Pada tanggal 28 Februari – 2 Maret 2017 lalu, Medion menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) untuk para pemilik peternakan, di pabrik Medion, Cimareme, Padalarang, Bandung. Diklat kali ini khusus membahas strategi membangun Family Business. Medion sebagai perusahaan keluarga yang sudah berpengalaman selama lebih dari 40 tahun, ingin berbagi ilmu bagaimana agar bisnis keluarga dapat bertahan dan bahkan berkembang, mengingat bisnis peternakan juga mayoritas berupa bisnis keluarga.

 

Jonas Jahja, selaku Presiden Direktur Medion mengatakan bahwa ada rumor mengenai bisnis keluarga yang tidak benar, yaitu generasi 1 (G1) membangun, generasi 2 (G2) menikmati, dan generasi 3 (G3) menghancurkan. Menurut Jonas, ada perusahaan di Jepang yang dapat bertahan hingga generasi ke-46, jadi bertahannya bisnis keluarga sangat tergantung pada pengelolaan konflik dan inovasi. Lebih lanjut, Jonas menjelaskan bahwa dalam bisnis keluarga ada dua hal yang dikelola yaitu bisnis dan keluarga yang sering menimbulkan konflik. Karena itulah, keluarga dikelola dengan prinsip harmonis, sedangkan bisnis dikelola dengan performa. Setelah bisnis maju dan berkembang, maka perlu melakukan inovasi dan diversifikasi produk.

 

Yirhan Sim, Wakil Presiden Direktur Medion, yang merupakan G2, secara khusus mempelajari mengenai Family Business di Family Firm Institute (FFI), Amerika Serikat. Yirhan mengatakan bahwa dalam bisnis keluarga ada elemen penting yang menjembatani peralihan antara G1 dan G2 yang disebut sebagai G1,5. “Mereka adalah professional managers yang telah lebih dulu ikut membangun bisnis bersama G1, walaupun tidak memiliki hubungan keluarga,” ungkap Yirhan.

 

Pada sesi berikutnya, G2 dari Medion, Irena Jonas, Melina Jonas, dan Elvina Jonas Jahja berbagi pengalamannya selama bergabung di perusahaan asal Bandung tersebut. Para peserta yang juga membawa serta generasi penerus mereka, antusias mendengarkan penjelasan serta secara aktif berdiskusi dengan para pembicara. Peserta diklat juga diajak melihat proses produksi vaksin dan produk farmasetik Medion. Dengan didampingi staf ahli, mereka menjadi tahu bagaimana proses produksi Medion yang berkualitas dan berstandar internasional.

 

Tidak hanya disuguhkan materi teknis, para peserta pun diajak berwisata di Bandung. Mereka mengunjungi Taman Hutan Raya Dago yang indah dan sejuk. Selain itu, para peserta juga menikmati pertunjukan angklung di Saung Udjo, dimana mereka juga belajar memainkan alat musik khas Jawa Barat tersebut. Tak lengkap berwisata jika tidak berbelanja, para peserta pun memborong produk-produk fesyen di factory outlet dan oleh-oleh khas Bandung, sebelum akhirnya pulang ke daerah masing-masing dengan membawa ilmu yang berharga.

 

Mempelajari Family Business dari Medion
Subscribe To Our Newsletter
We respect your privacy. Your information is safe and will never be shared.
Don't miss out. Subscribe today.
×
×
WordPress Popup Plugin