Permintaan daging ayam kampung cenderung mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Menurut Dirjen Bina Produksi Peternakan pasokan daging ayam kampung baru bisa memenuhi 6% dari total kebutuhan daging ayam nasional. Lambatnya pertumbuhan ayam kampung menjadi salah satu kendala bagi peternak untuk memenuhi pasokan tersebut. Berbeda dengan ayam broiler yang bisa panen hanya dalam waktu 28-35 hari saja. Namun, saat ini persoalan tersebut sudah bisa dipecahkan dengan kehadiran ayam jawa super atau lebih sering dikenal ayam joper yang biasa dipanen pada umur 45-60 hari.

Beternak ayam joper kini tengah menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat. Banyak keuntungan yang dapat diperoleh dari bisnis ternak ayam joper ini. Diantaranya ayam joper memiliki kemampuan tumbuh lebih cepat dari pada ayam kampung biasa sehingga masa panennya pun lebih cepat, harga jual ayam joper di pasaran cenderung tinggi dan stabil sehingga bisa memberikan keuntungan lebih pada peternak. Selain itu, bagi konsumen ayam joper mempunyai daging yang lebih enak dibanding ayam pedaging.

Sejarah Ayam Joper

Ayam joper merupakan hasil perbaikan genetik menggunakan metode grading up, yaitu metode perbaikan genetik ayam dengan menyilangkan ayam ras betina dengan pejantan berupa ayam kampung, ayam bangkok, ayam pelung, ayam nunukan, ayam nagrak, ayam kedu, atau menggunakan jenis ayam lokal unggul lainnya. Dari hasil persilangan tersebut didapatkan ayam yang pertumbuhannya yang cepat dan memiliki kandungan gizi yang tinggi serta rasanya lezat. Salah satu contoh persilangannya yaitu antara ayam petelur yang digunakan sebagai induk betina dan ayam kampung sebagai pejantan. Hal ini dikarenakan ayam petelur dapat memproduksi telur yang lebih banyak daripada ayam kampung. Sedangkan ayam kampung agar anakannya nanti memiliki sifat ayam kampung. Dengan demikian, produksi DOC ayam joper ini dapat dilakukan secara masal dalam waktu lebih singkat.

Indukan betina dan pejantan dari ayam joper merupakan ayam bergenetik heterogen heterozigot. Bukan indukan yang telah melalui proses seleksi pemurnian. Ayam joper tidak bisa disebut final stock atau turunan F1 yang bergenetik 50% dari genetik pejantan dan 50% dari genetik indukan betina. Konsekuensinya, akan terjadi keragaman pada ayam joper. Pertumbuhan, bentuk tubuh, dan daya tahan tubuh ayam joper bisa menjadi unggul atau malah sebaliknya. Ini tergantung pada genetik yang diturunkan tetuanya.

DOC ayam joper dihasilkan menggunakan penetasan artificial (buatan). Telur dari ayam petelur betina yang sudah dikawinkan dengan pejantan kampung dikumpulkan selama periode tertentu dan ditetaskan menggunakan mesin tetas selama 21 hari. Penggunaan mesin tetas dikarenakan lebih efektif dan pengaturan produksi DOC lebih tertata waktunya. Selain itu, ayam petelur betina juga sudah tidak memiliki sifat mengeram sehingga telur harus ditetaskan dengan menggunakan metode lain.

Karakteristik Ayam Joper

Tampilan ayam joper hampir mirip seperti ayam kampung pada umumnya. Hanya saja yang membedakannya adalah:

  1. Ayam joper jantan memiliki jengger yang besar dengan pial besar dan tegap, serta memiliki warna bulu bervariasi.
  2. Warna telur ayam joper memiliki kerabang yang lebih coklat dibandingkan dengan telur ayam kampung biasa yang agak putih. Namun bentuknya tetap sama seperti layaknya telur ayam kampung biasa.
  3. Ayam joper mempunyai masa panen lebih cepat. Dalam 2 bulan bobot bisa mencapai 1,1-1,5 kg jika perawatannya bagus. Umur 45-60 hari sudah siap dikonsumsi. Hal ini jauh berbeda dengan ayam kampung yang umumnya baru bisa dipanen setelah umur > 2,5 bulan.

Perilaku ayam joper juga hampir mirip dengan ayam kampung pada umumnya yaitu memiliki warna dominan putih kuning, dan beberapa muncul warna abu, coklat dan hitam, lebih tahan penyakit sehingga mortalitas lebih rendah, serta suka berkokok dan bertengger. Uniknya ayam joper mempunyai kemampuan untuk bertelur terus menerus seperti ayam ras, namun tidak memilki sifat mengeram.

Perkandangan

Kandang merupakan hal terpenting dalam beternak. Kondisi kandang mempengaruhi produktivitas dan daya hidup ayam selama masa pemeliharaan. Kondisi kandang yang baik dimulai dari pemilihan lokasi yang strategis tetapi jauh dari pemukiman penduduk dan mempunyai lingkungan udara yang sesuai untuk ayam. Lingkungan yang baik dipengaruhi suhu udara dan kelembapan. Adanya sumber air terutama air tanah merupakan hal yang sangat penting. Untuk kandang DOC perlu diberikan penghangat, hal ini bertujuan agar DOC tidak kedinginan. Di dalam kandang tersebut suhunya diusahakan jangan terlalu panas kira-kira sekitar 30-32oC. Struktur dan tata letak kandang yang baik, serta peralatan perkandangan yang baik juga hal yang penting.

Untuk kandang ayam joper yang dipelihara dari DOC hingga panen dibedakan menjadi kandang pemeliharaan DOC dan kandang kandang pembesaran.

  1. Kandang DOC ayam joper (Indukan)

Kandang indukan digunakan mulai umur 0-3 minggu. Kandang yang disediakan untuk DOC umumnya berbentuk box yang di dalamnya terdapat sumber pemanas buatan yang berfungsi sebagai penghangat. Penghangat ini berupa lampu dengan kekuatan 5 sampai dengan 10 watt.

Selain menggunakan baby box, DOC juga bisa dipelihara di kandang postal. Penghangat yang digunakan pada tipe kandang postal adalah central heater, misalnya Indukan Gas Medion (IGM).

Pemeliharaan DOC menjadi hal yang sangat diprioritaskan karena fase ini menentukan seberapa hasil panen yang nantinya akan dihasilkan. Perkembangan DOC harus diperhatikan setiap harinya.

Lakukan kontrol suhu dan kelembapan brooding secara periodik dan sesering mungkin. Terkait metodenya bisa menggunakan termometer yang diletakkan di dalam kandang brooding dengan ketinggian 20-30 cm dari litter. Saat siang hari, jika suhu lingkungan terlalu panas, maka pemanas IGM bisa dimatikan dan tirai dibuka sedikit. Untuk mengetahui kecukupan pemanas dapat dilihat dari sebaran ayam di kandang.

  1. Kandang pembesaran ayam joper

Kandang pembesaran tidak mempunyai ukuran yang baku. Ukuran dapat disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Pada umumnya ukuran kandang mempunyai lebar 6-9 meter dan panjang 50-70 meter. Kapasitas sekitar 8 ekor/m² untuk ayam yang sudah siap panen.

Untuk ayam joper perlu pengaturan yang tepat agar ayam tetap dalam kondisi nyaman dan tidak berdesak-desakan. Semakin bertambah umur ayam maka ayam membutuhkan kandang yang lebih luas. Tabel 1 menunjukkan standar kepadatan untuk ayam joper.

Kebutuhan Nutrisi Ayam Joper

Selain kandang, pakan merupakan hal yang juga perlu diperhatikan dalam beternak. Begitu juga dengan beternak ayam joper, asupan nutrisi dan gizinya harus terpenuhi setiap harinya supaya bisa tumbuh dengan cepat dan baik. Dengan masa pemeliharaan yang cukup singkat, ayam joper tidak membutuhkan banyak pakan selama dipelihara. Konsumsi pakan dari DOC hingga masa panen (selama ± 2 bulan) rata-rata per ekor 2,2 kg.

Kuantitas dan kualitas pakan yang diberikan sangat menentukan hasil produktivitas ayam joper. Terpenuhinya kebutuhan akan nutrisi tersebut, ikut berperan dalam meningkatkan bobot badan. Hal lain yang perlu diperhatikan juga dalam memenuhi kebutuhan nutrisi ayam joper diantaranya saat melakukan pergantian pakan ke periode selanjutnya harus dilakukan secara bertahap agar ternak dapat beradaptasi dengan kualitas pakan yang baru. Sebelum dan sesudah pergantian pakan juga berikan multivitamin seperti Vita Stress. Pemberian pakan jangan sampai terlambat karena akan berpengaruh terhadap bobot badan.

Berikut ini beberapa jenis pakan yang baik untuk ayam joper:

  • Pakan Jadi

Ayam joper yang masih DOC dapat diberikan pakan jadi. Hal ini karena pakan jadi mudah dicerna oleh anak ayam. Selain itu, pemberian pakan jadi juga bertujuan untuk meningkatkan nutrisi bagi ternak.

  • Dedak

Dedak merupakan by product dari proses penggilingan padi. Dedak merupakan jenis bahan baku ransum yang sudah lazim diberikan pada ternak karena mengandung sumber energi dan asam amino yang tinggi. Energi metabolisme pada dedak yaitu 2.340 kkal/kg. Pemberian dedak untuk ayam joper perlu dibatasi karena mengandung 10,2% serat kasar yang sulit dicerna. Batasan penggunaan dedak pada ayam joper yaitu 10-15% .

Penggunaan dedak yang melebihi batas maksimal akan menurunkan produktivitas karena adanya kandungan asam fitat dalam dedak padi sehingga fosfor dan asam amino sulit dicerna dan dimanfaatkan oleh ayam.

  • Tepung onggok

Onggok berasal dari limbah olahan singkong menjadi tepung tapioka. Kandungan metabolismenya cukup tinggi yaitu sekitar 2.956 kkal/kg. Namun pemberiannya dibatasi hanya 5-10% saja.

  • Pollard

Pollard merupakan limbah olahan gandum menjadi tepung terigu. Pollard cocok dijadikan bahan pakan ayam joper. Namun, penggunaannya harus dibatasi sekitar 5-10% saja. Meskipun kandungan energinya tergolong tinggi, tapi kandungan serat yang dimiliki dapat membuat ayam diare (mencret).

  • Jagung

Jagung merupakan biji-bijian yang disenangi oleh ayam dan menjadi salah satu jenis bahan pakan yang sudah digunakan sejak dahulu. Selain itu, jagung banyak mengandung karbohidrat. Pemberiannya bisa disesuaikan dengan umur ayam, jagung bisa diberikan dalam bentuk utuh, jagung giling kasar ataupun jagung giling halus. Pakan jagung yang berbentuk utuh bisa diberikan pada ayam joper yang sudah dewasa. Di Indonesia terdapat 3 jenis jagung, yaitu jagung merah, jagung putih dan jagung kuning. Namun, diantara jagung tersebut jagung kuninglah yang mempunyai kandungan nutrisi yang paling besar. Kandungan energinya mencapai 3300 kkal/kg. Tetapi harga jagung kuning masih tergolong mahal.

Bentuk partikel yang baik untuk diberikan ke ayam joper adalah pakan bentuk pellet. Pellet adalah pakan yang digiling dan kemudian dipadatkan. Selain itu, pellet ini merupakan pakan yang sangat disukai ayam karena pellet bisa meningkatkan nafsu makan. Di samping itu, efisiensi pakan pellet lebih tinggi dibandingkan dengan pakan bentuk tepung (mash).

Setelah pakan, air minum juga harus selalu tersedia atau ad libitum. Perhatikan juga kualitas air minum baik fisik, kimia maupun kandungan mikroorganismenya.

Bagaimana agar Ayam Joper Tetap Sehat dan Berproduksi Optimal?

Penyakit yang sering menyerang pada ayam joper umumnya berupa penyakit ND/tetelo, AI, snot dan Gumboro. Hal-hal yang perlu kita perhatikan agar ayam joper tetap prima, tidak mudah terserang penyakit dan berproduksi optimal antara lain:

Memaksimalkan manajemen dan nutrisi

Manajemen dan nutrisi memegang peranan penting dalam suatu pemeliharaan karena dapat mendukung dalam pencapaian target produktivitas. Selain itu, biaya pakan juga merupakan penyumbang terbesar dari total biaya pemeliharaan ayam, yaitu 70-85%.

Meminimalkan bibit penyakit

Biosecurity merupakan kata kunci dari proses meminimalkan bibit penyakit. Tanpa penerapan biosecurity yang baik, maka populasi bibit penyakit yang tinggi akan tinggal di dalam kandang. Hal ini dapat menyebabkan ayam joper rentan terhadap infeksi penyakit. Penerapan biosecurity bisa dilakukan dengan cara berikut:

  • Menjaga kebersihan kandang dan peralatan

Upaya menjaga kebersihan meliputi sanitasi dan desinfeksi kandang dan peralatan. Terapkan pengontrolan lalu lintas orang yang keluar masuk kandang, penyemprotan kandang dan lingkungan sekitarnya setiap minimal dua kali seminggu dengan Medisep/Antisep/Neo Antisep serta sanitasi air minum dengan Desinsep. Bersihkan dan buang feses yang menumpuk.

  • Isolasi ayam joper sakit

Ayam joper sakit merupakan sumber penularan bibit penyakit yang utama dan sebaiknya segera dipisahkan sehingga penularan dapat diminimalkan terutama penyakit Coryza. Sedangkan ayam joper yang mati segera dikeluarkan dari kandang dan dimusnahkan dengan cara dikubur atau dibakar.

Program kesehatan yang baik

  • Vaksinasi

Dibandingkan dengan unggas lain, ayam joper merupakan jenis unggas yang memiliki daya tahan tubuh cukup tinggi terhadap penyakit, namun tetap harus dilakukan vaksinasi yang bertujuan menggertak sistem kekebalan dalam tubuh guna menghasilkan antibodi sehingga daya tahan tubuh ayam joper lebih optimal.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam vaksinasi ayam joper adalah program vaksinasi disesuaikan dengan kondisi setempat, teknik pemberian vaksin tepat, dosis vaksin seragam, dan diberikan pada ayam joper yang sehat. Pemberian vaksin pada ayam joper juga harus sesuai dengan kebutuhan, dari jenis dan dosis vaksin, serta waktu dan cara pemberian vaksin. Gunakan air berkualitas baik jika vaksinasi diberikan melalui air minum. Pastikan alat suntik steril dan jarum tajam jika aplikasi vaksin melalui injeksi (suntikan).

  • Cleaning program

Cleaning program bertujuan untuk membunuh bibit penyakit yang sedang dalam masa inkubasi (jangka waktu antara bibit penyakit masuk hingga menimbulkan gejala klinis). Cleaning program dapat disusun berdasarkan sejarah penyakit yang terjadi di farm yang bersangkutan, baik untuk penentuan umur pemberian antibiotik maupun jenis antibiotik yang akan digunakan.

Pemberian antibiotik spektrum luas seperti Therapy atau Neo Meditril bisa diberikan selama 3-5 hari sebelum kejadian penyakit (perhatikan sejarah outbreak pada pemeliharaan sebelumnya). Selain itu, bisa juga memberikan alternatif herbal seperti Fithera untuk mencegah penyakit Koksidiosis, Coryza, Colibacillosis dan CRD.

  • Suplementasi

Suplementasi untuk ayam joper bertujuan mengurangi stres, meningkatkan stamina dan daya tubuh ayam joper, serta menjaga produktivitas optimal. Jenis suplemennya terdiri dari vitamin, mineral, asam amino, dan imunostimulan. Beberapa produk yang dapat diberikan antara lain Vita Chicks, Vita Stress, Neobro dan Mix Plus BAP3A.

Prospek Pasar Ayam Joper

Teknik beternak yang sederhana dengan keuntungan yang cukup besar menjadi tidak bermakna apabila penjualan hasil panen sulit atau harga jualnya tidak menguntungkan peternak. Hal ini, hampir tidak pernah terjadi pada ayam joper.

Saat ini, pasokan ayam joper dari peternak di berbagai daerah belum mampu memenuhi kebutuhan konsumen sehingga harga terjaga dan relatif stabil. Faktor utama penyebabnya adalah terbatasnya pasokan bibit atau DOC ayam joper. Para pembibit ayam joper umumnya peternak dengan kapasitas produksi yang hanya sekitar ribuan ekor DOC per periode. Berbeda dengan ayam broiler, dimana DOC dihasilkan perusahaan pembibitan besar yang mampu menghasilkan jutaan ekor setiap kali periode produksi.

Budidaya ayam joper memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan. Agar potensi tersebut dapat dicapai tentunya peternak wajib memperhatikan keseimbangan program kesehatan yang tepat dan terciptanya lingkungan yang nyaman. Selanjutnya, dibutuhkan manajemen pemeliharaan yang terkoordinasi dengan baik agar produksi bisa bertahan lebih lama dan keuntungan maksimal bisa diperoleh peternak. Salam.

Mengenal Seputar Ayam Joper Pedaging

Satu gagasan untuk “Mengenal Seputar Ayam Joper Pedaging

  • January 6, 2020 pukul 9:25 am
    Permalink

    Mantap dan lengkap sekali ulasan cara ternak ayam joper, memang ayam joper adalah persilangan antara pejantan bangkok vs betina petelor (horn), saya juga biasa ambil DOC joper langsung ke penetas docjoper.com di jawa timur, mungkin teman-teman juga ingin ambil DOC berkualitas dengan harga terjangkau bisa WA kami 0899 9999 677

Komentar ditutup.

Subscribe To Our Newsletter
No Thanks
Thanks for signing up. You must confirm your email address before we can send you. Please check your email and follow the instructions.
We respect your privacy. Your information is safe and will never be shared.
Don't miss out. Subscribe today.
×
×
WordPress Popup Plugin