Pengaplikasian G-Mox terbukti efektif mengatasi infeksi bakterial pada ternak.

Mikaiel Putro Utomo (tengah), mencegah infeksi pasca operasi pada sapi perah dengan G-Mox

Kejadian infeksi bakterial pada hewan ternak seperti sapi, kambing, domba, dan babi dapat menyebabkan kerugian secara ekonomi bagi peternak. Untuk itu, obat antibakterial yang aplikatif atau berdaya kerja panjang (long acting) dan efektif dibutuhkan.

Medion, perusahaan produsen obatobatan, vaksin, dan peralatan peternakan asal Bandung, menjawab tantangan tersebut dengan menyediakan G-Mox 15% LA sebagai solusinya. Berikut ulasan para peternak yang sudah mencobanya.

Mencegah Infeksi

G-Mox 15% LA Inj., efektif mengatasi infeksi bakterial. Nafsu makan ternak meningkat dan sehat kembali

Mikaiel Putro Utomo, Veteranian Supervisor PT Ultra Peternakan Bandung Selatan (UPBS), peternakan dengan ribuan ekor sapi perah, mengungkapkan, G-Mox dimanfaatkan untuk mencegah infeksi peritonitis pascaoperasi penanganan Left Displasia Abomasum (LDA). Menurutnya, G-Mox yang diaplikasikan secara injeksi ini sangat simpel dan efektif digunakan di lapangan.

Lebih jauh ia menjelaskan, LDA merupakan perpindahan letak abomasum dari posisi normalnya, dalam rongga abdomen ke sebelah kiri rumen. Gejala klinisnya adalah nafsu makan ternak yang menurun, malas, lesu dan berat badan menurun, serta feses cair kadang-kadang sampai kehitaman. Umumnya, kasus ini terjadi pada pedet selama 30 hari post-partum walaupun juga diketahui dapat terjadi pada sapi dara dan jantan. “Hasil penggunaan G-Mox terbukti baik dan efektif mencegah infeksi,” tuturnya.

Mengatasi Pneumonia dan Diare

Nada positif lainnya dilontarkan Sientje Laoh, pemilik farm Kemurahan PS, dengan populasi ternak babi ratusan ekor di Manado, Sulawesi Utara. Ia mengandalkan G-Mox untuk mengatasi pneumonia dan diare akibat kolibasilosis pada ternaknya.

Babi yang mengalami pneumonia memperlihatkan gejala batuk, penurunan nafsu makan, bobot badan turun, FCR jelek, bahkan kematian. “Kami pakai G-Mox dengan cara injeksi mengikuti anjuran 1 ml/10 kg bobot ternak. Kalau belum ada perubahan, diulangi setelah 3 hari. Tapi nyatanya sembuh dan mujarab. Sebelumnya babi tidak mau makan kalau batuk,” tandasnya.

Mikaiel Putro Utomo dan Sientje Laoh membuktikan sendiri khasiat G-Mox yang efektif untuk mengatasi infeksi bakterial pada ternak.

Artikel ini dimuat di Majalah Agrina – Edisi Maret 2020

Laba Terjaga Berkat Ternak Sehat
Tag pada:        

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter
No Thanks
Thanks for signing up. You must confirm your email address before we can send you. Please check your email and follow the instructions.
We respect your privacy. Your information is safe and will never be shared.
Don't miss out. Subscribe today.
×
×
WordPress Popup Plugin