Masa awal pemeliharaan merupakan titik kritis dan sebagai salah kunci dalam pencapaian kesuksesan pemeliharaan ayam terutama ayam pedaging (broiler). Masa indukan pada anak ayam yang disebut masa brooding adalah masa anak ayam butuh penghangat buatan sampai umur tertentu atau sampai anak ayam bisa menyesuaikan sendiri dengan suhu lingkungannya. Pemanas menjadi salah satu komponen brooding yang berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan dan perkembangan DOC. Sebelum berbicara soal pentingnya penggunaan pemanas yang tepat, sekilas kita review kembali penjelasan mengenai masa brooding.

Perkembangan genetik ayam broiler saat ini sejalan dengan perbaikan mutu genetik yang dilakukan oleh para ahli. Tujuan utama beternak ayam broiler adalah untuk memproduksi daging. Karena itu, para ahli juga terus mengembangkan strain ayam yang menghasilkan produksi daging berkualitas dengan tingkat efisiensi pakan yang tinggi. Pertumbuhan yang semakin cepat dan semakin efisien dalam mengonversi pakan menjadi daging (FCR) tentunya perlu didukung juga dengan penerapan manajemen pemeliharaan yang sangat baik.

Ayam bersifat homoiterm (suhu tubuhnya dipertahankan pada tingkat yang stabil) sehingga membutuhkan suhu tubuh yang konstan. Dikarenakan suhu lingkungan yang sangat ekstrem akan dengan mudah membuat ayam menderita stres, lambat tumbuh, mengalami gangguan kesehatan, bahkan mati.

Pada masa brooding, ayam akan mengalami pertumbuhan sangat pesat. Hampir semua organ vital dalam tubuh ayam mengalami perkembangan pada fase ini. Selain itu, ayam komersial modern sangat peka terhadap suhu lingkungan dan anak ayam baru bisa mengatur suhu tubuhnya secara optimal pada umur 2 minggu. Dengan demikian, anak ayam saat masa brooding sangat penting untuk selalu di-monitoring kondisinya setiap saat agar pertumbuhannya optimal.

Suhu Brooding Optimal

Agar anak ayam dapat tumbuh dengan baik dimasa brooding sangat bergantung pada penyediaan suhu yang nyaman dari pemanas buatan. Kenyamanan anak ayam dapat digambarkan dengan aktivitas dan penyebaran di kandang. Suhu yang ideal akan membuat anak ayam tersebar merata dan beraktivitas secara normal.

Kontrol suhu brooding sebaiknya dilakukan secara periodik dan sesering mungkin. Pengukuran suhu biasanya hanya dilakukan untuk melihat suhu udara dalam kandang. Alangkah lebih baiknya, pengukuran suhu juga dilakukan pada litter. Pengontrolan suhu dapat dilakukan 2-3 jam sekali bersamaan dengan pemberian ransum menggunakan termometer yang diletakkan di tengah kandang brooder. Letakkan termometer pada ketinggian 20-30 cm dari litter. Hal ini dikarenakan suhu litter yang tidak sesuai juga bisa menyebabkan ayam tidak optimal pertumbuhannya.

Selain menggunakan termometer, keadaan suhu kandang digambarkan pula dengan melihat kondisi ayam dari aktivitas dan penyebarannya. Kondisi suhu dan kelembapan yang sesuai akan ditunjukkan dari keaktifan dan sebaran DOC yang merata di seluruh kandang brooding. Saat suhu brooder sesuai dengan yang diinginkan oleh DOC yaitu sekitar 30-34°C, maka dalam waktu kurang dari 15 detik setelah ditebar, DOC akan segera melakukan aktivitas seperti pergerakan, minum, dan makan.

Jika ada DOC yang menumpuk di salah satu sisi kandang bisa disebabkan kondisi suhu dan kelembapan yang tidak nyaman. Saat suhu kandang terlalu dingin, ayam akan cenderung berkerumun di bawah pemanas, diam, meringkuk dan kondisi kaki basah. Sedangkan ketika suhu terlalu panas, ayam akan menjauhi pemanas dan mencari tempat yang lebih dingin dengan aliran udara yang lebih banyak. Ayam juga akan melakukan panting (terengah-engah), lebih banyak minum, dan mengurangi konsumsi ransum.

Pemeriksaan melalui kondisi kaki anak ayam juga dapat dilakukan untuk mengetahui suhu tubuhnya, ditandai dengan suhu kaki yang hangat tapi tidak mengalami pecah-pecah. Ambil DOC dan tempelkan kaki DOC pada pipi atau tangan kita. Jika terasa dingin maka suhu kandang, baik suhu udara atau litter tidak sesuai. Oleh karena itu, peran brooder (pemanas) sangat penting untuk menjaga suhu kandang tetap dalam zona nyaman ayam.

Peran Pemanas untuk Masa Brooding Optimal

Suhu yang nyaman pada masa brooding dapat dipenuhi dari pemakaian pemanas. Fungsi pemanas bagi DOC (ayam umur sehari) menjadi sangat penting, karena bukan hanya menjadi penghangat semata, akan tetapi panas yang dihasilkan juga berfungsi menstimulus berbagai fungsi organ, termasuk organ pengatur suhu tubuhnya. Menurut Tony Unandar (2008), suhu pemanas yang tidak sesuai akan meningkatkan kadar Adenocorticotropic Hormone (ACTH) yang merupakan suatu indikator terjadinya stres pada DOC. Kadar ACTH yang lebih tinggi dari normal akan menyebabkan terganggunya proses penyerapan sisa kuning telur. Ini artinya, penyerapan zat kebal induk dan komponen nutrisi lainnya yang terkandung dalam kuning telur juga akan terhambat. Selain itu, kadar ACTH yang berlebihan juga akan memberikan efek lazy leucocytes syndrome, yaitu suatu kondisi dimana sel darah putih tidak memberikan respon yang optimal terhadap benda asing atau patogen yang akan masuk ke dalam tubuh ayam. Selanjutnya, akan mengakibatkan gangguan pertumbuhan dengan berbagai tingkat keparahan, seperti DOC lambat tumbuh, kekerdilan, dan ketidakseragaman berat badan.

Pemanas biasanya digunakan hingga anak ayam berumur 2 minggu. Namun hal ini bukanlah sebuah standar yang mutlak karena penggunaan pemanas dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca di farm. Ketika suhu yang terdeteksi terlalu panas atau dingin, maka peternak harus segera menurunkan atau menaikkan asupan panas dari pemanas yang digunakan. Pemanas yang lazim digunakan peternak diantaranya berbahan bakar gas, kayu bakar, batu bara, dan minyak tanah. Namun pada penggunaan pemanas berbahan bakar gas, pengaturan suhu tentu lebih mudah dan praktis dilakukan dibandingkan dengan penggunaan pemanas lain seperti pemanas kayu bakar atau batu bara. Penggunaan bahan bakar lain memiliki beberapa kekurangan, seperti panas yang tidak stabil/sulit diatur dan asap yang ditimbulkan, maka pemakaiannya pun harus dipertimbangkan oleh peternak.

Saat ini banyak jenis pemanas gas yang dijual di pasaran. Pemanas berbahan bakar gas lebih banyak digunakan peternak karena mudah dalam instalasi, tahan lama dan aman. Panas yang dihasilkan pun stabil, terfokus, tidak menimbulkan polusi suara maupun udara (asap), dan suhu dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Efisien atau tidaknya penggunaan pemanas gas, salah satu hal yang berpengaruh adalah dari pemasangan pemanas yang tepat.

Biaya terbesar penggunaan pemanas gas tentu berasal dari biaya investasi pembelian dan isi ulang tabung gas LPG-nya. Sebagai upaya untuk menekan biaya tersebut, kita harus dapat menghemat atau mengefisienkan penggunaan gas LPG selama masa brooding. Caranya antara lain:

  • Mengatur penggunaan pemanas

Cara pertama menghemat gas LPG ialah dengan mengatur penggunaan pemanas agar menghasilkan suhu sesuai kebutuhan anak ayam. Untuk mengetahui apakah panas yang dihasilkan sudah sesuai atau belum, sebaiknya dilakukan pengontrolan suhu secara rutin. Kontrol suhu ini dapat dimulai pada 1-3 jam setelah chick in dan dilanjutkan tiap 2-3 jam sekali bersamaan dengan pemberian pakan.

Idealnya, suhu brooding kita ukur menggunakan termometer. Namun selain dengan termometer, kesesuaian suhu brooding juga dapat diketahui dengan melihat kondisi anak ayam, yaitu dari aktivitas, sebaran, dan kondisi kakinya. Jika suhu terlalu panas, kaki anak ayam akan kemerahan dan terlihat pecah-pecah terutama di bagian kuku dan telapak kakinya. Sebaliknya jika suhu terlalu dingin, kaki anak ayam akan terasa dingin (dibanding suhu tubuh kita).

Selain itu, untuk menghemat penggunaan gas LPG, selama masa brooding (±14 hari) kita tidak perlu menyalakan pemanas gas selama 24 jam. Menyalakan pemanas 24 jam terutama hanya dilakukan pada umur 1-2 hari. Hal ini karena pada umur tersebut kondisi anak ayam masih rentan terhadap suhu dingin dan sistem pengaturan suhu tubuhnya masih tergantung sepenuhnya pada pemanas. Namun setelah umur 3 hari dan seterusnya, pemakaian pemanas dapat dikurangi secara bertahap sesuai kondisi anak ayam dan cuaca di wilayah setempat.

  • Kondisi selang dan tabung gas baik

Hal lain yang dapat dilakukan untuk menghemat pemakaian gas LPG ialah memastikan tidak ada kebocoran gas pada bagian selang gas, klem selang maupun pada tabung gas LPG-nya. Apabila ada bau gas yang menyengat, segera periksa asal sumber bau tersebut kemudian segera lakukan perbaikan bila memang ada komponen yang rusak.

  • Instalasi pemanas yang benar

Untuk menghemat penggunaan gas LPG, instalasi pemanas yang benar juga menentukan. Pasalnya, jika instalasinya salah, maka panas yang dirasakan anak ayam tidak maksimal. Akibatnya, selain penurunan kondisi anak ayam, tentu saja seolah-olah pancaran panas yang diberikan saat brooding harus lebih besar dan gas yang dibutuhkan lebih banyak.

Sejak akan digunakan pertama kali, jumlah pemanas yang dipasang dalam tiap kandang brooding harus disesuaikan dengan kapasitas tiap jenis pemanas. Pemanas berbahan bakar kayu bakar misalnya, bisa menghangatkan 500 ekor anak ayam. Sedangkan pemanas berbahan bakar gas mampu menghangatkan hingga 1.000 ekor anak ayam. Satu buah pemanas berbahan bakar gas seperti IGM bisa digunakan untuk memanaskan sampai 1000 ekor DOC di dalam area chick guard berdiameter 4,5 m. Pemanas digantung di bagian pinggir area chick guard (1/3 area dari pinggir) pada ketinggian 100 cm dari permukaan lantai kandang dengan sudut kemiringan 15° ke arah 2/3 bagian area kandang yang lainnya. Posisi pemanas ini dapat dipindah setiap kali area chick guard diperluas/diperlebar.

Pemasangan pemanas membentuk sudut 15° di sini berfungsi menyebarkan panas secara merata ke area yang lebih luas sehingga anak ayam tersebar dan mengurangi risiko kematian akibat berdesak-desakan. Selain itu, panas yang dihasilkan terfokus pada area yang dipanaskan dan tidak terhambur ke area lain.

  • Pemilihan pemanas gas yang tepat

Faktor lain yang juga secara tidak langsung dapat menghemat penggunaan gas LPG selama masa brooding yaitu dengan memilih pemanas gas infra merah. Salah satu contohnya adalah IGM (Indukan Gas Medion). Pemakaian IGM ini sangatlah menguntungkan.

Mengapa harus Pemanas Gas Infra Merah?

Pemanas infra merah adalah pemanas yang memancarkan gelombang sinar infra merah dari hasil pembakaran komponen keramik di dalamnya. Jadi, prinsip kerja pemanas ini adalah sebagai berikut: gas masuk melalui safety device menuju pipa venturi. Karena ada aliran gas di pipa venturi, maka udara luar akan terhisap melalui saringan udara. Setelah itu, campuran antara gas dan udara masuk ke ruang pembakaran, dan disinilah terjadi proses pembakaran dimana kemudian keramik memanas dan dihasilkanlah sinar infra merah.

Penghantaran panas oleh pemanas infra merah terjadi secara radiasi, yaitu langsung mengenai anak ayam tanpa melalui perantara udara, sehingga panas yang diterima anak ayam lebih optimal. Sedangkan pada penghantaran panas secara konveksi (seperti pemanas gas sistem tudung/ kanopi), perpindahan panas terjadi melalui perantara udara, dimana sebagian panas akan terbawa dan terbuang ke udara sehingga panas yang diterima anak ayam kurang optimal.

Sebaliknya, pada pemanas semawar, tungku batu bara, kayu bakar, dan serbuk gergaji, sebagian besar panasnya ditransfer melalui proses konveksi. Dengan penghangat sistem konveksi, panas yang dihasilkan akan dialirkan melalui udara. Akibatnya, pada kelembaban tinggi, panas yang dirasakan anak ayam akan jauh lebih tinggi dan nilai heat index (HI)-nya pun akan melebihi ambang batas. Sedangkan jika menggunakan pemanas infra merah, seperti IGM (Indukan Gas Medion), nilai kelembapan tidak dominan berpengaruh. Jadi, berapapun nilai kelembaban udara, sebagian besar panas infra merah akan tetap langsung ditransfer dan mudah disesuaikan dengan kebutuhan suhu anak ayam.

Saat ini untuk semakin memudahkan peternak dalam menggunakan pemanas gas infra merah, Medion telah memasarkan IGM Starter Kit (IGM SK). Dengan pembelian 1 unit IGM SK, maka peternak akan memperoleh 1 buah IGM, 1 buah Regulator Indukan Gas, dan selang gas.

Regulator Indukan Gas (RIG) adalah regulator khusus untuk pemanas gas. Regulator didesain dengan tekanan 50-165 mbar menggunakan skala 1 kali putaran sehingga sangat aman dan pas digunakan sebagai regulator pemanas kandang. Dari segi operasional, dengan output suhu yang relatif sama dari pemanas gas, jika menggunakan RIG akan didapatkan hasil konsumsi gas yang lebih irit dibandingkan jika menggunakan regulator biasa (high pressure). Bahkan pada pemanas infra merah IGM dilengkapi dengan safety device untuk mencegah kebakaran kandang dan lebih ekonomis dalam penggunaan bahan bakar gas.

Selain suhu dapat diatur sesuai kebutuhan, pemanas untuk ayam layer dan broiler ini juga stabil dan aman digunakan serta tidak menimbulkan suara berisik dan asap. IGM juga didesain dengan bahan-bahan pilihan sehingga awet dan tahan lama. Ditambah dengan jasa service gratis sehingga memberikan kemudahan bagi peternak ketika menghadapi masalah pada pemanas tersebut.

Hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan pemanas infra merah IGM, yaitu:

  • Pastikan saringan udara dipasang pada pemanas sehingga udara yang masuk ke dalam pemanas adalah udara bersih. Udara bersih ini penting untuk menciptakan proses pembakaran yang sempurna.
  • Lakukan perawatan IGM secara rutin agar daya pakainya tahan lama. Caranya dengan:
    • Menyimpan IGM di tempat yang kering dan bersih
    • Melakukan pembersihan pada ram stainless dan saringan udara dengan sikat kering sebelum dan sesudah IGM digunakan.

Selain itu, ada pula pemanas LPG tipe central heater atau space heater yang akan memanaskan udara dalam seluruh kandang (Super Saver). Prinsip kerja space heater mirip dengan pengering rambut atau tangan. Satu space heater umumnya memiliki kapasitas sampai 10.000 ekor DOC sehingga menawarkan kepraktisan untuk kandang yang memiliki populasi banyak.

Kedua jenis pemanas ini bisa digunakan bersamaan untuk mendapatkan hasil terbaik. Space heater akan bekerja untuk menghangatkan udara ruangan sementara beberapa spot heater seperti IGM bekerja untuk menghangatkan area-area tertentu yang bersuhu lebih rendah.

Pemenuhan Kebutuhan Masa Brooding

Selain mengontrol suhu kandang dan mengondisikan ayam selalu nyaman dengan pemanas, beberapa tindakan manajemen yang dapat dilakukan agar masa brooding semakin optimal, antara lain:

  • Persiapkan kandang yang nyaman dan bersih sebelum pelaksanaan chick in. Pembersihan kandang harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari pencucian kandang, peralatan, pengeluaran litter dan feses, hingga pengapuran dan desinfeksi. Tidak hanya pembersihan dalam kandang, namun juga penting dilakukan pada bagian luar dan bawah kandang. Masa istirahat kandang tidak bisa dipersingkat dan harus diterapkan minimal 2 minggu setelah kandang bersih.
  • Memastikan kondisi litter optimal dengan ketebalan 5-8 cm karena litter atau sekam juga berfungsi menyerap panas sehingga kehangatan yang dirasakan ayam lebih optimal. Selain itu, cegah sekam menjadi basah agar ayam tidak kedinginan.
  • Penggunaan chick guard dari bahan seng untuk menahan aliran angin dan sebagai reflektor panas.
  • Saat masa brooding, peternakan terutama dengan populasi yang besar (kandang luas) atau farm di daerah dengan suhu yang dingin/aliran angin tinggi, biasanya menggunakan dua sistem tirai, yaitu tirai luar yang menutup seluruh lingkup kandang dan tirai dalam/inner cotton yang terdapat di dalam kandang dan menutupi chick guard. Pemakaian tirai dalam bertujuan untuk mengoptimalkan panas dari brooder terutama pada pagi dan malam hari sehingga anak ayam selalu mendapatkan suhu yang nyaman untuk pertumbuhannya. Pada hari ke-1 sampai dengan ke-3 selalu gunakan tirai dalam. Kemudian pada umur 4 hari tirai dalam mulai dibuka dan pada umur 7 hari sudah dilepas.
  • Sedangkan pemakaian tirai luar bertujuan untuk menjaga atau mengontrol temperatur dan kelembapan kandang serta aliran angin.
  • Kecukupan udara bersih juga bisa diciptakan dengan mengatur kepadatan kandang.
  • Ransum dan air minum harus diberikan segera setelah anak ayam datang karena bermanfaat dalam mempercepat penyerapan sisa kuning telur yang merupakan sumber nutrisi sementara dan sumber kekebalan (antibodi maternal) anak ayam. Selain itu, pemberian ransum pada masa ini akan mampu merangsang perkembangan organ pencernaan melalui peningkatan kapasitas pencernaan dan penyerapan usus.
  • Untuk mengganti energi yang hilang saat perjalanan DOC ke farm, berikan air gula 2-5% dan Gingertol. Siapkan segera sebelum anak ayam ditebar dalam chick guard. Berikan vitamin seperti Vita Chicks untuk mempertahankan kondisi anak ayam saat suhu kandang tidak nyaman. Untuk membantu meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh anak ayam dapat diberikan imunostimulan seperti Imustim tiga hari sebelum dan sesudah vaksinasi.
  • Memasuki minggu kedua, pemberian Kumavit merupakan pilihan yang baik untuk pemeliharaan dan peningkatan performa ayam secara alami. Kemudian Fithera diberikan pada umur ini sebagai pencegahan mengingat tingginya kasus penyakit bakterial (Korisa, CRD, Colibacillosis) dan protozoa (Koksidiosis) pada ayam broiler masih menjadi musuh bagi dunia peternakan.
  • Lakukan program vaksinasi dengan tepat untuk menggertak sistem kekebalan aktif ketika antibodi maternal sudah tidak protektif seiring dengan bertambahnya umur.
  • Pencahayaan yang optimal akan mendorong anak ayam untuk selalu mengonsumsi ransum dan air minum, serta membantu dalam sekresi hormon tiroksin untuk mempercepat metabolisme tubuh anak ayam. Kebutuhan pencahayaan pada masa brooding adalah maksimal waktu selama 20-24 jam/hari dengan intensitas cahaya 1-20 lux. Setelah itu, dapat dikurangi bertahap sebanyak 2 jam setiap minggu sejalan dengan bertambahnya umur ayam.

Demikian pembahasan mengenai pemanas (brooder) yang berperan sangat penting di awal pemeliharaan ayam dalam menekan risiko kematian dan mengoptimalkan performa pertumbuhan. Semoga bermanfaat.

Optimalkan Pemanas Untuk Keberhasilan Masa Brooding
Subscribe To Our Newsletter
No Thanks
Thanks for signing up. You must confirm your email address before we can send you. Please check your email and follow the instructions.
We respect your privacy. Your information is safe and will never be shared.
Don't miss out. Subscribe today.
×
×
WordPress Popup Plugin