Curah Hujan Masih Tinggi, Saatnya Evaluasi Program Vaksinasi ND dan IB pada Ayam Layer

Table of Contents
SUP 1
Peternakan ayam layer fase produksi di Jawa Tengah

Peternakan unggas memainkan peran penting dalam menyediakan penghidupan dan pendapatan bagi masyarakat di seluruh dunia, khususnya di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah di mana rumah tangga pedesaan memelihara 70% ternak adalah ayam (Mujyambere et al., 2022). Keberhasilan suatu usaha peternakan ditentukan oleh empat faktor yaitu genetik, nutrisi, lingkungan dan manajemen pemeliharaan. Keempat faktor tersebut merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan dalam menunjang keberhasilan pemeliharaan. Keberhasilan pemeliharaan ayam layer ditentukan oleh manajemen intensif sejak fase pullet. Hal ini bertujuan untuk mencapai puncak produksi hingga 96-98% dan mampu bertahan di atas 90% pada umur 65-70 minggu. Kunci suksesnya adalah memastikan bibit (dari starter sampai pullet) berkualitas dengan bobot badan sesuai standar dan keseragaman tubuh >85%. Namun kenyataan di lapangan, masih banyak peternak ayam layer yang mengeluhkan sulitnya mencapai standar performa ayam sesuai dengan standar guideline each strains-nya. Berbagai permasalahan yang biasa ditemukan seperti produksi tidak mencapai puncak, produksi cepat turun, berat telur di bawah standar sehingga mengakibatkan konversi ransum yang membengkak dan pada akhirnya dapat menyebabkan kerugian bagi peternak. Beberapa permasalahan di atas dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti kondisi lingkungan yang tidak nyaman, tantangan penyakit seperti ND dan IB, program pencegahan penyakit yang belum tepat dan lain-lain.

1. Kondisi lingkungan

Indonesia merupakan negara beriklim tropis yang memiliki dua musim yaitu musim panas dan musim hujan. Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pada bulan April 2026 mendatang beberapa wilayah di Indonesia masih berpotensi dengan curah hujan yang tinggi terutama wilayah luar pulau Jawa. Sedangkan di pulau Jawa masih berpotensi hujan namun dengan curah hujan yang rendah hingga menengah. Di beberapa daerah mengeluhkan kondisi lingkungan yang tidak menentu seperti “siang panas, malam hujan bahkan sampai pagi” yang dapat menyebabkan ayam mengalami double stress. Kondisi stress ini dapat menyebabkan immunosupressant sehingga ayam mudah mengalami sakit. Disisi lain kondisi lingkungan yang tidak menentu ini menjadi tempat yang baik untuk perkembangan agen penyakit. Mempertahankan kondisi kandang yang nyaman menjadi kunci keberhasilan untuk mencegah stress pada ayam. Selain itu, untuk mencegah dan menjaga supaya ayam tetap dalam kondisi baik performanya, maka sudah menjadi keharusan untuk memprogramkan rutin multivitamin atau suplemen (Vita Stress/Fortevit/Kumavit) and immunostimulants (Imustim) di dalam suatu program kesehatan.

SUP 2
Prediksi cuaca di bulan April 2026

2. Tantangan penyakit ND dan IB

Disease of Newcastle Disease (ND) masih menjadi ancaman yang meluas dan berdampak signifikan pada populasi ayam, menyebabkan tingkat kematian yang tinggi serta gangguan produksi selama wabah yang parah. Penyakit ini merupakan penyebab utama kematian unggas secara global, menimbulkan risiko yang sangat serius bagi ayam dengan kemunculannya yang tiba-tiba dan tingkat keparahan yang tinggi. Virus penyebab penyakit ND bermanifestasi dalam berbagai patotipe, seperti strain velogenik, khususnya subtipe velogenik viscerotropik dan velogenik neurotropik yang menimbulkan ancaman signifikan terhadap kesehatan ayam. Ayam yang terinfeksi subtipe ini menunjukkan berbagai gejala, termasuk gangguan pernapasan, saraf, penurunan produksi telur, kelumpuhan dan diare (Etriwati et al., 2017; Zhang et al., 2023). Avian paramyxovirus serotipe 1 (APMV-1) adalah penyebab penyakit ND dan terbagi menjadi 2 kelas, yaitu kelas I dan II. Strain velogenik dari kelas II menyebabkan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi pada spesies Galliformes (WOAH, 2024). Penyakit ND tetap menjadi penyakit yang signifikan secara global terhadap implikasi sosio-ekonomi dalam dunia peternakan unggas. Di negara Asia, penyakit ND dominan disebabkan oleh subgenotipe VII.2 (GVII.2), yang kemudian dapat dikelompokkan kembali menjadi subgenotipe VIIh (GVIIh) and VIIi (GVIIi). Kedua subgenotipe ini paling sering menjadi penyebab kasus ND di Indonesia (Medion Surveillance Analyst, 2026).

Sedangkan penyakit Infectious Bronchitis (IB) disebabkan oleh Coronaviridae. Penyakit ini menyerang sistem pernapasan yang sangat menular dan mudah menyebar yang sudah meluas dan teridentifikasi di seluruh dunia. Virus IB yang beredar di Indonesia dapat diklasifikasikan menjadi IB klasik dan IB variant. Kejadian kasus IB di Indonesia sering disebabkan oleh IB variant dari strain QX-like (Medion, 2026). Infectious Bronchitis (IB) memiliki dampak ekonomi yang besar pada industri ayam layer, karena juga dapat memengaruhi produksi telur. Selain lesi pernapasan, paparan dini adanya virus IB menyebabkan kerusakan luas pada berbagai permukaan epitel organ pada ayam layer (Cavanagh, 2003). Chousalkar dkk. (2007) melaporkan virus IB dapat memengaruhi kelenjar harderian, mukosa trakea, ginjal dan bagian oviduct seperti magnum dan uterus. Selain itu ayam layer yang terserang penyakit IB akan menyebabkan kondisi gejala berupa pinguin syndrome akibat terbentuknya kista bervolume besar pada bagian oviduct. Oleh karena itu, hal ini menyebabkan masalah ekonomi besar pada industri ayam layer karena penyakit IB tidak hanya mempengaruhi jumlah produksi telur tetapi juga kualitas eksternal telur dan kualitas internal telur.

SUP 3
Gejala pinguin syndrome pada ayam layer
SUP 4
Perut ayam layer membesar berisi kista bervolume besar

3. Program pencegahan penyakit

SUP 5 e1772066475301
Serangkaian program pencegahan penyakit pada ayam layer

Pencegahan penyakit harus dilakukan secara menyeluruh dan konsisten dari segala aspek. Kombinasi penerapan biosecurity, vaksinasi, suportif dan monitor sebagai satu rangkaian proses untuk mengupayakan ternak sehat dan mencapai performa yang optimal. Dalam dunia kesehatan ayam, pencegahan penyakit dari hulu ke hilir dimulai dari program biosecurity at farm. Biosecurity adalah pondasi utama untuk mencegah masuk, keluar dan menyebarnya suatu penyakit. Berikutnya adalah program vaksinasi yang bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap suatu penyakit tertentu yang spesifik sesuai program vaksinasi yang dilakukan. Beberapa permasalahan gangguan produksi yang telah disebutkan di atas dapat disebabkan oleh penyakit seperti ND dan IB. Program vaksinasi ND dan IB pada ayam layer sebaiknya dijadwalkan 4-5 kali sebelum masa produksi. Selanjutnya program revaksinasi ND dan IB di masa produksi dapat dijadwalkan setiap 1-2 bulan sekali jika menggunakan vaksin aktif seperti Medivac ND-IB atau 3-4 bulan sekali jika menggunakan vaksin inaktif seperti Medivac ND T-IB T Emulsion atau program revaksinasinya dapat disesuaikan dengan hasil monitor titer ND dan IB yang dilakukan rutin. Selanjutnya adalah program pemberian suportif/suplementasi untuk meningkatkan daya tahan tubuh ayam serta adanya program monitor untuk memantau serangkaian program yang dilakukan dari hulu ke hilir sebagai upaya perbaikan yang berkelanjutan. Berikut adalah contoh program vaksinasi ND dan IB sebagai panduan umum.

SUP 6
SUP 7
Perlindungan terhadap serangan ND dan IB dengan Medivac ND T-IB T Emulsion

Tantangan penyakit ND dan IB masih menjadi dilema bagi peternakan unggas di Indonesia khususnya ayam layer. Sehingga sangat penting dalam mengupayakan ternak sehat dan terhindar dari serangan kedua penyakit tersebut. Strategi dalam pencegahan penyakit meliputi biosecurity, vaksinasi, suportif dan monitoring secara berkala. Strategi tersebut merupakan satu kesatuan atau serangkaian proses yang harus dijalankan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Pencegahan khusus terhadap adanya tantangan penyakit ND dan IB maka perlu dilakukan vaksinasi ND dan IB sejak awal pemeliharaan. Gunakan Medivac ND T-IB T Emulsion yang mengandung 3 strains virus ND (La Sota dan 2 strains GVII) dan 3 strains virus IB (1 strains klasik dan 2 strain variant) yang homolog dengan tantangan ND dan IB di Indonesia. Semoga bermanfaat.

Share Article:
Subscribe Now

Latest updates on livestock and pet care.