Masa kritis saat kedatangan sapi bakalan adalah periode adaptasi awal pada minggu pertama hingga 14 hari. Terutama pada saat 72 jam pertama saat kedatangan. Saat periode tersebut akan terjadi penurunan konsunsi pakan dan imunitas sapi. Sehingga perlu waspada dan perhatian khusus agar tidak menimbulkan kerugian.
Dampak Stres Transportasi pada Sapi
Kondisi saat perjalanan berkaitan dengan lamanya waktu, kondisi jalan, kepadatan, pemenuhan pakan dan air minum yang memicu perubahan kondisi sapi. Kurangnya penanganan pasca transportasi seperti tidak optimalnya adaptasi lingkungan terhadap perubahan cuaca maupun panas, kondisi pakan dan pemulihan energi akan berdampak pada peningkatan kortisol serta gangguan homeostatis yang dapat menyebabkan stres oksidatif. Kondisi stres akan berdampak signifikan pada sapi, seperti:
- Pada transportasi selama 6 jam akan kehilangan 2–3% bobot tubuh. Pada transportasi 12 jam dapat kehilangan hingga 6–7% bobot tubuh (Tadich, 2005).
- Pada transportasi antar pulau 12 jam, kortisol dapat meningkat 2,5 kali lipat sehingga sapi menunjukkan perilaku gelisah dan penurunan konsumsi pakan (Suryadi, et al. 2018).
- Perjalanan selama 6–24 jam bisa memunculkan stres akut dan gangguan fisiologis, namun sapi dapat kembali ke kondisi awal dalam 24 jam setelah tiba, jika kondisi perjalanan dan pasca-transportasi memadai seperti waktu istirahat, pemenuhan pakan dan minum. Pemulihan kembali kondisi sapi dapat membutuhkan waktu 24 jam-5 hari.
- Paska transportasi jumlah sel darah putih (limfosit) dapat menurun sehingga terjadi penurunan imunitas. Risiko infeksi terutama penyakit saluran pernapasan (shipping fever) akan meningkat dan penyakit pernapasan akan mudah menginfeksi.
- Stres kronis juga memengaruhi kualitas daging yang dihasilkan melalui peningkatan glikogenolisis dan penurunan cadangan glikogen otot. Daging dapat menjadi Dark (dark), Firm (hard textured), Dry (kering) atau biasa disebut daging DFD. Kondisi seperti ini bisa terjadi karena sebelum dipotong, sapi mengalami stres dalam waktu yang lama (kronis). Selain itu, sapi yang dipotong dalam keadaan stres akut (jangka pendek) akan menghasilkan daging dengan pH rendah dan mengalami penumpukan asam laktat berlebih sehingga daging menjadi Pale (pale), Soft (mushy), Exudative (wet) or commonly called PSE meat.
Strategi Pengendalian Stres paska Transportasi
Kondisi stres dapat berdampak pada berbagai aspek produktivitas sapi, upaya dalam mengurangi efek stres ini sangatlah penting. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk meminimalkan stres agar bobot badan harian sapi dan kualitas daging tidak terganggu antara lain:
Manajemen handling kedatangan sapi
Proses penurunan sapi dari kendaraan pengangkut atau unloading dilakukan dengan penanganan yang aman dan nyaman atau meminimalkan faktor perlakuan stres. Misalnya dikerjakan di waktu lebih sejuk seperti petang atau malam hari. Saat sudah sampai dilokasi tujuan, proses unloading perlu dilakukan dengan tenang, tidak berisik dan tidak kasar. Selain itu proses unloading it needs to be done in a place that has been specially designed to make it easier for livestock to get on or off the vehicle. Cows that have arrived need to be placed in quarantine pens and checked for health status. Provide fresh food and drinking water and give Transolite as an energy intake enhancer.

Manajemen kandang dan pakan
Sediakan tempat untuk bernaung atau kandang yang teduh sehingga dapat mencegah sinar matahari langsung kontak dengan ternak. Ventilasi kandang pun perlu mencukupi supaya sirkulasi udara berjalan dengan baik. Modifikasi pakan yang berimbang dan disesuaikan fase pemeliharaan (adaptasi). Pakan dapat diberikan di waktu suhu rendah seperti pagi dan sore hari dalam kondisi selalu segar. Lakukan proses pemberian pakan secara bertahap. Kondisi rumen belum siap menerima pakan energi tinggi akan menyebabkan perubahan keseimbangan mikroba rumen sehingga risiko asidosis rumen.
Berikan pakan dengan meningkatkan kepadatan nutrisinya. Peningkatan kepadatan nutrisi pakan ternak diperlukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi meskipun nafsu makannya menurun. Pakan harus menyesuaikan kebutuhan ternak yang mencakup energi, protein, vitamin dan mineral. Apabila ada pergantian pakan maka harus dilakukan secara bertahap untuk mencegah sapi stres dan mengalami gangguan pencernaan. Pastikan kualitas fisik pakan sapi, terutama konsentrat, masih bagus dan segar. Jika perlu lakukan pembolak-balikkan pakan konsentrat sesering mungkin agar sapi tertarik untuk makan. Tambahkan premiks Mix Plus Cattle Pro ke dalam konsentrat atau pakan sapi untuk membantu meningkatkan konsumsi serta menyediakan kebutuhan nutrisi mikro bagi sapi. Air minum yang bersih dan segar harus selalu tersedia. Cukupi kebutuhan air minum bersih, segar (suhu 21-24°C) dan mudah dijangkau sapi yang sedang makan atau berteduh.

Sanitasi dan biosekuriti
Pekerja wajib spray desinfektan misalnya dengan menggunakan Zalde dan pekerja masuk kandang dengan berganti baju, menggunakan sepatu boot khusus kandang. Barang yang akan masuk ke area farm pun harus didesinfeksi terlebih dahulu. Batasi tamu memasuki area peternakan dan tamu wajib mematuhi peraturan peternakan dengan spray desinfektan, menggunakan sepatu atau pakaian khusus. Setiap kendaraan yang masuk harus didesinfeksi dan melewati bak dipping dengan menggunakan desinfektan Medisep or Sporades. Karantina ternak baru yang baru datang selama minimal 14 hari dan desinfeksi area kandang selama masa karantina. Amati kesehatan setiap hari dan jika ada sapi yang menunjukkan gejala segera isolasi lakunan lakukan penanganan. Terapkan pula biosekuriti kandang dengan melakukan desinfeksi area kandang dan peralatan secara rutin didesinfeksi.
Menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh
Saat kedatangan dan selama masa karantina cek kesehatan sapi. Amati perilaku dan gejala yang muncul pada ternak serta lakukan observasi setiap hari. Terapkan program kesehatan yang baik mulai dari pemberian vitamin (ADE Plex Inj) and anthelmintic (Wormzol Suspension or Wormectin Liquid). Pemberian elektrolit juda membantu atasi stres paska transportasi akibat perubahan cuaca atau adaptasi serta perlakuan vaksinasi dan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Elektrolit membantu mengurangi kelelahan otot selama transportasi atau handling, mempertahankan kondisi cairan tubuh, mencegah penurunan performa metabolik otot. Pemberian vitamin C dalam Transolite akan berperan dalam menetralkan radikal bebas, mencegah kerusakan sel otot, meningkatkan sistem imun sehingga sapi lebih tahan terhadap stres dan infeksi. Transolite as a supplement containing vitamins, minerals and amino acids can help meet the nutritional needs of livestock when experiencing stress.
Fase kedatangan sapi adalah periode krusial. Sapi mengalami stres akibat transportasi, penanganan, perubahan lingkungan, dan adaptasi pakan. Prosedur ideal kedatangan sapi dengan perlakuan unloading yang minim faktor stres, pelaksanaan observasi rutin selama masa karantina, serta pemberian elektrolit dan ransum berkualitas akan membantu mempercepat pemulihan dan mencegah dampak kerugian.
