Sejak diterapkan pembatasan penggunaan feed additive berupa Antibiotic Growth Promotor (AGP), bermunculan tantangan bagi industri perunggasan seperti lonjakan penyakit pencernaan, penurunan performa pertumbuhan dan produksi, tuntutan biosekuriti yang ketat serta kebutuhan alternatif pengganti AGP yang efektif. Pembatasan tersebut berkaitan dengan adanya residu dalam daging, telur dan produk unggas lainnya yang menyebabkan terjadinya resistensi antimikroba (AMR), di mana bakteri patogen menjadi kebal terhadap antibiotik yang biasa digunakan dalam dunia medis.

Antibiotic Growth Promotor (AGP) pada pakan unggas bertujuan untuk mengeliminasi bakteri patogen dalam saluran cerna, sehingga membantu mengoptimalkan performa dan mengurangi terjadinya penyakit pencernaan. Di lapangan terdapat berbagai jenis alternatif AGP untuk memastikan fungsi yang sama, seperti probiotik, prebiotik, fitobiotik, acidifier, enzim, dll. Hal ini dilakukan untuk menjamin pemeliharaan dan produksi produk unggas yang aman dan sehat. Berikut jenis-jenis alternatif AGP yang dapat digunakan antara lain :

Dari beberapa jenis alternatif AGP yang dapat dipilih, salah satunya yang sering digunakan di lapangan yaitu probiotik. Beberapa penelitian telah membuktikan penggunaan probiotik dapat mendukung kesehatan dan performa ayam. Selain itu, hasil produk akhir terjamin lebih aman dan sehat dikonsumsi oleh konsumen.
Pengertian & Jenis Probiotik untuk Ayam
Probiotik merupakan mikroba hidup yang diberikan langsung pada ternak dengan tujuan meningkatkan keseimbangan mikroba dalam pencernaan dan mengurangi mikroba yang tidak dihendaki seperti E. Coli, Salmonella, Clostridium, dll (Fuller, 1997). Menurut Priastoto et al. (2016) probiotik adalah feed additive berupa mikroba hidup yang memberikan keuntungan pada saluran pencernaan inang. Beberapa probiotik menghasilkan enzim pencernaan yang dapat meningkatkan konsentrasi enzim pencernaan pada saluran pencernaan inang sehingga meningkatkan kecernaan nutrien.
Mikrobiota adalah kumpulan dari berbagai mikroba hidup dalam saluran cerna terdiri dari bakteri, fungi dan protozoa. Mikroba yang digunakan sebagai probiotik sangat banyak jenisnya. Tidak semua mikroba dapat dijadikan sebagai probiotik, kecuali mikroba yang dapat memenuhi persyaratan kriteria tertentu. Syarat mikroba yang dapat digunakan sebagai probiotik antara lain (Gaggia et al. 2010 dalam Zurmiati et al. 2014) :
- Nontoksik dan nonpatogenik
- Identifikasi taksonomi yang jelas
- Dapat hidup dalam spesies target
- Mampu bertahan, berkolonisasi dan bermetabolisme secara aktif dalam target (tahan terhadap cairan pencernaan dan empedu, persisten dalam saluran cerna, menempel pada ephitelium atau mucus serta berkompetisi dengan mikroflora inang)
- Memproduksi senyawa antimikrobial
- Antagonis terhadap patogen
- Dapat merubah respon imun
- Tidak berubah dan stabil pada waktu proses penyimpanan dan di lapangan
- Bertahan hidup pada populasi yang tinggi
- Mempunyai sifat organoleptik yang baik
Faktor kunci pemilihan jenis mikroba probiotik yang baik adalah probiotik haruslah bertahan hidup dalam saluran pencernaan setelah melewati lambung (tahan terhadap kondisi asam dan garam empedu). Berikut beberapa jenis mikroba yang digunakan sebagai probiotik :

Mikroba yang umum digunakan sebagai feed additive unggas antara lain Lactobacillus sp, Bifidobacterium sp, Bacillus sp. dan Saccharomyces cereviceae. Kelebihan probiotik berupa bakteri Lactobacillus dapat menjaga kesehatan usus dan menekan bakteri patogen. Bakteri Bacillus sangat stabil di lingkungan ekstrem dan membantu penyerapan nutrisi. Bakteri Bifidobacterium dapat menghasilkan asam organik untuk menghambat bakteri patogen di saluran cerna unggas. Saccharomyces cerevisiae menciptakan kondisi anaerob (tanpa oksigen) yang disukai mikroba bakteri baik. Kombinasi beberapa jenis probiotik (multi-strain) umumnya memberikan efek sinergis yang lebih efektif dalam menjaga keseimbangan mikrobiota saluran cerna dibandingkan hanya menggunakan satu jenis mikroba saja.
Mekanisme Cara Kerja Probiotik dalam Pencernaan Ayam

Mekanisme kerja probiotik pada unggas secara umum dengan menyeimbangkan mikrobiota saluran cerna, melalui beberapa cara antara lain berkompetisi tempat dan nutrisi, memproduksi zat antimikroba, meningkatkan sistem kekebalan (imunitas) serta mengoptimalisasi pencernaan dan penyerapan nutrisi. Tujuan utama yang diharapkan mencapai keseimbangan mikrobiota yang optimal, yaitu mikroba yang menguntungkan (mikroba baik) populasinya lebih banyak dibandingkan populasi mikroba yang merugikan (patogen). Perbandingan yang direkomendasikan dalam saluran cerna sekitar 85% : 15%. Berikut beberapa mekanisme kerja probiotik secara rinci dalam saluran cerna :
a. Berkompetisi tempat dan nutrisi
Probiotik memiliki kemampuan untuk bertahan hidup dalam saluran pencernaan dan menempel pada sel-sel usus. Hal ini merupakan tahap awal untuk kolonisasi dan selanjutnya memodifikasi sistem kekebalan inangnya. Kemampuan menempel yang kuat pada sel-sel usus ini akan menyebabkan mikroba probiotik mendominasi dan mikroba patogen tereduksi dari sel-sel usus inang sehingga pertumbuhan mikroba patogen terhambat (Zurmiati et al. 2014).
Mikroba probiotik menghambat mikroba patogen dengan berkompetisi mendapatkan substrat bahan makanan untuk difermentasi. Substrat makanan tersebut diperlukan agar mikroba probiotik dapat berkembang dengan baik. Makanan untuk mikroba probiotik yang menguntungkan di dalam saluran pencernaan disebut juga prebiotik. Prebiotik umumnya berasal dari bahan-bahan pakan yang banyak mengandung serat. Prebiotik juga dapat diberikan secara terpisah melalui feed additive dalam pakan seperti Frukto-oligosakarida (FOS), Mannan-oligosakarida (MOS), inulin dan ß-glukan.
b. Memproduksi zat antimikroba
Kemampuan mikroba probiotik mengeluarkan toksin dapat menghambat perkembangan mikroba patogen dalam saluran cerna. Toksin-toksin yang dihasilkan tersebut merupakan antibiotika bagi mikroba patogen. Probiotik dapat menghasilkan asam organik yang dihasilkan oleh bakteri asam laktat, seperti asam laktat dan asam asetat yang dapat menurunkan pH saluran cerna. Selain itu, probiotik juga menghasilkan senyawa peroksida yang bersifat antagonis terhadap bakteri patogen.
c. Peningkatan sistem kekebalan
Probiotik dapat meningkatkan sistem kekebalan atau memodulasi sel imun yaitu dengan cara mengaktifkan sel-sel kekebalan dan meningkatkan antibodi (merangsang sekreksi imunoglobulin A). Kondisi tersebut membantu meningkatkan sistem kekebalan ayam dan mengeliminasi terjadinya penyakit terutama kasus pencernaan.
d. Optimalisasi pencernaan dan penyerapan nutrisi
Beberapa probiotik dapat menghasilkan enzim pencernaan seperti amilase, protease dan lipase yang dapat membantu meningkatkan konsentrasi enzim pencernaan dalam saluran pencernaan inang, sehingga kecernaan dan penyerapan nutrisi lebih optimal.
Manfaat Probiotik bagi Ayam
Berbagai tantangan penyakit saluran pencernaan sering muncul dan terkadang sulit untuk dihindari oleh peternak karena faktor pergantian musim, variasi kualitas bahan pakan, menejemen pemeliharaan yang kurang tepat, dll. Berikut data insidensi penyakit yang dikumpulkan oleh tim Technical Education and Consultation Medion untuk 3 semester terakhir. Data ini dapat digunakan sebagai referensi pengendalian dan pencegahan kasus pencernaan yang dapat mengganggu produktivitas dan kesehatan unggas.

Pencegahan lebih baik dilakukan dibandingkan pengobatan ketika ayam sudah sakit, salah satunya penggunaan probiotik dalam peternakan ayam dapat berperan penting sebagai alternatif alami pengganti antibiotik (Antibiotic Growth Promoters/AGP) guna mengoptimalkan kesehatan dan produktivitas secara berkelanjutan. Berikut beberapa manfaat penggunaan probiotik bagi ayam antara lain :
1. Meningkatkan performa ayam
Performa ayam yang optimal didukung oleh nutrisi yang tepat dan seimbang, tidak hanya nutrisi makro dan mikro. Kesehatan saluran cerna perlu diperhatikan agar pencernaan dan penyerapan nutrisi optimal. Salah satu feed additive yang berperan dalam menjaga kesehatan saluran cerna unggas yaitu probiotik. Probiotik membantu menghasilkan enzim pencernaan dalam saluran cerna sehingga kecernaan nutrisi optimal. Tercernanya nutrisi secara baik sehingga penyerapan nutrisi juga optimal. Hal ini berkorelasi positif dengan performa ayam yang dihasilkan baik produksi daging atau telurnya.

Kondisi saluran cerna yang baik menjadi kunci penyerapan nutrisi, jika ditemukan kondisi pakan yang tidak tercerna sempurna, terdapat indikasi terjadinya gangguan saluran cerna. Evaluasi faktor penyebab dan sebagai pencegahan dapat mempertimbangkan penambahan probiotik untuk membantu meredakan peradangan pada saluran pencernaan ayam dengan cara menekan pertumbuhan bakteri jahat, memperbaiki lapisan usus yang rusak, dan menyeimbangkan mikrobiota usus. Hasil penelitian penambahan probiotik pada pakan juga dapat meningkatkan performa ayam petelur dibandingkan dengan kontrol (tanpa penambahan probiotik). Menurut Deleon et al. (2023) yang menyatakan bahwa penambahan Bacillus subtilis pada ayam petelur, menunjukan hasil performa dapat meningkat untuk parameter produksi telur, berat telur, egg mass, dan FCR.

2. Meningkatkan sistem imunitas/kesehatan
Sistem imunitas diibaratkan pondasi utama bagi unggas karena berfungsi sebagai benteng pertahanan garis depan yang melindungi tubuh dari serangan patogen. Salah satunya yang berperan dalam saluran cerna yaitu mikrobiota usus, mikroba baik bersaing dengan patogen dan bertahan menjaga komposisi keseimbangannya. Penambahan probiotik sebagai feed additive dapat memodifikasi komposisi antara mikroba baik dan patogen, dengan cara berkompetisi tempat (exclusion competitive) dan nutrisi dalam saluran cerna. Selain itu juga dapat, mengeluarkan zat antimikroba yang menekan pertumbuhan mikroba patogen. Dengan meningkatnya populasi mikroba baik, maka akan berkorelasi dengan meningkatnya sistem kekebalan sehingga ayam akan terhindar dari serangan penyakit yang merebak.
3. Mengurangi bau amoniak
Bau amonia yang berasal dari kandang ayam merupakan sumber pemicu utama penyebab keresahan lingkungan sekitar kandang. Gas amonia juga sangat memengaruhi status kesehatan dan produktivitas ayam. Amonia pada kandang terbentuk dari reaksi kimia antara asam urat (C5H4N4O3) dan air (H2O) serta enzim urease asal bakteri. Menurut Sjofjan (2003), probiotik dapat menekan aktivitas mikroba pengurai protein pada feses sehingga menyebabkan kadar amonia turun, mikroba probiotik yang sudah teridentifikasi yaitu seperti bakteri asam laktat (BAL) dan beberapa genus bacillus.
Bacillus menghasilkan bacteriocin (bulgarican) yang berfungsi menekan pertumbuhan bakteri patogen gram negatif. Tertekannya pertumbuhan bakteri gram negatif menjadikan sedikitnya diproduksi enzim urease yang dapat digunakan untuk mengkonversi uric acid menjadi amonia sehingga menurunkan amonia. Selain itu, bacillus menghasilkan asam akan menyebabkan turunnya pH dari saluran cerna yang menyebabkan bakteri gram negatif mati dan menjadikan banyak ion H+ tersedia dalam feses yang dapat mengikat amonia feses menjadi amonium (NH4+) sehingga sedikit terjadi pelepasan amonia feses (Riza et. al 2015 ).
4. Meningkatkan kualitas produk unggas
Penggunaan alternatif AGP menghasilkan produk yang lebih aman dan sehat bagi konsumen, karena tidak ada residu yang ditimbulkan. Era terkini, konsumen mulai konsen terhadap brand jaminan kualitas dan keamanan termasuk produk daging dan telur pada ayam. Penggunaan probiotik sebagai feed additive dapat dipertimbangkan sebagai alternatif AGP dalam campuran pakan guna menjamin kualitas produk unggas yang dihasilkan.
Implementasi Penggunaan Probiotik pada Ayam
Implementasi probiotik pada ayam yaitu sebagai feed additive, tidak bersifat nutritif berperan menggantikan AGP dalam meningkatkan performa dan kesehatan ternak. Probiotik pada ayam bisa diberikan dalam bentuk campuran pakan atau air minum. Kandungan mikrobia dalam probiotik bisa tunggal atau campuran. Keberhasilan penggunaan probiotik di lapangan dapat dipengaruhi banyak faktor, seperti adanya variasi terhadap respon yang variatif antar individual ayam terhadap jenis mikroba probiotik yang diberikan. Probiotik bertindak bukan sebagai nutrien esensial dimana tidak ada respon dosis, tetapi hanya ada level batas pemakaian.
Salah satu produk probiotik dari Medion adalah Probiomix. Probiomix merupakan feed additive yang mengandung probiotik untuk meningkatkan kesehatan saluran cerna dan produktivitas ayam. Probiomix mengandung kombinasi mikroba antara lain bacillus subtilis, bacillus licheniformis, bacillus amyloliquefaciens, lactobacillus acidophilus dan saccharomyces cerevisiae. Kombinasi beberapa mikroba memiliki fungsi spesifik dalam menghambat bakteri patogen, contohnya Bacillus subtilis, Bacillus licheniformis, Lactobacillus acidophilus serta Saccharomyces cerevisiae dapat mengiliminasi bakteri Clostridium perfringens penyebab Necrotic enteritis (Khalique et al. 2020) sedangkan Bacillus amyloliquefaciens dapat menghambat Escherichia coli penyebab Colibacillosis pada unggas(Richad et al. 2024). Penggunaannya dapat dicampurkan melalui pakan dengan dosis 0,27 gram per kg pakan atau 0,27 gram per 10 kg berat badan.

(Sumber : Dok. Medion)
Penggunaan probiotik dapat dikombinasikan dengan feed additive lainnya yang memiliki efek sinergis yang sangat baik dalam meningkatkan kesehatan saluran cerna dan performa ayam. Kombinasi probiotik dengan prebiotik yang merupakan sumber makanan spesifik bagi bakteri baik, sehingga probiotik dapat berkembangbiak dan berkoloni dengan baik dalam saluran cerna. Selain itu, kombinasi probiotik dengan acidifier seperti Asiges yang mengandung kombinasi asam organik. Asam organik berfungsi dalam mengoptimalkan pH saluran cerna, yang merupakan kondisi nyaman bagi mikroba baik sedangkan mikroba patogen sebaliknya dapat menekan pertumbuhannya. Mari pertimbangkan dengan bijak penggunaan probiotik sebagai feed additive alternatif pengganti AGP, sebagai upaya mendukung performa dan kesehatan ayam. Semoga bermanfaat.
