Email : abeliamelinda01@gmail.com

Apa penyebab ayam pucat, dan biasanya mematuk-matuk kaki, apa solusinya?

Jawab:

Terima kasih atas pertanyaan yang disampaikan. Melihat gejala klinisnya, kemungkinan ayam tersebut mengalami kasus defisiensi (kekurangan) mineral. Ayam pucat disebabkan karena ayam kekurangan mineral Fe atau lebih dikenal dengan zat besi. Fe berperan penting dalam berbagai reaksi biokimia di dalam tubuh ayam, antara lain yang utama ialah dalam memproduksi sel darah merah. Zat besi berfungsi sebagai pembawa oksigen, bukan saja oksigen pernapasan menuju jaringan, tetapi juga dalam jaringan atau dalam sel. Sedangkan penyebab ayam mematuk kakinya adalah kekurangan kalsium, fosfor serta mineral lainnya. Selain mematuk kakinya sendiri biasanya ayam juga mematuk dinding atau yang lainnya. Hal ini terjadi karena ayam berusaha untuk mencukupi kebutuhan akan mineral.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menghadapi kasus defisiensi mineral antara lain:

  • Cek kualitas dan konsumsi ransum (feed intake) apakah sudah masuk sesuai dengan standar dari perusahaan pembibit (breeder).
  • Pastikan manajemen ransum tepat, tidak ada gangguan teknis yang terjadi (seperti ayam kekurangan tempat ransum, ransum terlambat diberikan).
  • Diusahakan untuk “memilah ayam” berdasarkan tingkat uniformity (keseragaman) nya agar bisa diberi perlakuan khusus. Ayam yang terlihat menunjukkan gejala penyakit segera dipindah pada flok terpisah.
  • Bila kualitas ransum kurang baik, lakukan suplementasi ransum untuk meningkatkan kualitas ransum.

Ransum yang berkualitas harus memiliki kadar nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan ayam disetiap periode perkembangannya, termasuk kandungan mineralnya. Jika tidak berkualitas, maka kasus defisiensi nutrisi pun bisa muncul. Di lapangan sendiri, jika ditemukan ayam yang mengalami gejala kasus defisiensi mineral, maka salah satu jalan keluar yang direkomendasikan ialah dengan menambahkan feed supplement ke dalam ransum.

Secara umum latar belakang dilakukannya penambahan feed supplement adalah:

  1. Melengkapi kandungan nutrisi esensial yang sering terlupakan, termasuk mineral
  2. Saat penyimpanan, kemungkinan terjadi penurunan kualitas ransum akibat kondisi gudang penyimpanan dan quality control yang tidak sesuai sehingga penambahan feed supplement mutlak diperlukan
  3. Saat pemberian ransum, ada sebagian ransum yang tercecer sehingga suplementasi juga diperlukan

Pada kasus defisiensi kalsium dan fosfor, sebenarnya penting bagi peternak agar sebelumnya memastikan bahwa dalam formulasi ransum yang dibuat, kandungan kalsium serta fosfornya sudah memenuhi nilai standar kebutuhan ayam, dan rasio perbandingan kedua mineral tersebut juga telah sesuai. Dan untuk mengetahui berapa kadarnya, peternak bisa melakukan uji laboratorium kualitas ransum di lembaga terkait atau MediLab (Medion Laboratorium). Bahan baku ransum yang bisa digunakan sebagai sumber kalsium dan fosfor dalam formulasi ransum diantaranya monocalcium phosphate (MCP), dicalcium phosphate (DCP) atau tepung batu.

Namun yang perlu diperhatikan dalam menangani kasus defisiensi Kalsium dan fosfor adalah bahwa peternak perlu melakukan suplementasi vitamin D₃ dan C yang sangat berpengaruh terhadap daya serap kalsium dan fosfor di dalam tubuh ayam. Karena akan percuma jika kandungan kalsium dan fosfor sudah sesuai, namun bahan pembantu untuk penyerapannya, yaitu vitamin D₃ dan C, tetap kurang jumlahnya.

Selanjutnya untuk mengatasi dan mencegah kasus defisiensi trace mineral, suplementasi trace mineral mutlak diperlukan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa kebutuhan trace mineral ini akan semakin meningkat seiring dengan menurunnya kondisi ayam akibat pengaruh lingkungan. Tidak hanya itu, jarang adanya jasa pengujian laboratorium terkait untuk mendeteksi kandungan trace mineral ini mengharuskan peternak tetap waspada akan kasus defisiensinya, sehingga suplementasi diperlukan.

Pada dasarnya, suplementasi mineral bisa dilakukan oleh peternak dalam bentuk penambahan mineral tunggal atau sekalian dalam bentuk penambahan premiks. Di dalam premiks, selain terkandung mineral, juga terdapat nutrisi lain seperti asam amino dan berbagai multivitamin. Beberapa produk suplemen mineral produksi Medion yang bisa digunakan diantaranya Top Mix dan Mineral Feed Supplement A. Mineral Feed Supplement A merupakan salah satu suplemen mineral yang mengandung makro dan mikro mineral yang berfungsi memperbaiki produksi telur dan kualitas telur, membantu pertumbuhan, meningkatkan daya tetas telur dan mencegah serta mengobati penyakit akibat defisiensi mineral. Hal penting yang perlu diperhatikan saat kita melakukan suplementasi mineral ialah teknik pencampurannya ke dalam ransum. Dalam mencampur suplemen mineral tersebut sebaiknya pastikan bahwa seluruh mineral tercampur secara homogen dalam ransum.

Penanganan Ayam Pucat dan Mematuk Kaki
Subscribe To Our Newsletter
We respect your privacy. Your information is safe and will never be shared.
Don't miss out. Subscribe today.
×
×
WordPress Popup Plugin