Bapak Hanggono

Purwokerto, Jawa Tengah

Saya memelihara ayam broiler, sudah panen namun berat badan ayam tidak merata (ada yang besar dan ada yang kecil). Bagaimana cara agar pertumbuhan ayam merata (berat badan seragam)?

Jawab:

Terima kasih atas pertanyaan yang disampaikan. Pencapaian berat badan merupakan salah satu performa yang diharapkan terutama pada pemeliharaan ayam broiler. Pencapaian berat badan mencerminkan kondisi organ di dalam tubuh ayam, baik itu organ pencernaan, pernapasan, dan kekebalan. Pertumbuhan berat badan harus dikontrol sejak saat DOC hingga panen. Perbedaan berat badan saat DOC sangat menentukan kecepatan pertumbuhan. Berat badan dalam satu populasi dikatakan seragam jika selisih berat badannya + 10%. Jika berat badan seragam diharapkan kemampuan ayam untuk makan dan minum juga bisa seragam. Kondisi ayam dengan berat badan yang tidak seragam menyebabkan perbedaan berat badan besar (melebihi standar) akan mendominasi sedangkan ayam dengan berat badan besar (melebihi standar) akan mendominasi sedangan ayam dengan berat badan kecil akan semakin tersingkirkan dan tertinggal. Tingkat keseragaman bobot badan ayam broiler dikatakan normal/baik apabila mencapai ≥ 80%. Hal ini berarti lebih dari 80% ayam dalam satu kandang memiliki bobot yang hampir sama dengan toleransi ± 10% dari standar.

Bobot badan ayam yang tidak merata atau tidak seragam saat panen dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:

a. Kualitas DOC

Kualitas DOC dapat mempengaruhi pertumbuhan ayam. Misalnya jika dari awal kita memelihara DOC dengan berat badan di bawah standar, maka dengan manajemen pemeliharaan yang biasa saja akan sulit menghasilkan bobot panen yang tinggi dan seragam.

b. Manajemen dan kualitas pakan

Kurangnya asupan pakan (feed intake) karena kepadatan ayam yang terlalu tinggi atau jumlah tempat pakan yang kurang mencukupi dapat memicu beberapa ayam mengalami kekerdilan sehingga bobot panennya tidak merata. Demikian halnya dengan kandungan nutrisi pakan seperti energi, protein, dan mikro nutrisi lain yang tidak sesuai dengan kebutuhan ayam, atau adanya kontaminasi jamur dan mikotoksikosis pada pakan.

c. Manajemen pemeliharaan

Manajemen pemeliharaan yang sangat menentukan bobot panen ayam adalah manajemen saat brooding. Jika pada masa brooding, pertumbuhan dan keseragaman anak ayam tidak dioptimalkan, maka anak ayam akan sulit mengejar bobot badan panen sesuai standar dan keseragaman panennya pun akan rendah. Untuk mengetahui apakah manajemen brooding yang kita jalankan sudah berhasil atau tidak, salah satu caranya dengan melakukan penimbangan berat badan ayam di umur 7 hari dan menghitung keseragamannya. Manajemen dikatakan berhasil apabila bobot ayam setidaknya naik minimal 4 kali lipat dari bobot saat DOC dan keseragamannya mencapai ≥80%. Jika kedua target tersebut tidak dicapai, maka perlu dievaluasi.

d. Serangan penyakit

Penyakit infeksius seperti RSS (runting and stunting syndrom) yang disebabkan oleh Reovirus menimbulkan enteritis (radang usus) sehingga penyerapan nutrisi di usus menurun. Pada feses ayam sakit akan ditemukan pakan yang tidak tercerna. Selain itu ditemukan usus yang kecil atau disebut “usus pentil”. Tanda-tanda spesifik lainnya yang ditemui yakni pertumbuhan bulu yang abnormal pada bulu sayap primer (yang berbatasan dengan folikel bulu) sehingga menyebabkan bulu-bulu tampak berdiri seperti baling-baling dan menimbulkan kesan seperti helikopter. Itulah sebabnya serangan Reo-virus sering disebut juga dengan helicopter disease.

Langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk periode berikutnya adalah :

  1. Memilih DOC yang berkualitas

Ciri- ciri DOC yang berkualitas yaitu bobot badan sesuai dengan standar strain (37-42 gram), DOC terlihat aktif, responsif dan lincah, mata bersih terbuka dan bersinar, bulu cerah tidak kusam dan penuh, pusar bersih, kering, tertutup dengan baik, kloaka bersih tidak ada kotoran, tidak ada cacat fisik, kaki berwarna kuning cerah dan tidak kering, tidak lemah dan cepat beradaptasi dengan lingkungan

2. Manajemen pemeliharaan yang optimal

  • Mengatur buka tutup tirai kandang untuk memperlancar sirkulasi udara serta mengatur kepadatan kandang
  • Kontrol suhu kandang rutin dimulai 1-3 jam setelah chick in dan tiap 2-3 jam sekali bersamaan dengan pemberian pakan
  • Mengatur jumlah dan distribusi tempat pakan serta tempat minum ayam, dan pemberian pakan dengan jadwal yang sama setiap harinya
  • Pemberian pakan yang berkualitas dengan kandungan nutirisi baik dan tidak berjamur
  • Memastikan pencahayaan dimalam hari cukup agar ayam tetap bisa melakukan aktivitas makan
  • Menimbang ayam secara rutin satu minggu sekali mulai umur 7 hari
  • Jika ditemukan keseragaman rendah (<80%) pisahkan ayam sesuai kelompok dan lakukan treatment sesuai kondisi dan penambahan premix contohnya Top Mix
  • Melakukan pemeriksaan ayam secara menyeluruh dan perhatikan apabila ada kemungkinan infeksi penyakit
Berat Badan Panen Broiler Tidak Merata
Subscribe To Our Newsletter
No Thanks
Thanks for signing up. You must confirm your email address before we can send you. Please check your email and follow the instructions.
We respect your privacy. Your information is safe and will never be shared.
Don't miss out. Subscribe today.
×
×
WordPress Popup Plugin