Tanda Anjing Cacingan dan Cara Mengobatinya

Daftar isi

Penyakit cacingan bisa saja mengganggu kesehatan anjing kesayanganmu kapan saja. Penyakit ini tidak memandang usia, mulai dari anak anjing atau puppy hingga anjing dewasa memiliki risiko terserang cacingan. Meskipun kejadian cacingan pada anjing tidak sedikit, sering kali penyakit ini masih diabaikan oleh pemiliknya. Kenyatannya tanpa penanganan yang tepat, cacing di tubuh anjing dapat terus berkembang dan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Oleh karena itu, memahami risiko dan cara penanganannya adalah tanggung jawab penting bagi setiap pemilik hewan kesayangan di rumah.

Jenis-Jenis Cacing yang Sering Menyerang Kesehatan Anjing

Ada beberapa jenis cacing yang dapat menyerang kesehatan anjing, berikut adalah contohnya :

  • Cacing gelang (roundworm), cacing ini cukup sering ditemukan terutama pada anak anjing. Bentuknya memanjang menyerupai mie instan dengan panjang bisa mencapai 10 – 15 cm.
  • Cacing kait (hookworm), sesuai dengan namanya cacing ini memiliki bagian mulut menyerupai kait untuk menempel pada dinding usus. Ukuran dari cacing ini cukup kecil sehingga tidak bisa terlihat dengan mata secara langsung.
  • Cacing pita (tapeworm), cacing ini memiliki bentuk tubuh yang datar dan bersegmen-segmen. Pada kasus cacingan yang cukup parah cacing ini bisa keluar bersama dengan feses, namun cacing yang keluar tersebut bukan tubuh cacing yang utuh melainkan hanya ptongan/segmen tubuh yang terlepas saja.
  • Cacing cambuk (whipworm), cacing ini memiliki tubuh yang tebal di satu ujung dan tipis di ujung lainnya seperti cambuk.
pet 1
Cacing gelang
pet 2
Cacing kait
pet 3
cacing pita
pet 4
cacing cambuk

Gejala Klinis dan Penularan Cacingan pada Anjing

Gejala yang terlihat apabila anjing mengalami cacingan dapat bermacam-macam tergantung tingkat keparahan dan jenis cacingnya. Umumnya organ tubuh yang paling terdampak adalah organ pada saluran pencernaan seperti usus halus dan usus besar anjing. Beberapa gejala yang mudah terlihat seperti terjadi penurunan berat badan, kondisi rambut yang kusam, dan diare. Kasus cacingan yang parah akibat cacing gelang dapat menyebabkan anjing muntah disertai adanya cacing yang ikut keluar. Sedangkan cacing kait dapat menyebabkan anemia ditandai dengan anjing yang terlihat pucat. Diare disertai dengan darah pun dapat terjadi akibat adanya serangan cacing cambuk. Apabila kasus cacingan ini dibiarkan saja dan kejadiannya semakin parah maka tidak menutup kemungkinan dapat menyebabkan kematian.

pet 5 1
Muntah anjing disertai dengan adanya cacing.

Anjing dapat tertular penyakit cacingan melalui berbagai macam rute penularan sesuai dengan jenis cacingnya. Berikut ini beberapa rute penularan yang perlu diwaspadai :

  • Memakan larva cacing yang terdapat pada pakan atau lingkungan terkontaminasi
  • Transmamari atau melalui air susu saat anak anjing menyusu ke induknya (penularan cacing kait)
  • Transplasenta atau melalui plasenta saat masih dalam kandungan (penularan cacing gelang)
  • Memakan pinjal yang mengandung larva cacing (penularan cacing pita)

Selain perlu mewaspai penularan cacingan pada anjing, pemilik anjing pun perlu berhati-hati karena penyakit cacingan pun dapat menular ke manusia (zoonosis).

Penanganan dan Pencegahan Penyakit Cacingan

Anjing yang sudah diketahui sedang mengalami cacingan perlu segera diobati supaya kasusnya tidak semakin parah. Pemeriksaan dapat dilakukan di klinik dokter hewan untuk melihat gejala klinis lebih menyeluruh disertai pemeriksaan sampel feses secara mikroskopis untuk memastikan jenis cacing yang menginfeksi tubuh anjing. Pemberian obat cacing spektrum luas seperti Golden Pet Deworming for Dogs dapat diberikan untuk mengatasi cacing gelang, cacing kait, cacing cambuk dan cacing pita yang mungkin ada pada tubuh anjing. Selain itu, penanganan lainnya dapat diberikan sesuai dengan gejala yang terlihat dari hasil pemeriksaan dokter hewan. Contohnya seperti pemberian suplemen untuk meningkatkan nafsu makan, daya tahan tubuh dan mengatasi anemia.

Pencegahan lebih penting dilakukan sebelum kasus penyakit cacingan terjadi dan ini menjadi salah satu bentuk tanggung jawab sebagai pemilik hewan. Beberapa upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah :

  • Terapkan program pemberian obat cacing mulai dari anak anjing. Berikan Golden Pet Deworming for Dogs setiap 2 minggu sekali sejak anjing berumur 2 minggu hingga 3 bulan. Selanjutnya sejak anjing berumur 3 – 6 bulan dapat diberikan setiap 1 bulan sekali dan setelah berumur lebih dari 6 bulan dapat diberikan setiap 3 bulan sekali. Program pemberian obat cacing secara rutin dapat memutus siklus hidup cacing sehingga menurunkan penularan dan kasus cacingan pada hewan kesayangan di rumah.
  • Berikan obat anti ektoparasit (Golden Pet Anti Flea & Tick for Dogs) agar anjing terbebas dari pinjal sebagai vektor penularan cacing pita.
  • Apabila ada banyak anjing dalam satu rumah, maka pastikan semua anjing mendapat program obat cacing (Golden Pet Deworming for Dogs) dan anti ektoparasit (Golden Pet Anti Flea & Tick for Dogs) supaya mencegah penularan silang.
  • Menjaga kebersihan lingkungan dengan rutin membersihkan kotoran yang ada supaya telur cacing tidak mengkontaminasi lingkungan, pakan atau media lainnya.
  • Hindari memberikan daging mentah atau jeroan yang tidak dimasak dengan sempurna karena dapat mengandung larva cacing. Bersihkan juga wadah tempat pakan setiap hari.
  • Berikan air minum yang bersih dan selalu bersihkan wadahnya setiap hari.

Kesehatan anjing bergantung pada perhatian pemiliknya yang harus dilakukan konsisten setiap hari. Tanggung jawab sebagai pemilik hewan kesayangan dapat dimulai dengan lebih memerhatikan risiko kasus penyakit cacingan dan mewaspadainya dengan melakukan tindakan pencegahan. Dengan demikian anjing kesayangan begitu juga dengan pemiliknya akan terbebas dari penyakit seperti cacingan.

Topik Terkait

Saat ini, topik belum tersedia.
Bagikan Artikel:
Berlangganan sekarang

Update informasi terkini seputar peternakan dan hewan kesayangan.