Pada rubrik Artikel Utama, tim redaksi telah membahas mengenai penyakit Gumboro dan alasan mengapa Gumboro masih menyerang. Pada prinsipnya, jika ayam sudah terserang Gumboro tidak bisa dilakukan vaksinasi darurat karena bursa Fabricius yang merupakan “pabrik” penghasil antibodi sudah rusak. Jadi, akan sia-sia saja jika vaksinasi darurat dilakukan dan bahkan justru akan semakin memperparah kondisi organ bursa Fabricius yang terserang.

Demam pada Infeksi Gumboro

Gejala klinis yang sering muncul ketika ayam terserang Gumboro berupa diare putih, bulu kusam, gemetar, nafsu makan menurun dan ayam tampak lesu. Gejala lain seperti peningkatan suhu tubuh atau demam pun terjadi.

Demam merupakan tanda bahwa tubuh ayam sedang melawan infeksi. Saat Gumboro menyerang, virus lapangan masuk ke dalam tubuh ayam akan berikatan dengan antibodi. Akibatnya, beberapa organ (termasuk bursa Fabricius dan otot) akan mengalami peradangan serta perdarahan, dan respon yang ditunjukkan oleh ayam ialah demam.

Penanganan Simptomatik Menurunkan Panas Tubuh

Penyakit Gumboro merupakan penyakit viral yang sampai saat ini belum ada obatnya. Biasanya untuk ayam broiler sudah parah dapat langsung di-culling. Sedangkan jika kejadian mendekati umur panen bisa dipertimbangkan untuk panen segera.

Pemberian parasetamol dinilai dapat membantu menurunkan gejala panas tubuh atau demam. Pemberian parasetamol bersifat simptomatik sebagai antipiretik dan analgetik untuk membantu meringankan gejala demam serta mengurangi rasa nyeri pada ayam ketika terinfeksi Gumboro.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, masih banyak dilakukan pemberian produk parasetamol berbentuk kaplet yang seharusnya untuk manusia, justru diberikan ke ternak ayam, yang notabenenya komposisi, dosis dan aturan pakainya pun sudah pasti berbeda.

Pemberian parasetamol dalam jumlah berlebihan dan tidak disesuaikan dengan dosis dan aturan pakai yang berlaku dapat merusak hati. Padahal kita tahu bahwa hati merupakan organ penting yang berperan utama dalam proses metabolisme dan detoksifikasi racun yang masuk ke dalam tubuh ayam.

Sekilas membahas mengenai parasetamol, penggunaannya pada ayam saat ini memang bukan hal yang tabu. Pada suatu peternakan unggas di salah satu kota di Jawa Barat, dilaporkan bahwa 63% peternak menggunakan parasetamol untuk mengobati ternak unggasnya yang mengalami sakit dan demam (Survey of Indonesian-Dutch Partnership Program, 2010).

Parasetamol telah lama dikenal sebagai obat antipiretik (penurun panas/demam) dan analgesik (pereda nyeri/sakit) pada manusia, namun kini parasetamol sebagai penurun panas pada saat terjadi outbreak Gumboro. Walaupun sudah umum digunakan untuk mengobati ayam, terutama saat terjadi serangan Gumboro, penggunaan parasetamol tetap harus disesuaikan dengan dosis dan aturan pakai yang berlaku. Perlu diperhatikan jika demam sudah turun, maka obat ini tidak perlu lagi dilanjutkan pemberiannya karena pemberiannya yang berkepanjangan akan berdampak kurang baik untuk organ hati.

Medion telah memproduksi Paramed-S yang efektif dalam menurunkan panas, mengurangi peradangan dan rasa nyeri, sehingga mempercepat penyembuhan pada ayam.

Dosis dan aturan pakai Paramed-S yaitu 1 gram tiap liter air minum atau 0,2 gram tiap kg berat badan. Pemberian Paramed-S mudah larut dalam air minum dan tidak akan menyebabkan penyumbatan pada nipple drinker.

Efektivitas Paramed-S terbukti dari hasil pengamatan trial tim Laboratory & Animal Testing Medion. Pemberian Paramed-S selama 5 hari menunjukkan persentase kesembuhan lebih signifikan dibandingkan kelompok lainnya yang tertera pada Grafik 1. Selain itu, pada Grafik 2 menampilkan hasil bahwa pemberian Paramed-S selama 5 hari mampu menurunkan skor lesi bursa lebih signifikan dibandingkan kelompok lainnya.

Terapi suportif dengan pemberian Paramed-S merupakan salah satu contoh tindakan suportif yang bisa diterapkan saat terjadi kasus Gumboro di peternakan.

Untuk membantu meringankan gejala serangan Gumboro lainnya, treatment yang bisa dilakukan diantaranya:

  • Suportif Berikan Gumbonal untuk memulihkan kondisi kebengkakan ginjal selama 3-5 hari. Setelah itu, bisa diberikan multivitamin dan elektrolit (Vita Stress) untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mengurangi stres.
  • Suplemen energi Pada kasus Gumboro murni maupun tunggal dapat diberikan air gula 2-5% atau Gingertol untuk membantu memulihkan energi serta meningkatkan kondisi tubuh.
  • Antibiotik Pemberian antibiotik hanya apabila terdapat kombinasi dengan infeksi penyakit bakterial. Karena masih banyaknya kasus Gumboro yang diikuti dengan serangan infeksi sekunder seperti CRD, koksidiosis, colibacillosis, dll. Namun yang harus pertama ditangani tetap Gumboro kemudian infeksi sekunder. Jika serangan Gumboro menyebabkan kebengkakan ginjal, maka gunakan antibiotik selain golongan aminoglikosida dan sulfonamida seperti Neo Meditril, Proxan-S, atau Therapy.

Saat dikombinasikan dengan tindakan yang lain, seperti pemberian vitamin, sumber energi dll. diharapkan pemulihan kondisi tubuh ayam pasca serangan Gumboro dapat berjalan lebih cepat. Langkah berikutnya adalah dengan menurunkan jumlah agen infeksi di lapangan dengan melakukan desinfeksi baik kandang maupun peralatan menggunakan Neo Antisep dan Antisep.

Evaluasi dalam Pencegahan Berulangnya Gumboro

Setelah Gumboro berlalu, peternak harus mengevaluasi beberapa hal agar kasusnya tidak terulang kembali. Beberapa yang bisa dilakukan untuk mencegah terulangnya kasus Gumboro:

  • Untuk pemeliharaan berikutnya optimalkan masa persiapan kandang. Istirahatkan selama minimal 14 hari sebelum chick in.
  • Jangan lupa untuk melakukan penyemprotan insektisida untuk mengeliminasi kutu franky yang berperan menyebarkan virus Gumboro (vektor).
  • Evaluasi program vaksinasi dengan memperhatikan riwayat umur serangan penyakit pada periode sebelumnya, serta handling vaksin dari tempat penyimpanan sampai ketika akan digunakan di kandang.

Seluruh aspek manajemen pemeliharan sangat mempengaruhi keberhasilan pengendalian penyakit Gumboro ini. Manajemen pemeliharaan dan kesehatan yang baik akan menjaga ternak aman dari serangan bibit penyakit. Salam.

Terapi Suportif pada Kasus Gumboro
Subscribe To Our Newsletter
No Thanks
Thanks for signing up. You must confirm your email address before we can send you. Please check your email and follow the instructions.
We respect your privacy. Your information is safe and will never be shared.
Don't miss out. Subscribe today.
×
×
WordPress Popup Plugin