Kondisi saat ini kita sedang dihadapkan pada melemahnya nilai tukar uang Rupiah terhadap mata uang Dollar. Hal ini akan menimbulkan konsekuensi kenaikan harga pakan. Mengingat bahan baku sumber protein utama dalam pakan ayam, yaitu bungkil kedelai (soybean meal) dan tepung daging tulang (meat bone meal), merupakan komoditi impor, yang harganya berpatokan pada nilai Dollar.

Bahan Baku Alternatif

Bahan baku alternatif, sebuah kata yang semakin nyaring terdengar disaat bahan baku utama sulit ditemukan atau harga pakan yang meningkat drastis. Boleh dikatakan, ini adalah langkah yang telat. Tapi mau tidak mau ini harus segera diaplikasikan. Karena ayam yang kita pelihara harus tetap mengonsumsi pakan agar produktivitasnya tidak terganggu. Terlebih lagi, ayam modern memiliki kelemahan dalam beradaptasi dengan perubahan pakan. Mulai dari gangguan pencernaan (feses basah sampai diare) sampai konsumsi pakan turun sehingga performa turun.

Bahan baku alternatif hendaknya memenuhi persyaratan utama sebagai bahan baku pakan, diantaranya adalah memiliki kandungan nutrisi yang diperlukan ayam (sumber protein, sumber energi, dll), tidak mengandung toksin, palatabilitas (rasa kesukaan) baik dan yang terpenting adalah ketersediaannya terus menerus ada (kontinyu) dengan harga yang kompetitif.

Kelemahan yang sering ditemukan saat menggunakan bahan baku alternatif adalah :

  • Ketersediaanya terbatas/tidak kontinyu

Ketersediaan secara kontinyu menjadi pertimbangan yang penting saat akan

menggunakan bahan baku alternatif. Ini masalah yang sering ditemukan. Bahan baku alternatif biasanya tidak selalu ready (tersedia), mengingat belum menjadi target utama. Oleh karena itu, akan sangat lebih baik jika peternak dan supplier bahan baku alternatif mulai membentuk kesepakatan bahwa bahan baku ini akan senantiasa digunakan, baik saat kondisi sulit seperti ini maupun saat normal. Hal ini menjadi pondasi penting. Mengingat kelangkaan atau naiknya harga bahan baku sudah terjadi beberapa kali.

Peternak dapat mulai menggunakan bahan baku alternatif dalam formulasi meskipun dengan persentasi rendah, misal 1-2%. Hal ini akan menjadi trigger bagi supplier untuk menyiapkan bahan bakunya.

Kualitas tidak stabil (berubah-ubah)

Kualitas bahan baku alternatif yang tidak stabil akan menyebabkan permasalahan dalam formulasi pakan. Hal ini akan menyebabkan kualitas pakan yang diberikan berfluktuasi sehingga performa ayam akan bermasalah.

Saat menggunakan bahan baku alternatif akan lebih baik jika kita melakukan kontrol kualitas secara lebih ketat, terutama saat awal penggunaan. Agar terbentuk sebuah kebiasaan dari supplier untuk mempertahankan kualitas. Teknik kontrol kualitas bisa dilakukan dengan cepat (uji organoleptik) dan diteguhkan dengan uji laboratorium seperti di MediLab.

Jikalau kita mendapatkan bahan baku alternatif dengan kualitas yang tidak stabil, sebaiknya penggunaan bahan baku ini dibatasi 2-3% dalam formulasi. Dengan demikian, tidak akan terlalu memberikan efek yang signifikan bagi performa ayam.

Bahan Baku Alternatif yang Potensial

Alternatif bahan baku lokal yang bisa kita optimalkan adalah :

  • Tepung ikan

Indonesia adalah negara maritim, produksi ikan relatif melimpah. Ini bisa menjadi bahan baku alternatif pengganti MBM. Profil kandungan nutrisi tepung ikan mirip dengan MBM.

Namun dalam penggunaan tepung ikan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Diantaranya kita perlu mencari supplier yang terpercaya dan menerapkan kontrol kualitas terhadap setiap batch pengiriman tepung ikan. Dan yang lebih penting lagi adalah kontrol persentase penggunaan tepung ikan dalam formulasi. Saat kita memperoleh tepung ikan dengan kualitas baik, penggunaan tepung ikan bisa ditingkatkan sampai 5%. Namun saat tepung ikan kualitasnya menurun penggunaanya maksimal 2%. Karena ketika tepung ikan tidak diproses dengan baik, maka akan terbentuk gizzerosine yang berpotensi menyebabkan gizzard erotion.

Penggunaan garam dalam formulasi pakan berbahan baku tepung ikan juga harus disesuaikan. Terlebih lagi jika tepung ikan memiliki tingkat keasinan yang tinggi. Penggunaan garam sebaiknya diturunkan bahkan ditiadakan. Hal ini untuk menghindari kasus feses basah dan penurunan konsumsi pakan.

Hal-hal tersebut penting diperhatikan dikarenakan kebanyakan stabilitas kualitas tepung ikan yang kurang baik. Antara kedatangan pertama dan berikutnya sering tidak sama. Terlebih lagi, begitu banyak kasus manipulasi kualitas tepung ikan, dimana saat diujikan kadar protein kasarnya tinggi, namun saat digunakan dalam formulasi ransum menyebabkan penurunan produksi dan feses basah.

Maggot

Maggot adalah alternatif bahan baku sumber protein yang sedang naik daun saat ini. Sudah begitu banyak artikel maupun studi penelitian yang membahas tentang potensi maggot dalam pakan ayam maupun ikan.

Maggot berasal dari larva lalat tentara hitam atau yang dikenal dengan black soldier fly (BSF). Maggot ini hanya membutuhkan waktu 7 hari untuk bisa digunakan sebagai bahan baku alternatif sumber protein. Kandungan protein kasarnya bisa mencapai 40-60%.

Maggot ini bisa difungsikan untuk menggantikan MBM. Penggunaannya sebaiknya tetap diberikan dalam bentuk kering (kadar air <14%). Sebagai antisipasi, ada baiknya jika dilakukan pengujian kontaminasi bakteri, misalnya E.coli, salmonella maupun cacing.

  • Bungkil kelapa sawit

Indonesia kaya akan lahan sawit. Sebagian besar limbah kelapa sawit bisa kita gunakan sebagai salah satu sumber protein pakan ternak. Kandungan protein dalam bungkil kelapa sawit bisa mencapai 22%. Penggunaan bungkil kelapa sawit dalam pakan ayam bisa menggantikan sebagian dari penggunaan bungkil kedelai. Hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan bungkil kelapa sawit adalah kontaminasi kulit dan batok kelapa sawit yang sangat keras dan bisa menyebabkan perlukaan pada gizzard dan usus. Penggunaan bungkil kelapa sawit bisanya disertai dengan beberapa treatment, diantaranya proses pengayakan dan penggilingan hingga lembut, proses hidrolisis maupun fermentasi.

  • Bungkil kelapa

Bungkil kelapa, potensi lokal yang bisa digunakan sebagai pengganti sebagian penggunaan bungkil kedelai. Bungkil kelapa memiliki kandungan protein kasar yang relatif tinggi, yaitu 22%, sama dengan bungkil kelapa sawit. Bungkil kelapa bisa digunakan untuk menggantikan sebagian penggunaan bungkil kedelai dalam formulasi. Aroma yang khas dari bungkil kelapa akan mampu meningkatkan nafsu makan. Dengan kandungan lemak yang lumayan tinggi, mencapai 7,6% akan mampu untuk menyuplai energi metabolisme yang relatif tinggi. Dan ini akan sangat baik untuk menambah besar dan berat telur.

Kendala yang sering dirasakan peternak saat menggunakan bungkil kelapa dalam formulasi pakan adalah ketengikan. Hal ini biasanya disebabkan oleh manajemen pengiriman dan penyimpanan yang kurang tepat. Kandungan lemak yang tinggi dalam bungkil kelapa akan mudah mengalami reaksi oksidatif sehingga akan memicu ketengikan. Apabila ketengikan ini muncul setelah dicampur dengan bahan baku lain dan premix, maka bisa menurunkan kadar vitamin larut lemak, seperti vitamin A, D, E dan K. Oleh karena itu, perlu diperhatikan manajemen penyimpanannya dengan baik dan back up kekurangan nutrisi dengan premix seperti Mix Plus LLM3A.

Strategi Tepat dalam Antisipasi Kelangkaan

Antisipasi menghadapi kondisi kenaikan dan kelangkaan bahan baku ini harus dilakukan dengan mengolaborasikan beberapa upaya seperti berikut :

  • Fokus pada pencarian dan penggunaan bahan baku alternatif perlu terus dilakukan dengan konsisten dan bertahap.
  • Kombinasi penggunaan pakan jadi, konsentrat dan bahan baku alternatif juga bisa dilakukan sebagai upaya untuk bertahan dan mengoptimalkan performa ayam.
  • Optimalkan sumber daya yang dimiliki, jadikan produktif.
  • Afkir ayam yang tidak atau kurang produktif. Pengafkiran ayam ini akan mengurangi beban biaya, terlebih lagi saat ini harga telur dan daging mulai menunjukkan tren penurunan.
  • Optimalkan kesehatan ayam. Sehingga ayam tetap sehat dan mampu terhindar dari kasus penyakit. Akan menjadi sangat merugikan apabila dengan kondisi saat ini ayam sakit.

Badai pasti berlaku, dan pelangi akan muncul setelah terjadinya hujan. Harapan inilah yang harus senantiasa kita yakini. Semoga kondisi yang saat ini sedang melanda dan menyebabkan goyahnya kondisi peternakan bisa segera berlalu. Tetap dan terus semangat.

Mengoptimalkan Penggunaan Bahan Baku Alternatif (Part 2)
Subscribe To Our Newsletter
We respect your privacy. Your information is safe and will never be shared.
Don't miss out. Subscribe today.
×
×
WordPress Popup Plugin