Pak Anto – Jawa Timur
Belakangan ini cuaca tidak menentu, kadang siang hari panas menyengat, lalu tiba-tiba sorenya hujan lebat. Efeknya produksi telur di farm kami bisa mengalami penurunan, banyak kerabang telur yang tipis, dan ayam mulai menunjukkan masalah pernapasan. Bagaimana pencegahan terbaik untuk menghadapi perubahan cuaca yang ekstrem ini agar produksi telur tetap stabil?
Jawab :
Angin kencang, hujan terjadi secara tiba-tiba serta dalam waktu yang singkat, udara terasa panas dan arah angin tidak teratur merupakan ciri-ciri datangnya musim pancaroba. Perubahan nyata yang terjadi pada musim pancaroba adalah terjadinya perubahan cuaca yang drastis, kelembaban relatif tinggi, fluktuasi suhu dan kelembaban yang tajam, serta adanya perbedaan yang mencolok antara siang dan malam. Cuaca ekstrem hingga mengarah ke pancaroba ini bisa memicu efek domino pada produktivitas ayam petelur. Tidak heran, jika di kandang sering ditemui adanya ayam panting alias “megap-megap” pada siang hari namun cenderung bergerombol pada malam hari akibat suhu yang dingin. Kepekaan yang tinggi berbuntut negatif dimana ayam menjadi mudah stres. Stres inilah yang akan menjadi titik awal permasalahan dalam pemeliharaan unggas.

Dampak Perubahan Cuaca Ekstrem atau Pancaroba terhadap Pemeliharaan Ayam Petelur
1. Dampak fisiologis
Stres merupakan kondisi imunosupresi, di mana akan berakibat pada buruknya sistem pertahanan unggas. Stres akibat suhu ekstrem memicu kelenjar adrenal melepaskan hormon kortisol. Hormon ini bersifat imunosupresif, artinya menekan kerja sel darah putih sehingga ayam menjadi mudah terserang infeksi penyakit. Saat panas, ayam melakukan panting atau megap-megap. Ini menyebabkan pengeluaran karbondioksida (CO₂) berlebihan dari paru-paru. Akibatnya, pH darah menjadi lebih basa (alkalis) dan kondisi ini sangat mengganggu metabolisme kalsium yang dibutuhkan dama proses pembentukan telur. Dalam upaya mendinginkan suhu tubuhnya, ayam akan meningkatkan konsumsi air minum secara drastis. Hal ini menyebabkan pengenceran enzim pencernaan di usus, sehingga pakan tidak terserap sempurna hingga menyebabkan gangguan pencernaan.
2. Dampak pada produksi dan kualitas telur
Pada ayam petelur produksi, heat stress dapat menyebabkan penurunan kuntitas dan kualitas telur seperti penurunan berat dan ukuran telur serta penurunan kualitas kerabang. Stres kronis yang dihasilkan menyebabkan ovarium berhenti melepaskan kuning telur (ovulasi) secara teratur, sehingga persentase produksi harian bisa drastis menurun hingga 10-20%. Ayam petelur yang mengalami cekaman panas sering bertelur dengan kulit telur yang lebih tipis karena gangguan asam/basa yang terjadi di dalam darah akibat panting/ terengah-engah (hiperventilasi). Saat ayam hiperventilasi, terjadi kehilangan CO₂ yang berlebihan dari paru-paru dan darahnya. Kadar CO₂ yang lebih rendah dalam darah menyebabkan pH darah meningkat atau menjadi lebih basa. Kondisi ini disebut alkalosis respiratorik. pH darah yang lebih tinggi mengurangi aktivitas enzim karbonat anhidrase yang mengakibatkan berkurangnya ion kalsium dan karbonat yang ditransfer dari darah ke organ reproduksi. Akibat terjadinya alkalosis respiratorik, ketersediaan ion karbonat untuk membentuk kalsium karbonat (CaCO₃) pada kerabang berkurang.
Hasilnya, telur seringi ditemukan retak, lembak, atau bahkan tanpa kerabang. Penurunan nafsu makan akibat heat stress juga bisa membuat asupan asam amino (terutama metionin) berkurang yang berdampak langsung pada kecilnya ukuran telur yang dihasilkan.

3. Dampak terhadap lingkungan
Hujan lebat yang relatif intens dapat meningkatkan kelembapan di kandang, membuat alas litter semakin basah dan memperparah tingkat amonia. Jika kotoran ayam basah (karena ayam banyak minum atau tampias hujan), bakteri pengurai akan bekerja lebih cepat melepaskan gas amonia (NH₃). Tingginya kadar amonia bisa menyebabkan sistem pernapasan ayam terganggu dan memudahkan masuknya infeksi patogen penyebab penyakit pernapasan. Kerusakan saluran napas akibat amonia menjadi “pintu masuk” bagi bakteri Avibacterium paragallinarum penyebab Coryza atau Mycoplasma penyebab CRD.
Dampak pancaroba juga berdampak pada kualitas pakan. Perubahan suhu dan kelembapan yang drastis seringkali hingga menyebabkan rusaknya nutrisi pakan selama proses penyimpanan dalam gudang. Kualitas bahan baku pakan menurun karena lebih rentan terhadap pertumbuhan jamur dan mikotoksin. Pancaroba juga berimbas pada kualitas air minum. Pada masa perpindahan musim penghujan ke musim kemarau, debit air menjadi berkurang sehingga konsentrasi bakteri E. coli semakin tinggi. Kualitas air minum yang bermasalah, terutama kandungan mikrobiologinya yang tinggi dapat menjadi media perkembangan dan penularan penyakit (Contohnya penyakit Colibacillosis).
Menghadapi tantangan cuaca saat ini, manajemen yang tepat perlu dilakukan dimulai dari persiapan kandang, tata kelola udara, pengaturan sistem air minum dan pakan, pengaturan pencahayaan, kontrol kadar amonia, perkandangan, tingkat kepadatan/density, keseragaman ayam, biosecurity hingga program OVK yang tepat.
• Hindari dan minimalkan faktor penyebab stres seperti pindah kandang, perlakuan vaksinasi atau lingkungan kandang yang tidak nyaman. Jika memang hal-hal tersebut harus dilakukan, sebaiknya dilakukan dengan hati-hati agar minim stres.
• Mengatur sirkulasi udara dalam kandang dengan baik dan bersihkan debu di sekitar kandang karena berpotensi terkontaminasi bakteri patogen. Usahakan agar sirkulasi udara baik, mudah berganti dan ayam merasa nyaman. Lakukan penyesuaian sistem ventilasi secara cepat sehingga tidak ada gangguan kenyamanan ayam yang terlalu lama. Suhu ekstrem panas bisa disiasati dengan sistem pendinginan mekanis dan evaporatif yang efektif, dan jika mengalami suhu ekstrem dingin tentunya mengatur sistem pemanas yang efektif dan sebaran panasnya harus seragam.
• Untuk kandang terbuka (open house) dianjurkan untuk memiliki sistem ventilasi yang cukup dengan memperhatikan sistem sirkulasi udara yang baik. Arah kandang dibangun memanjang mengarah timur-barat dan pilih bahan atap yang mampu mereduksi (mengurangi) panas. Jika perlu gunakan sistem atap monitor. Kandang sistem slat (panggung) dengan ketinggian 1,5-2 meter akan membantu memperlancar sirkulasi udara. Penambahan blower atau kipas semakin meningkatkan kualitas udara di dalam kandang, hanya saja perlu diperhatikan kecepatan angin sebaik-nya tidak lebih dari 2,5 meter/detik. Selain itu, arah aliran anginnya juga harus searah.
• Perbaikan manajemen pemeliharaan seperti pengaturan kepadatan, manajemen litter agar tidak basah dan lembap, kecukupan nutrisi pada pakan, serta kontrol kadar amonia. Ammotrol dengan kandungan ekstrak yucca sering digunakan untuk mengontrol kadar amonia dan bau di area peternakan, di mana seperti kita ketahui bersama bahwa kadar amonia yang tinggi dapat menjadi pemicu ternak terserang penyakit pernapasan.
• Melakukan vaksinasi dengan tepat. Vaksinasi bertujuan menggertak sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi. Lakukan vaksinasi dengan tepat sesuai kasus penyakit yang pernah menyerang, terutama untuk penyakit penyebab imunonupresi. Sesuaikan pula waktu vaksinasi dengan waktu serangan penyakit. Selain itu, tata laksana dan aplikasi vaksinasi perlu dilakukan secara tepat supaya tingkat keberhasilannya tinggi.
• Penggunaan multivitamin dan elektrolit seperti Vita Stress dan produk yang kaya akan antioksidan seperti Vitesel-C yang mengandung kombinasi Vitamin E, vitamin C, dan Selenium bekerja bersama-sama melindungi sel dari stres oksidatif yang dapat terjadi akibat perubahan cuaca ekstrem. Elektrolit juga dapat menjadi larutan penyeimbang tubuh untuk mencegah dehidrasi dan menjaga keseimbangan cairan tubuh ayam saat suhu kandang tinggi. Juga ada pemberian obat penurun demam (Paramed C) untuk menurunkan suhu tubuh ayam saat terjadi heat stress akut.
• Suplemen vitamin yang mengandung multivitamin dan asam amino untuk meningkatkan atau mempertahankan produktivitas telur pada ayam petelur saat cuaca kurang mendukung bisa menggunakan Egg Stimulant atau herbal seperti Eggstima.
• Tidak memberikan ransum saat siang hari atau cuaca panas. Geser jadwal makan ke waktu yang lebih sejuk (pagi sekali dan sore/malam) untuk menghindari panas ganda dari metabolisme tubuh ayam saat siang hari.
• Memberikan air dingin yang baik kualitasnya. Suhu air minum yang baik adalah 20-24°C. Air dingin dapat digunakan untuk membantu ayam menstabilkan suhu tubuh ayam saat udara lingkungan tinggi. Saat suhu tinggi nafsu minum ayam meningkat drastis, bahkan jika suhu mencapai 32°C konsumsi air minum bisa meningkat 50%. Atur pula distribusi tempat air minum dan kontrol ketersediaan air secara berkala, jika perlu tambah jumlah tempat air minum sehingga tidak mempersulit ayam untuk mengaksesnya.
• Perhatikan juga bahwa selama masa pemeliharaan, kebutuhan nutrisi tercapai setiap harinya baik secara kualitas maupun kuantitas. Kebutuhan nutrisi tersebut disesuaikan dengan setiap fase pertumbuhan. Apabila ada pergantian komposisi pakan, lakukan secara bertahap agar tidak mengalami stres. Berikan pula suplementasi multivitamin serta premiks untuk mengoptimalkan produktivitas dan meningkatkan daya tahan tubuh ayam.
• Desinfeksi dan sanitasi kandang serta peralatannya penting dilakukan untuk mencegah penyakit masuk dan menular ke lingkungan peternakan. Lakukan desinfeksi kandang secara rutin, minimal sekali seminggu. Ketika musim kemarau, musim hujan maupun pancaroba, sering ditingkatkan untuk pelaksanaan desinfeksi peralatan (tempat ransum, tempat minum, dll.) menggunakan Medisep. Kemudian juga desinfeksi kandang dan lingkungan dengan Medisep atau Neo Antisep setiap hari untuk mengurangi bibit penyakit di lingkungan Desinsep untuk desinfeksi air minum sebagai antisipasi penularan penyakit via air minum.
• Kondisi yang lembab berakibat larva lalat mudah berkembang. Tidak asing di telinga kita, bahwa lalat merupakan vektor yang berperan dalam penularan penyakit. Insektisida seperti Flytox, dan Delatrin bisa digunakan untuk membantu memberantas lalat, nyamuk, dan serangga lainnya. Selain itu, juga ada produk lainnya bisa menjadi alternatif membasmi larva lalat seperti Larvastop.
• Jamur pada pakan menghasilkan racun yang merusak organ hati dan menurunkan produksi telur secara permanen. Simpan pakan di atas pallet kayu agar tidak lembap, dan pastikan tempat pakan selalu dibersihkan dari sisa pakan lama yang menggumpal. Untuk mengatasi racun jamur dapat menambahkan Freetox sedangkan untuk mencegah pertumbuhan jamur dapat menambahkan Fungitox.
