Perkembangan genetika ayam pedaging (broiler) sejalan dengan perbaikan mutu genetik yang dilakukan oleh para ahli. Tujuan utama beternak ayam broiler adalah untuk memproduksi daging. Karena itu, para ahli terus mengembangkan strain ayam yang menghasilkan produksi daging berkualitas dengan tingkat efisiensi pakan yang tinggi. Perbaikan genetik ini juga menghasilan perubahan morfologi antara lain:

  1. Pertumbuhan lebih cepat

    Ayam broiler dapat mencapai berat badan 2.191 g dalam waktu 35 hari (Cobb 500 Broiler Performance & Nutrition Suplement, 2015). Dari tahun ke tahun pertumbuhannya semakin cepat dan semakin efisien dalam mengonversi pakan menjadi daging (FCR). Bahkan jika manajemen pemeliharaan yang diterapkan sangat baik, bukan hal yang mustahil bila performa ayam broiler yang diperoleh melebihi standar performa yang telah ditetapkan perusahaan pembibit/ breeder.

  2. Daging dada lebih besar

    Para ahli genetik terus berusaha mengoptimalkan pertumbuhan daging di bagian dada. Namun hal tersebut berimbas, saat ini ayam broiler menjadi lebih bungkuk dan aktivitas geraknya sedikit.

  3. Bulu lebih sedikit

    Dalam pembentukan bulu dibutuhkan asupan nutrisi yang cukup banyak. Dengan bulu yang lebih sedikit, pemanfaatan pakan untuk pertumbuhan berat badan akan jauh lebih optimal. Namun, ayam akan menjadi lebih sensitif terhadap perubahan suhu dan kelembapan lingkungan. Sehingga pengontrolan suhu dan kelembapan kandang harus rutin dilakukan berkala.

 

Potensi genetik akan optimal apabila didukung oleh faktor lingkungan yang sesuai dengan kondisi tumbuh kembang ayam tersebut. Perkembangan ini bukan tanpa kendala, meskipun waktu pemeliharaannya relatif sebentar. Tentunya harus diantisipasi dari awal pemeliharaan ayam terutama pada masa-masa kritis pemeliharaan.

Masa Kritis Ayam Broiler

Masa kritis ayam broiler adalah masa dimana ayam mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Masa kritis terjadi pada 2 minggu pertama pemeliharaan ayam. Bisa dibilang juga saat masa indukan anak ayam atau masa brooding. Ibaratnya seperti bayi yang baru lahir, biasanya akan dirawat diruang khusus agar pengawasan lebih intensif, bahkan kadang perlu dirawat diruang inkubator untuk mendapatkan penghangat.

Begitupun pada ayam yang sedang dalam masa kritis, perlu diberikan monitoring lebih agar pertumbuhannya optimal. Kenapa penting? Karena pada masa ini sistem pencernaan dan sistem kekebalan belum sempurna dan belum siap dengan perubahan lingkungan. Pada periode ini akan terjadi proses perbanyakan sel (hiperplasia) untuk perkembangan organ dan sistem vital anak ayam, diantaranya:

  1. Sistem kekebalan tubuh

    Kekebalan yang berperan pada masa ini ada 2 yaitu kekebalan pasif dan aktif. Kekebalan pasif merupakan kekebalan yang ditransfer dari induk ayam melalui kuning telur (maternal immunity/ antibodi maternal). Oleh karena itu, penyerapan sisa kuning telur harus berlangsung cepat dan tuntas. Sedangkan kekebalan aktif dihasilkan dari pemberian vaksin (vaksinasi) maupun infeksi virus lapangan.

  2. Di lapangan, antibodi maternal tidak akan bertahan dalam jangka waktu lama dan akan berkurang (menurun) kadarnya secara periodik. Mengingat tantangan bibit penyakit di sekitar ayam relatif tinggi, maka kita perlu melakukan vaksinasi secara berkala. Vaksinasi harus dilakukan dengan tepat (tepat vaksin, tepat dosis, tepat aplikasi, dan tepat waktu) agar berhasil menggertak antibodi/kekebalan secara optimal.

  3. Pencernaan

    Ketika masih di mesin tetas, organ pencernaan anak ayam secara anatomi belum berkembang dan berfungsi. Segera setelah anak ayam menetas, organ pencernaan tersebut, terutama proventrikulus, gizzard/ampela, dan usus, akan mengalami perubahan morfologi (bertambah besar ukuran/ diameter dan panjangnya) dan fisiologi (mulai diproduksinya enzim pencernaan).

    Organ pencernaan berkembang pesat pada hari ke-4 sampai ke-6, dan mulai menurun pada hari ke-10 (Noy and Sklan, 1997). Perkembangan ukuran organ pencernaan dan enzim-enzim ini nantinya akan mempengaruhi proses metabolisme dan penyerapan nutrisi pakan. Agar organ pencernaan cepat berkembang, disinilah pentingnya memastikan feed intake anak ayam tercapai maksimal sejak hari pertama chick in.

  4. Sistem termoregulasi (pengaturan suhu tubuh)

    Anak ayam tidak bisa mengatur suhu tubuhnya 5 hari pertama pemeliharaan (bersifat poikilotermic) sampai umur 14 hari belum sepenuhnya mampu mengatur suhu tubuh. Dengan kata lain, suhu tubuh anak ayam sangat dipengaruhi suhu lingkungan. Oleh karena itu, suhu kandang harus selalu diperhatikan.

  5. Kerangka tubuh (tulang) dan bulu

    Kerangka tubuh anak ayam berkembang seiring bertambahnya umur. Perkembangan rangka ini meliputi pertambahan massa, tebal, dan panjang tulang. Pembentukan kerangka tubuh yang optimal akan mampu menopang pertumbuhan berat badan yang cepat dan menekan afkir yang diakibatkan oleh kelumpuhan atau cacat.

Masalah yang Sering Dijumpai

Bahasan mengenai masa kritis pemeliharaan ayam broiler memang tidak akan ada habisnya, fakta di lapangan menunjukkan faktor manajemen pemeliharaan berperan penting dalam menghasilkan performa ayam. Namun demikian, kadang peternak tidak menyadari hal tersebut sehingga kadang lalai dalam menjaga agar ayam mendapat kondisi yang nyaman untuk pertumbuhan. Diantaranya yaitu:

  1. Kandang belum siap menjelang penerimaan DOC (chick in)

    Kondisi tersebut dapat terjadi terutama jika masa istirahat (kosong kandang) singkat, sehingga peternak belum sempat melakukan pembersihan kandang atau peralatan secara menyeluruh. Jika hal ini terjadi, maka dapat menyebabkan DOC tidak segera mendapat tempat tinggal yang nyaman.

  2. Kandang indukan terlalu padat

    Dengan alasan efisiensi, kandang indukan diisi dengan jumlah ayam yang melebihi kapasitas, sehingga hal ini dapat menyebabkan persaingan dalam mendapatkan makan, minum dan udara bersih antar ayam.

  3. Kesalahan manajemen tirai

    Karena alasan takut kedinginan pada masa brooding, biasanya tirai kandang akan ditutup total dengan tujuan agar panas dari brooder terfokus. Hal ini dapat berpengaruh terhadap kelancaran sirkulasi udara bersih dan kotor bahkan hingga menjadi faktor pemicu infeksi penyakit contohnya penyakit pernapasan. Ayam juga akan mengalami panting (megap-megap) karena kandungan O2 berkurang. Ditambah dengan manajemen litter yang kurang baik, sebagai contoh terlalu lembap atau kering.

 

  1. Ayam kedinginan

    Kondisi kedinginan sendiri biasanya akibat peternak terlalu efisien pemanas, sehingga kapasitas pemanas yang seharusnya untuk 1.000 ekor digunakan lebih dari 1.000 ekor.

  2. Tidak melakukan cek ulang kandang

    Peternak akan tahu pertumbuhan dan perkembangan anak ayam jika rajin mengecek kondisi anak ayam, apakah pemanas cukup, apakah feed intake masuk, dll. Namun kadang hal-hal seperti ini masih disepelekan.

Membentuk Daging Berkualitas

Bagaimana agar masa kritis pada ayam dapat terlewati dengan baik? Sehingga target yang kita harapkan, ayam dapat tumbuh dengan optimal dapat tercapai. Ada 5 poin penting yang harus kita perhatikan, yaitu:

  1. Manajemen brooding optimal

    Masa kritis atau periode brooding terjadi pada ayam umur 0 – 2 minggu. Kegagalan pemeliharaan ayam broiler pada masa brooding akan mempersulit pencapaian produktivitas ayam pada fase pemeliharaan selanjutnya. Untuk mempersiapkan fase brooding yang baik, maka peternak perlu mempersiapkan kandang yang bersih dan nyaman sebelum chick in.

  • Kebersihan kandang mempunyai pengaruh sangat besar terhadap kesehatan dan performa ayam. Saat kondisi kandang kotor, konsentrasi bibit penyakit masih tinggi sehingga peluang ayam terserang penyakit makin besar. Sebaliknya, saat kondisi kandang bersih dan telah didesinfeksi, konsentrasi bibit penyakit akan menurun sehingga tantangan bibit penyakit berkurang dan ayam lebih aman. Pembersihan kandang harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencucian kandang, peralatan, pengeluaran litter dan feses, hingga pengapuran, dan desinfeksi.

    Dalam pembuatan chick guard (sekat ayam), peternak dianjurkan menggunakan seng dan dibentuk menjadi lingkaran atau elips. Untuk luasan chick guard, dapat disesuaikan dengan populasi DOC yang akan dipelihara. Setiap 1 m² dapat menampung 50-60 ekor DOC dan satu luasan chick guard tidak lebih dari 1.000 ekor DOC.

  • Pasang pemanas membentuk sudut 15° yang berfungsi menyebarkan panas secara merata ke area yang lebih luas sehingga DOC tersebar dan mengurangi risiko kematian akibat berdesak-desakan. Satu buah pemanas gas seperti IGM (Indukan Gas Medion) dapat digunakan untuk memanaskan 750-1.000 ekor DOC.

  • Lakukan istirahat kandang minimal 14 hari, dimulai setelah semua proses pembersihan dan desinfeksi kandang selesai. Tujuannya ialah memutus siklus hidup bibit penyakit secara optimal sehingga tidak menemukan inang (ayam) untuk tumbuh dan mencemari kandang. Saat masa istirahat kandang, semua tirai kandang ditutup dan batasi segala aktivitas di kandang dan sekitarnya.

  1. Nutrisi dan air minum tercukupi

    Pada masa kritis, semakin cepat anak ayam mengonsumsi pakan, maka semakin cepat pula organ-organ pencernaan, sistem kekebalan, sistem thermoregulasi, dan kerangka tubuh anak ayam berkembang, sehingga standar berat badan pun cepat tercapai. Panda et al., (2006) melaporkan bahwa anak ayam yang tidak diberi pakan dan air minum dalam kurun waktu 48 jam setelah menetas, bisa turun berat badannya sebesar 7,8% dari berat awal. Oleh karena itu, saat DOC tiba:

  • Berikan air gula 2-5% (20-50 gram gula merah dalam 1 liter air minum) segera setelah DOC dilepas dalam kandang brooding untuk mengganti energi yang hilang saat perjalanan.

  • Bersamaan dengan pemberian air minum, berikan pakan sedikit demi sedikit ke dalam tempat pakan. Daya tampung tembolok DOC yang terbatas dan terjaganya kesegaran pakan adalah alasan pakan harus diberikan sedikit-sedikit dengan frekuesi pemberian yang sering. Keuntungan lain yaitu peternak bisa sekaligus mengontrol kondisi ayam.

  • Tempat pakan dan minum harus disediakan sesuai dengan jumlah ayam. Distribusinya pun harus merata agar semua ayam bisa makan dan minum bersama-sama. Kita harus memastikan distribusi pakan ayam cukup, jadi tempat makan dan minum harus memadai untuk seluruh ayam, jangan sampai ada ayam yang tidak mendapatkan pakan dan air minum.

  1. Ketersediaan udara segar

    Ketersediaan udara bersih sangat penting karena salah satu komponen udara adalah gas oksigen yang berperan besar dalam proses metabolisme ayam. Jika oksigen di dalam kandang kurang, maka kesehatan ayam akan terganggu. Apalagi jika di dalam kandang banyak gas-gas berbahaya seperti amonia dan CO2.

    Untuk menciptakan udara bersih, salah satunya dengan pengaturan buka tutup tirai kandang. Namun pengaturan ini harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan terutama suhu dan kecepatan angin di sekitar kandang. Pada musim hujan dan cuaca sangat dingin, pasang tirai tambahan (tirai dalam) untuk melindungi anak ayam selama masa brooding. Jangan pernah menutup kandang brooding seluruhnya tanpa celah sedikit pun. Hal itu bisa mengurangi kandungan O2 dan meningkatkan gas beracun seperti CO2 serta amonia. Akibatnya sistem pernapasan ayam akan terganggu.

    Selain pengaturan tirai, kecukupan udara bersih dapat dilakukan dengan mengatur kepadatan kandang. Kandang yang terlalu padat dapat menyebabkan suhu didalam kandang lebih pengap dan panas, sehingga menyebabkan konsumsi air minum meningkat yang berakibat feses menjadi lebih basah. Hal ini dapat memicu tingginya gas amonia. Sebaiknya kepadatan ayam di kandang diatur sesuai penambahan umur/peningkatan bobot badan ayam (Tabel 3).

 

  1. Manajemen kesehatan terjaga

    Untuk menjaga agar ayam dalam kondisi sehat, dapat dilakukan dengan :

  • Program vaksinasi sesuai kondisi daerah.

    Tujuan vaksinasi adalah mengertak pembentukan kekebalan/antibodi dari dalam tubuh untuk mencegah adanya infeksi penyakit. Dari gambaran penyakit yang menyerang ayam broiler maka vaksin yang wajib diberikan untuk ayam broiler yaitu ND, Gumboro dan AI. Namun perlu dipertimbangkan vaksinasi IB dan korisa jika daerah tersebut rawan terhadap penyakit IB dan korisa. Program kegiatan vaksinasi dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing peternakan (sejarah dan tingkat kerawanan penyakit).

  • Program medikasi atau pemberian obat dan vitamin

    Bisa dilakukan cleaning program (pencegahan) yaitu memberikan antibiotik spektrum luas untuk mencegah infeksi penyakit sebelum bibit penyakit masuk kedalam tubuh ayam. Cleaning program diberikan 3-4 hari sebelum terjadinya outbreak penyakit (munculnya gejala klinis) berdasarkan riwayat kasus pada pemeliharaan sebelumnya. Misalnya, pada periode pemeliharan sebelumnya ayam terserang penyakit CRD umur 20-21 hari, maka pada periode pemeliharaan selanjutnya dapat diberikan antibiotik sebagai langkah pencegahan pada umur 17-19 hari. Antibiotik yang diberikan yaitu Proxan-S, Doctril, atau Collimezyn. Selain itu, berikan terapi suportif untuk menjaga stamina atau membantu pertumbuhan ayam dengan memberikan vitamin seperti Vita Stress, Neobro atau Strong N Fit dan imunostimulan (Imustim) untuk mencegah infeksi penyakit

 

  • Biosekuriti secara ketat

Biosekuriti bertujuan untuk mencegah bibit penyakit masuk ke peternakan dan menyebar keluar dari peternakan. Sebagai peternak, kita suatu keharusan untuk menerapkan biosekuriti secara ketat. Pengendalian lalu lintas kendaraan dan sarana peternakan perlu dilakukan. Karena dapat berperan sebagai vektor/pembawa bibit penyakit. Yang tak kalah penting lagi adalah pengaturan jadwal kunjungan operator/PPL yang membawahi beberapa kandang, saat kunjungan harus diawali dari ayam berumur muda baru ke ayam tua atau ayam sehat ke ayam sakit. Jika sebelumnya kunjungan ke ayam sakit maka tidak boleh berkunjung ke kandang ayam sehat karena operator pun bisa menjadi sumber pembawa bibit penyakit.

Kegiatan biosekuriti yang tak kalah penting adalah sanitasi dan desinfeksi yaitu memastikan TRA dan TMA rutin dicuci dan didesinfeksi menggunakan desinfektan seperti Medisep, Zaldes atau Sporades.Serta desinfeksi mobil tamu, tamu yang berkunjung, dan kandang isi terutama saat terjadi wabah penyakit. Desinfeksi ini akan meminimalkan jumlah bibit penyakit di lingkungan kandang.

 

  1. Kontrol kondisi ayam

    Agar tidak kecolongan saat pemeliharaan ayam maka kita perlu melakukan pengecekan dan pengontrolan terhadap ayam. Pengontrolan sebaiknya dilakukan lebih intensif saat awal pemeliharaan, seperti melakukan pengecekan tembolok dan kaki anak ayam 2-3 jam setelah pemberian ransum pertama. Anak ayam dikatakan nyaman jika sudah ditemukan minimal 75% dari sampel anak dengan tembolok terasa penuh, kenyal dan lunak, serta saat kakai disentuh terasa hangat. Kontrol selalu kondisi ayam dan kandang supaya ayam merasa nyaman, terlebih untuk suhu dan kelembapan kandang yang dapat digambarkan dengan aktivitas dan penyebaran anak ayam.

    Selain dengan mengecek secara langsung, yang bisa dilakukan adalah dengan melihat isian data recording (catatan produksi). Dengan melihat recording dapat melihat hasil kerja dan membantu analisa jika terjadi masalah. Namun belum semua peternak disiplin dalam mengisi recording.

    Dari seluruh bahasan di atas bisa kita simpulkan bahwa masa kritis merupakan masa penentuan hasil akhir. Peternak wajib memperhatikan keseimbangan antara manajemen pemeliharaan optimal dan pencapaian bobot badan tepat waktu. Salam.


Info Medion Edisi Agustus 2017

Jika Anda akan mengutip artikel ini, harap mencantumkan artikel bersumber dari Info Medion Online (http://info.medion.co.id).

Strategi Melewati Masa Kritis Broiler
Subscribe To Our Newsletter
We respect your privacy. Your information is safe and will never be shared.
Don't miss out. Subscribe today.
×
×
WordPress Popup Plugin