Dalam menjalankan usaha budi daya ayam pedaging, selain dituntut untuk memperhatikan masa kritis, peternak juga dituntut untuk memperhatikan tahap akhir pemeliharaan yaitu masa panen. Masa panen akan menunjukkan berhasil atau tidaknya usaha budidaya yang kita jalankan.

Aktivitas panen merupakan proses akhir dari keseluruhan kegiatan budi daya. Proses panen akan menjadi penentu akhir yang didapat oleh peternak dari hasil usaha selama pemeliharaan. Angka estimasi akan dihitung oleh manajer maupun operator kandang dengan hasil bisa sesuai dengan prediksi atau malah meleset dari proyeksi yang telah dilakukan.

Kapan Panen bisa Dilakukan ?

Kita perlu menentukan waktu panen yang tepat untuk menjual daging ayam sehingga akan diketahui keuntungan yang akan diperoleh. Berikut beberapa hal penting yang bisa menjadi pertimbangan di antaranya:

  • Biasanya peternak ayam pedaging sudah banyak memanen ayamnya di umur ± 35 hari dengan bobot hidup antara ± 2,5 kg per ekor ayam. Waktu panen ini bisa pula disesuaikan dengan waktu pencapaian bobot badan ayam yang digemari konsumen. Konsumen rumah tangga di Indonesia kebanyakan menyukai ayam pedaging ukuran kecil (1-1,5 kg). Sedangkan ukuran besar biasanya diperuntukkan tujuan pengolahan ayam tertentu (sate, opor, dll) atau untuk industri pengolahan daging ayam (nugget, sosis, dll).
  • Faktor fluktuatifnya harga jual daging ayam di pasaran juga bisa menjadi pertimbangan penentuan umur panen. Harga jual daging ayam biasanya akan meningkat saat menjelang hari-hari besar agama sehingga periode pemeliharaan bisa dipersingkat dan dijual lebih awal agar keuntungan yang diperoleh lebih besar. Apabila harga jual di pasaran rendah, maka peternak bisa memperpanjang periode pemeliharaan namun tetap perlu diselaraskan dengan bobot ayam dan nilai FCR yang diperoleh.
  • Feed convertion ratio (FCR) atau nilai konversi ransum didefinisikan sebagai nilai satuan yang menunjukkan perbandingan antara jumlah kilogram (kg) ransum yang dikonsumsi ayam untuk menghasilkan 1 kg berat badan. Semakin besar nilai FCR berarti efisiensi penggunaan ransum pun semakin kurang baik, begitu pula sebaiknya. Standar nilai FCR biasanya sudah ditentukan dari pihak perusahaan pembibit (breeder) agar peternak bisa terus memantau setiap minggunya.
  • Tak jarang pertimbangan untuk panen lebih awal terkait adanya serangan penyakit yang mengakibatkan meningkatnya biaya pengobatan dan biaya ransum selama ayam sakit. Belum lagi adanya risiko penurunan bobot badan dan kematian yang bisa mengurangi keuntungan usaha.

Persiapan Panen Ayam Pedaging

Beberapa yang perlu diperhatikan dalam persiapan menjelang panen ayam pedaging sebagai berikut:

  • Satu minggu sebelum dipanen, berikan pencahayaan kandang selama 24 jam agar ayam selalu makan dan minum, sehingga didapatkan bobot ayam yang diharapkan.
  • Periksa laporan stok ayam yang terakhir ada di kandang dan ambil beberapa sampel ayam terlebih dahulu untuk ditimbang per individu. Data ini akan dijadikan sebagai nilai patokan/kontrol terhadap keseluruhan laporan bobot ayam yang akan dipanen.
  • Perhatikan waktu henti pemberian obat minimal 5-10 hari sebelum ayam dipanen (bisa disesuaikan dengan withdrawal time dari jenis antibiotik yang diberikan). Hal ini untuk menghindari adanya residu antibiotik dalam produk daging ayam. Sedangkan untuk vitamin, masih boleh diberikan. Selain itu, pemberian antibiotik juga hanya akan memacu kerja organ tubuh menjadi berat sehingga ayam tidak akan tahan terhadap stres fisik yang dialami.

Pelaksanaan Panen

Adapun kami akan me-review kembali tata cara pada hari pelaksanaan panen ayam yang baik yaitu:

  • Untuk waktu pemanenan akan lebih baik bila ayam ditangkap ketika pagi, sore, atau malam hari agar ayam tidak begitu stres. Dimana pada waktu tersebut intensitas panas dari matahari tidak begitu tinggi, dan suhu lingkungan kandang juga cukup rendah. Untuk penangkapan saat malam hari, usahakan agar penerangan memakai lampu redup untuk memudahkan penangkapan. Karena sifat ayam cenderung diam dalam kondisi redup atau gelap.
  • Jangan memberi ransum full pada ayam, 12 jam atau minimal 8 jam sebelum ayam dipanen agar sisa ransum tidak banyak terbuang karena tidak tercerna. Setelah dipotong tentunya akan terlihat banyak sekali sisa pakan yang masih berada di tembolok. Ternak yang diberikan pakan sesaat sebelum panen juga akan memiliki bobot yang tinggi saat dilakukan penimbangan. Namun resikonya adalah susut yang besar ketika terjadi penimbangan ulang di depot atau di tempat pemotongan unggas atau RPU, karena pakan yang dimakan tidak sempat terkonsumsi secara sempurna oleh ayam. Namun peternak masih boleh memberikan air minum biasa atau air minum bervitamin pada ayam.
  • Saat mobil angkut ayam datang, lakukan penyemprotan desinfektan terhadap mobil tersebut beserta keranjangnya untuk meminimalkan penularan penyakit.
  • Persiapkan pekerja kandang atau tim tangkap sesuai dengan kebutuhan dan sudah terbiasa berkutat dengan aktivitas panen ayam.
  • Siapkan peralatan panen seperti timbangan, alat tulis, surat jalan, nota timbangan, tali rafia, keranjang ayam, dan lampu senter untuk membantu penerangan jika panen dilakukan pada malam hari.
  • Keluarkan tempat ransum dan minum agar tidak mengganggu aktivitas pekerja saat penangkapan ayam.
  • Buatlah penyekatan ayam secara bertahap sesuai dengan ayam mana yang akan ditangkap terlebih dahulu agar ayam lain yang belum ditangkap tidak keburu lemas. Sekat bisa dibuat dengan ukuran 7 x 3 meter atau sesuai kebutuhan. Selain itu, saat membuat sekat, hindari penumpukan (over lapping) ayam di sudut kandang dan jangan terlalu padat agar tidak banyak ayam yang mati.
  • Sebelum melakukan penimbangan sebaiknya timbangan dikalibrasi terlebih dahulu untuk mencegah terjadinya kesalahan hitung yang bisa merugikan peternak.
  • Saat panen, umumnya setiap pekerja kandang bisa memegang 3-5 ekor ayam sekaligus. Setelah ditangkap, kedua kaki ayam diikat dengan tali agar bisa ditimbang secara berkelompok (sekitar 3-5 ekor bersamaan) dan segera catat bobot hidupnya, karena harga jual ayam pedaging akan dihitung per kg bobot badan waktu hidup. Habiskan ayam dalam satu sekatan, jangan gunakan sistem tangkap pilih untuk menangkap ayam saat memanen.
  • Hindari menangkap ayam dengan kasar dan memegang salah satu sayapnya terlebih dahulu, karena ayam akan berontak dan akibatnya sayap akan memar dan ayam menjadi stres.
  • Setelah ditimbang, masukkan ayam ke dalam keranjang ayam dan hindari tindakan kasar untuk mengurangi resiko banyaknya ayam yang diafkir akibat sayap atau kakinya patah. Keranjang-keranjang berisi ayam tersebut kemudian dimasukkan dan ditata ke dalam truk pengangkutan.
  • Sesuaikan kapasitas keranjang ayam dengan timbangan ternak. Kapasitas keranjang pengangkut ayam dengan asumsi berat 1 ekor ayam 1,6-1,8 kilogram dapat menampung ± 18 ekor per keranjang besar dan untuk keranjang kecil 1,4-1,8 kilogram dapat menampung 8-10 ekor. Jika lebih dari itu, maka risiko kematian saat transportasi akan tinggi. Gunakan alat pengangkut ayam yang berkualitas, seperti Keranjang Ayam Medion.
  • Lakukan cek ulang terhadap kondisi ayam setelah penangkapan selesai. Juga, terhadap hasil data timbangan yang telah didapatkan agar tidak ada kesalahan hitung.
  • Setelah semua data benar dan sesuai dengan surat jalan penangkapan, barulah kendaraan pengangkut ayam boleh diizinkan keluar meninggalkan lokasi kandang untuk menuju ke pengepul atau langsung dibawa ke tempat pemotongan ayam.
  • Lamanya waktu antara ayam dimasukkan ke keranjang sampai dipotong, dan tingginya suhu udara di sekitar keranjang akan mempengaruhi banyaknya susut bobot badan dan kematian. Untuk itu, waktu pengangkutan ayam dan lamanya jarak tempuh juga perlu diperhitungkan. Perlu diingat susut pada saat transportasi berkisar 1-3%.

Pemanenan merupakan faktor akhir penentu pendapatan suatu usaha budi daya. Nilai FCR hanya sebatas angka-angka prediksi yang masih bisa berubah-ubah. Oleh karena itu, pemanenan yang baik akan sangat berpengaruh terhadap seberapa besar keuntungan yang nantinya akan diperoleh.

Panen Ayam Pedaging, Penentuan Akhir Budi Daya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter
No Thanks
Thanks for signing up. You must confirm your email address before we can send you. Please check your email and follow the instructions.
We respect your privacy. Your information is safe and will never be shared.
Don't miss out. Subscribe today.
×
×
WordPress Popup Plugin