Elbestawy et al. 2018). Pada ayam layer, dapat menimbulkan penurunan produksi telur hingga 3-18% dan pada ayam breeder dapat terjadi peningkatan angka kematian sebesar 0,06-4,9% (El-Ghany et al., 2023).

Perubahan Patologi Organ

Perubahan patologi organ yang ditemukan pada infeksi G. anatis adalah perubahan pada saluran pernapasan seperti, trakheitis (radang pada trakea) dan pneumonia (radang paru-paru). Pada saluran reproduksi ditemukan perubahan berupa oophoritis (radang indung telur) disertai radang folikel indung telur, indung telur yang membubur dan salphingitis (radang pada oviduk). Pada beberapa kasus dilaporkan juga terjadi atrofi (penyusutan) indung telur dan oviduk (El-Ghany et al, 2023).

Menurut Paudel et al., 2014, infeksi G. anatis juga dapat menyebabkan perubahan patologi seperti adanya peritonitis (radang selaput perut), pericarditis (radang selaput pembungkus jantung) dan ditemukan juga adanya kematian jaringan multifokal di hati ayam. Selain itu, pada infeksi G. anatis ditemukan juga terjadinya perubahan pada bentuk telur menjadi abnormal dan terselimuti lapisan mengkeju.

Pencegahan

Pencegahan dapat dilakukan dengan kombinasi antara biosecurity, manajemen, dan suportif untuk perlindungan optimal. Langkah-langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Penerapan biosekuriti model 3 zona (bersih, transisi, kotor).
  • Perlu dilakukan pembersihan feses secara rutin dan hindari feses menumpuk dan lembap. Gunakan pengikat amonia seperti Ammotrol untuk mengurangi konsentrasi gas amonia di kandang.
  • Desinfeksi ketat di lingkungan kandang (Neo Antisep/Antisep)
  • Tempat pakan dan minum harus dicuci dan didesinfeksi secara rutin dengan Medisep. Lakukan pula flushing untuk membersihkan biofilm yang menempel pada pipa saluran air.
  • Batasi kontak antara unggas komersial dengan ayam kampung, unggas air atau hewan liar.
  • Lakukan sanitasi pada air minum unggas (Desinsep). Perhatikan kualitas air minum ayam sesuai dengan standar, bila perlu lakukan uji kualitas air minum ayam secara berkala di MediLab terutama saat musim penghujan atau pergantian musim.
  • Perbaikan kualitas dan kuantitas pakan (pakan yang diberikan harus sesuai dengan jumlah dan kandungan nutrisi) sesuai kebutuhan ternak. Jika memungkinkan, lakukan uji kualitas pakan di laboratorium (MediLab) untuk memastikan nutrisi pakan sudah memenuhi kebutuhan ayam.
  • Pemberian suportif dengan multivitamin seperti Vita Stress/Fortevit atau imunostimulan seperti Imustim utk meningkatkan daya tahan tubuh ayam.
  • Selain itu guna menjaga fungsi hati tetap optimal dapat diberikan Heprofit/Kumavit. Untuk membantu meningkatkan produksi telur dapat diberikan Eggstima.

Penanganan

Penanganan penyakit infeksi G. anatis dapat melalui pemberian antibiotik berspektrum luas seperti produk antibiotik Tinolin dengan dosis 0,2 ml/kg berat badan, diberikan maksimal selama 3 hari atau antibiotik Rofotyl dengan dosis 0,1 g per kg berat badan atau 1 g per 2 liter air minum diberikan selama 3-5 hari berturut-turut.

Kasus penyakit akibat G. anatis dianggap cukup merugikan bagi peternak dan dapat mengganggu efektivitas produksi ternak. Semoga dengan mengenal adanya infeksi G. anatis ini, peternak dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang mengganggu kesehatan ternak serta mengetahui langkah pengendaliannya. Terima kasih dan salam sehat selalu.

Mengenal Infeksi Gallibacterium anatis
Subscribe To Our Newsletter
We respect your privacy. Your information is safe and will never be shared.
Don't miss out. Subscribe today.
×
×
WordPress Popup Plugin