Sapi, kambing, domba merupakan contoh hewan ternak memamah biak atau sering disebut dengan ruminansia. sistem pencernaan ternak cukup kompleks karena mempunyai empat lambung dengan lambung yang terbesar disebut rumen. Gangguan pencernaan pada lambung yang sering terjadi pada ternak adalah kembung atau sering disebut dengan istilah bloat. Penyakit kembung sampai saat ini masih menjadi kekawatiran para peternak karena sangat berbahaya jika tidak diketahui sejak awal dan tidak segera ditangani dengan tepat. Kerugian yang ditanggung peternak tidak main-main, mulai dari harga jual yang turun bahkan hingga kematian yang cepat. Ternak bisa mati dalam waktu singkat antara 1-2 jam setelah mengalami kembung.

Kembung pada Ternak

Di dalam rumen terdapat mikroorganisme yang membantu ternak untuk mencerna pakan. Dalam proses mencerna pakan tersebut akan terbentuk gas di dalam rumen berupa karbondioksida dan metana. Secara alami gas tersebut akan dikeluarkan sendiri oleh ternak dengan cara bersendawa atau pembuangan gas melalui anus atau kentut. Kembung pada ternak dapat terjadi jika jumlah gas dalam lambung meningkat dan gas terjebak di dalam lambung. Timbunan gas di dalam lambung dapat terpisah dari isi lambung lainnya atau terperangkap diantara isi lambung berupa gelembung-gelembung kecil. Kejadian kembung ini biasanya bersifat akut.

Kembung dapat disebabkan oleh dua hal yakni karena penyumbatan gas atau karena terbentuknya busa. Penyumbatan gas terjadi karena adanya sumbatan benda asing pada saluran keluarnya gas dari lambung. Oleh sebab itu, penting untuk memperhatikan setiap pakan yang diberikan pada ternak. Sedangkan kembung karena terbentuknya busa terjadi karena pengaruh pakan. Misalnya pemberian hijauan berlebihan, hijauan yang masih basah, hijauan terlalu muda atau pemberian pakan hijauan dan konsentrat yang tidak seimbang dengan pemberian konsentrat terlalu banyak. Selain penyebab tersebut, terdapat beberapa faktor pendukung lain yang dapat memicu ternak kembung seperti ternak yang dibiarkan berkeliaran, udara dingin yang mengandung air, kehujanan, serta kondisi kandang yang tidak layak.

Pengawasan terhadap ternak memang memerlukan ketelitian, terkadang peternak teledor tidak menyadari jika ternaknya mengalami kembung. Ternak yang mengalami kembung dapat menunjukkan gejala seperti:

  • Perut bagian kiri membesar atau menggelembung jika ditepuk akan terdengar suara seperti gendang
  • Nafsu makan menurun bahkan tidak mau makan
  • Ternak gelisah dan tidak tenang
  • Punggung membungkuk dan menghentakkan kaki
  • Frekuensi napas meningkat atau sulit bernapas. Dapat pula nampak ternak bernapas dengan mulut
  • Ternak nampak menjulurkan lehernya ke depan untuk mengeluarkan gas
  • Denyut jantung melemah, selaput lendir mulut dan sekitar mata nampak kebiruan yang menunjukkan kekurangan oksigen
  • Ternak jatuh dan susah untuk bangun

Mencegah Kembung pada Ternak

Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan agar ternak tidak mengalami kembung antara lain:

  • Ternak sebaiknya dikandangkan untuk mempermudah mengontrol. Jika diumbar sebaiknya ternak diikat dan segera dimasukkan kandang jika mendung, hujan, angin maupun cuaca buruk untuk menghindari ternak kedinginan.
  • Konstruksi kandang memadai. Kandang sebaiknya berdinding rapat supaya ternak tidak kedinginan saat malam hari dan atap tidak bocor. Kandang diupayakan dalam kondisi kering dan tidak lembap.
  • Memberikan pakan sesuai dengan proporsinya terlebih untuk bahan makanan yang mudah difermentasii sehingga terbentuk gas metan di lambung ternak seperti daun kacang-kacangan. Hindari pemberian daun kacang-kacangan 100% tanpa dicampur dengan hijauan lain atau rumput.
  • Hindari pemberian hijauan berlebihan. Hijauan dapat diberikan sedikit demi sedikit namun dengan frekuensi yang sering.
  • Layukan terlebih dahulu hijauan yang akan diberikan pada ternak. Hindari pemberian hijauan yang masih basah atau segar. Hijauan segar memang disukai ternak, dengan kondisi yang lapar ternak akan lahap mengonsumsi hijauan. Oleh karena itu perlu dilakukan teknik melayukan hijaun terlebih dahulu.
  • Hijauan dapat diberikan dalam bentuk kasar. Jangan memotong hijauan terlalu kecil, semakin kasar potongan hijauan akan semakin lambat mikroba rumen mencerna sehingga mengurangi resiko terjadinya kembung.
  • Hindari menggembalakan ternak terlalu pagi karena rumput masih basah dan berembun. Kejadian kembung akan meningkat pada awal musim penghujan. Karena hijauan di awal musim hujan sedang dalam tahap tumbuh pesat dan bernutrisi tinggi. Peternakpun perlu berhati-hati dengan kondisi ini karena dengan kandungan protein yang tinggi juga dapat memicu kembung. Hal ini dapat dicegah dengan memberikan rumput kering terlebih dahulu sebelum digembalakan di awal musim hujan. Ternak akan mengurangi asupan rumput segar sehingga rumen lebih mudah beradaptasi.
  • Pakan yang diberikan dalam kondisi baik. Jangan berikan pakan yang sudah busuk atau bahkan berjamur.
  • Tidak membiarkan ternak terlalu lapar. Pemberian pakan dilakukan sesuai waktu yang telah ditentukan.

Menangani Ternak Kembung

Jika ternak menunjukkan gejala kembung, perlu segera dilakukan penanganan dengan hati-hati sebagai berikut:

  • Ternak ditempatkan dalam kandang yang hangat
  • Ternak diusahakan tetap dalam posisi berdiri atau bergerak. Dapat pula dengan meletakkan kaki depan sapi pada posisi yang lebih tinggi.
  • Sebaiknya mulut dalam keadaan terbuka supaya ternak lebih mudah bernapas dan mengeluarkan gas dari perut.
  • Untuk sementara hijauan segar digantu dengan hijauan kering dapat membantu pada kasus kembung ringan.
  • Berikan obat kembung seperti Bloatex yang berfungsi untuk mengeluarkan gas yang berlebihan. Obat akan bekerja dengan menurunkan tegangan permukaan sehingga gelembung gas akan terurai menjadi gelembung kecil sehingga dapat dikeluarkan dari saluran pencernaan.
  • Jika kembung belum parah, ternak dapat pula dibawa ke halaman yang luas untuk melakukan gerakan ringan atau jalan-jalan untuk merangsang sendawa. Setelah itu, pakan kering dapat diberikan untuk merangsang proses mengunyah yang akan membantu mengurangi kembung.
  • Jika kembung cukup parah bisa dilakukan pengeluaran gas dengan menggunakan trokar, namun perlu dilakukan oleh orang yang terlatih. Gas akan dikeluarkan dengan menusukkan cannula pada perut ternak bagian kiri, langsung mengenai rumen.
  • Dapat pula dilakukan tindakan dengan menggunakan stomach tube yang fungsinya untuk mengeluarkan kelebihan gas karena kembung yang parah. Alat stomach tube akan dimasukkan melalui mulut.

Kejadian kembung pada ternak tidak bisa dianggap remeh karena dapat berakibat fatal. Tindakan pencegahan perlu dilakukan untuk mencegah kejadian tersebut sehingga kesehatan ternak terjaga dan produktivitas ternak juga meningkat.

Mencegah dan Menangani Kembung pada Ternak
Tagged on:                 
Subscribe To Our Newsletter
No Thanks
Thanks for signing up. You must confirm your email address before we can send you. Please check your email and follow the instructions.
We respect your privacy. Your information is safe and will never be shared.
Don't miss out. Subscribe today.
×
×
WordPress Popup Plugin