Bapak Fendy

Email : mtmkisaran@yahoo.com

Saya peternak ayam layer. Saya ingin menanyakan, bagaimana cara mengatasi bau amonia yang ditimbulkan di kandang layer terutama di kandang baterai? Walupun feses langsung jatuh ke bawah, namun bau amonia masih tercium. Mohon penjelasannya.

Jawab:

Yth. Bapak Fendy, terima kasih atas pertanyaannya. Kita tentu sudah paham bahwa lokasi peternakan ayam sebaiknya dikelilingi pagar dan terisolir dari lingkungan penduduk, dimana lokasinya jauh dari pemukiman penduduk dan cukup berjauhan dengan peternakan sejenis lainnya atau minimal 500 meter dari lokasi peternakan unggas lainnya (itik, ayam kampung, dll). Hal ini semua bertujuan agar mudah dalam penerapan biosekuriti sehingga peternakan bebas dari wabah penyakit menular.

Dalam menjalankan usaha peternakan ayam, program biosekuriti merupakan suatu hal penting yang harus dikedepankan. Program ini merupakan langkah preventif (pencegahan) dalam mengendalikan penyakit pada ayam. Biosekuriti sendiri adalah semua kegiatan manajemen yang dipadukan secara menyeluruh untuk mencegah bibit penyakit masuk, tinggal dan menginfeksi suatu peternakan. Berbicara mengenai bibit penyakit keberadaanya ada di lingkungan kandang dan tidak dapat terlihat secara kasat mata, satu hal yang harus diketahui adalah bibit penyakit tersebut dapat ditinggal bahkan hingga dapat berkembang biak di materi organik seperti feses (contoh virus AI dapat bertahan di feses hingga 35 hari, bakteri penyebab CRD dapat bertahan di feses hingga 3 hari, dll), darah, lendir, dll. Penyebaran virus tersebut dapat melalui udara, debu, pakaian pekerja kandang, kendaraan pengangkut pakan/litter/feses, serangga (lalat), dll. Hal inilah yang mendasari dalam pemeliharaan ayam harus diusahakan untuk sebisa mungkin diminimalkan kontak langsung atau bahkan jauh dari media penularan penyakit tersebut. Terlebih lagi, satu hal yang kita ketahui bahwa udara dan lalat tidak mudah kita kendalikan.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa, jika kandang Bapak berdekatan dengan pengolahan feses maka akan sangat rentan terkena risiko terjadinya wabah penyakit. Baik ditularkan melalui udara, lalat yang berterbangan disekitar kandang, pakaian pekerja pengolahan feses maupun kendaraan yang keluar masuk ke tempat pengolahan feses. Apalagi jika sistem pengolahan feses dilakukan secara terbuka, tidak menutup kemungkinan bibit penyakit dapat terbawa melalui media debu dan udara sehingga akan masuk ke dalam kandang ayam.

Lantas bagaimana jika misal di farm/peternakan ayam menerapkan desinfeksi secara ketat untuk mencegah perkembangan biakan penyakit di lingkungan kandang? Hal tersebut memang bagus karena peternak telah mewaspadai adanya bibit penyakit di sekitar kandang. Namun kita juga harus paham bahwa saat desinfektan bekerja juga memiliki keterbatasan terutama terkait adanya materi organik terutama feses, dimana kerja desinfektan tidak akan optimal jika materi organik tidak dihilangkan/dibersihkan. Apalagi kita ketahui bahwa pengolahan feses tersebut bersifat kontinu/terus menerus berproduksi, sehingga akan sulit memutus rantai penularan penyakit.

Mengatasi Bau Amonia
Subscribe To Our Newsletter
We respect your privacy. Your information is safe and will never be shared.
Don't miss out. Subscribe today.
×
×
WordPress Popup Plugin