Treatment Air Minum, Kunci Pengendalian Colibacillosis

Table of Contents

Bapak Jaya – By Email

Di peternakan ayam layer saya sepertinya sedang mengalami masalah kualitas air dan kasus colibacillosis sering terjadi. Akibatnya dari pemeliharaan pullet sudah bermasalah. Lebih diperparah saat musim hujan. Bagaimana cara mengatasinya? Terima kasih.

Answer:

Terima kasih Bapak Jaya atas pertanyaan yang disampaikan. Penyakit Colibacillosis memang erat kaitannya dengan faktor kualitas air minum. Kasus penyakit colibacillosis di tahun 2025 masuk peringkat ke-4 penyakit ayam petelur pada pullet dan masuk fase produksi. Colibacillosis bisa terjadi dalam bentuk infeksi primer (infeksi tunggal E. Coli infection saja) atau sebagai infeksi sekunder mengikuti penyakit lain seperti CRD, korisa, IB, ILT, SHS, atau penyakit lainnya.

Bacteria E. Coli infection merupakan bakteri yang normal hidup pada saluran pencernaan ayam (flora normal). Namun dapat menimbulkan penyakit apabila populasinya meningkat. Pada kondisi abnormal, misalnya adanya penurunan imun tubuh serta terlalu tingginya cemaran E. Coli infection in the body, these bacteria will turn into pathogens. Incidence of infection E. Coli infection in chickens generally caused by strains Avian Pathogenic E. bra (APEC). Jika ayam terlanjur terserang Colibacillosis dapat menimbulkan dampak berupa gangguan pertumbuhan, bobot badan panen rendah, penurunan produksi telur, peningkatan jumlah ayam afkir, serta penurunan daya tetas telur dan kualitas anak ayam (DOC) sehingga menyebabkan kerugian usaha dalam jumlah yang cukup besar.

Colibacillosis dapat ditularkan melalui kontaminasi air minum ayam, litter, udara, dan feses. Bakteri E. Bra tinggi konsentrasinya di dalam feses yaitu sekitar 10⁶ tiap gram feses, bakteri ini yang kemudian berpotensi menyebar dan mengontaminasi debu, litter, dan air minum. Penyebaran E. Coli infection melalui air minum lebih dominan dan menjadi sorotan karena air minum merupakan media yang mudah membawa E. Coli infection masuk ke dalam tubuh ayam. Terlebih lagi ketika sudah terjadi penumpukan pertumbuhan alga dan mikroba termasuk E.coli di saluran pipa air, kemudian nantinya akan pecah dan menyebarkan kembali bakteri yang lebih banyak.

Bacteria E. Bra sangat mudah hidup dengan konsentrasi yang cukup banyak di permukaan genangan air. Sehingga jika ada genangan air yang terlalu dangkal ditambah dekat dengan sumber kontaminasi feses/cemaran sumur/rawa/sungai/septic tank, maka memiliki risiko besar terkontaminasi E. Bra baik itu saat musim hujan maupun kemarau. Pada musim hujan, air tanah maupun air permukaan sering mengalami peningkatan kontaminasi mikroba. Air hujan dapat membawa berbagai bahan organik, lumpur, serta kotoran yang masuk ke dalam sumber air peternakan. Perubahan suhu yang tidak stabil selama musim hujan juga dapat menyebabkan stres pada ayam. Stres lingkungan bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga ayam lebih rentan terhadap infeksi bakteri.

Pengamatan kualitas bakteri air di Laboratorium Medion beberapa diantaranya meliputi parameter cemaran E. Coli dan Coliform. Berdasarkan data yang disajikan pada Graphic 1, persentase ketidaksesuaian hasil uji bakteri air sepanjang tahun 2025 masih cukup tinggi pada 34-40%.

KT 1

Berdasarkan data pola kasus cemaran E. Coli dan Coliform yang Medion temukan dari hasil uji kualitas air (Graphic 2), dapat dilihat bahwa tingginya temuan pada bulan-bulan tertentu seperti Maret, Juni, Agustus dan Desember. Bulan-bulan tersebut di mana saat mengalami puncak musim, peralihan pancaroba dan kemarau. Sehingga perlu menjadi perhatian besar terhadap kualitas air di peternakan saat musim tersebut.

KT 2

Pengobatan pada Ayam Terkena Colibacillosis

Obat yang dapat digunakan untuk mengatasi infeksi Colibacillosis diantaranya yaitu Neo Meditril, Tinolin, or Proxan-S (pilih salah satu). Namun jika kondisi ayam sudah parah sehingga konsumsi air minum ayam menurun, pengobatan bisa dipertimbangkan menggunakan antibiotik via injeksi seperti Neo Meditrile-I or Tinolin Injection. Dalam pengobatan Colibacillosis ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, selain dosis, serta lama pemberian yang harus sesuai, perlu dilakukan rolling antibiotik dari golongan yang berbeda untuk menghindari resistensi antibiotik.

Perbaiki Manajemen dan Menjaga Kesehatan di Kala Musim Hujan

Akan lebih baik selain dengan pemberian obat/antibiotik pada ayam yang sakit, juga perlu dilakukannya perbaikan manajemen dan pemberian suplemen untuk menjaga kesehatan ayam, diantaranya :

  • Mengurangi stres pada saat pergantian musim dan perubahan cuaca secara tiba-tiba, perlu dilakukan untuk mempertahankan imunitas tetap baik. Hindari dan minimalkan faktor penyebab stres seperti pindah kandang, perlakuan vaksinasi atau lingkungan kandang yang tidak nyaman. Jika memang hal-hal tersebut harus dilakukan, sebaiknya dilakukan dengan hati-hati agar minim stres.
  • Mengatur sirkulasi udara dalam kandang dengan baik dan bersihkan debu di sekitar kandang karena berpotensi terkontaminasi E. Col. Usahakan agar sirkulasi udara baik, mudah berganti dan ayam merasa nyaman. Penerapan sistem closed house akan sangat membantu dalam menciptakan suasana nyaman di dalam kandang.
  • Maintenance management improvements such as density regulation, management litter agar tidak basah dan lembap, kecukupan nutrisi pada pakan, serta kontrol kadar amonia.
  • Implementation biosecurity yang baik seperti rutin melakukan sanitasi kandang, baik saat kosong kandang mapupun saat berisi ayam. Penerapan biosecurity 3 zona, membatasi tamu, hewan lain masuk ke lingkungan kandang. Desinfeksi peralatan (tempat ransum, tempat minum, dll.) menggunakan Medisep. Desinfeksi kandang dan lingkungan dengan Medisep or Neo Antisep every day to reduce the seeds of disease in the environment.
  • Lakukan juga pengendalian serangga seperti lalat dan nyamuk yang cenderung meningkat saat musim hujan.
  • Pemberian probiotik dengan menambahkan mikroba baik seperti Lactobacillus dan Bacillus ke dalam pakan atau air minum ayam dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus, terutama setelah pengobatan antibiotik atau saat ayam mengalami stres. Berikan Probiomix mempertahankan kesehatan pencernaan dan mengoptimalkan produktivitas.
  • Administration of organic acids such as Asortin, to maintain the balance of intestinal microflora by maintaining the optimum pH of the gastrointestinal tract, thereby improving the performance of chickens.
  • Administration of vitamins to increase appetite and endurance, for example Vita Stress, Imustim, or Fortevit.

Penanganan Masalah Kualitas Air

Salah satu upaya dalam mengendalikan permasalahan air adalah dengan rutin melakukan uji kualitas air. Kita dapat mengetahui parameter mana saja dalam kualitas air minum di farm ayam yang belum sesuai standar. Termasuk juga kita bisa mengetahui apakah adanya cemaran bakteri E. Bra and coliform di air minum tersebut. Uji kualitas air dilakukan secara periodik terutama pada saat musim hujan, kemarau dan pergantian musim. Sampel yang bisa diujikan yaitu air yang diambil dari sumber air, tandon/torn, dan nipple/talang air. Pengamatan kualitas biologi atau bakteri pada air dapat diukur secara kualitatif dan kuantitatif. Pengukuran kualitatif dengan melihat ada atau tidaknya cemaran bakteri. Sedangkan pengukuran kuantitatif dengan menghitung jumlah total cemaran bakteri seperti Coliform, Eschericia coli and Salmonella sp of 100 mL of water sample.

Selain itu, lakukan treatment air minum berikut :

  • Desinfeksi air minum dapat menggunakan Desinsep dengan dosis 30ml per 1000L air. Sebelum digunakan untuk melarutkan obat dan vitamin, air minum yang sudah dicampur Desinsep perlu diendapkan selama 6-8 jam.
  • Usage Water Treatment Plant (WTP) to process raw water into water that is suitable for consumption for livestock. Water Treatment Plant (WTP) is also able to maintain the quality of livestock drinking water according to standards.
  • Flushing by cleaning drinking water pipes using high pressure water (about 1.5-3 bar) or with a water spraying rate of 1 minute every 30 meters of paralon pipe. Flushing can be done routinely, especially after giving antibiotics, vitamins, and vaccines through drinking water. Rinsing with clean water will loosen substances that contribute to biofilm and clean the remnants that can clog the equipment. At least 1-2 months do flushing (spraying pressurized water) on paralon to minimize the formation of biofilm. We also have to clean and disinfect the water reservoir. Drain the torn at least once every 1 month or when the cage is empty. Before it is done flushing we recommend that the water pipe be emptied first until there is no remaining water. Action flushing it would be better to help with Bioflush. Bioflush it is a disinfectant containing hydrogen peroxide which has a broad spectrum and is effective in fighting various microorganisms, such as bacteria, viruses, fungi and spores. Hydrogen peroxide works by producing hydroxyl free radicals that attack membrane lipids, proteins, DNA, and other important cell components, causing damage to these components resulting in death in microorganism cells. So that Bioflush effective in eradicating causative microbes biofilm pada tangki dan saluran air di peternakan unggas. Bioflush memiliki efektivitas 2,22x lebih tinggi membunuh bakteri E. coli dibandingkan dengan fenol. Bioflush also safe can be used for disinfection of cage contents and has a low level of irritation to livestock as well as the skin of human hands. Bioflush does not affect the smell, taste and color of livestock drinking water so as not to cause stains on torn/drinking water pipes.
Share Article:
Subscribe Now

Latest updates on livestock and pet care.