Bapak Sultan

Banyumas – Jawa Tengah

Saya seorang peternak ayam pedaging. Periode yang lalu, saya melakukan panen awal karena saya menemukan ayam yang mati dalam jumlah yang cukup banyak akibat serangan Gumboro. Padahal vaksinasi sudah saya lakukan pada umur 11 hari. Mohon infonya mengenai penanganan wabah penyakit yang paling tepat dan cara pencegahannya agar tidak terulang lagi.

Jawab:

Yth. Bapak Sultan, terimakasih atas pertanyaannya. Penyakit gumboro disebabkan oleh virus yang berasal dari famili Birnaviridae dan genus Avibirnavirus.

Mengapa virus gumboro seringkali dijumpai di peternakan dan sulit untuk dimusnahkan? Virus gumboro merupakan virus tidak beramplop, yang menyebabkan virus ini sangat resisten. Virus ini hanya dapat dibasmi dengan desinfektan golongan Iodin dan Aldehid. Virus gumboro dapat ditemukan dalam kotoran ayam yang terinfeksi dan dapat bertahan di lingkungan hingga lebih dari 3 bulan. Sehingga, pembersihan kandang dan waktu kosong kandang yang kurang optimal akan menjadi salah satu faktor yang memicu terjadinya wabah penyakit Gumboro.

Umumnya, gejala penyakit Gumboro ditandai dengan diare putih, bulu kusam, ayam sering mematuki bulu di sekitar kloaka, peradangan di sekitar kloaka, gemetar dan ayam tampak lesu. Gejala ini akan tampak 2-3 hari setelah infeksi. Tingkat kematian karena infeksi ini bervariasi antara 0,5–60%. Kematian mulai terjadi sejak hari kedua infeksi lalu meningkat terus hingga 2-3 hari kemudian dan akan menurun secara cepat pada hari ke-7 atau ke-8 (pemulihan kurang dari 1 minggu). Namun adapula serangan Gumboro tanpa disertai gejala klinis, umumnya terjadi bila Gumboro menyerang pada umur < 3 minggu yang sering disebut dengan infeksi Gumboro subklinis.

Perubahan hasil bedah bangkai akan tampak pembengkakan bursa Fabricius disertai edema dan kadang-kadang berdarah terutama pada ayam yang telah mati. Juga terdapat pembesaran limpa dan perdarahan garis di otot dada dan paha sering terjadi. Ditemukan pula pembengkakan ginjal disertai endapan asam urat (warna putih, red) di tubulus akibat dari dehidrasi (kekurangan cairan). Pada infeksi Gumboro subklinis, akan ditemukan atrofi (mengecilnya ukuran) bursa Fabricius ketika ayam berumur kurang dari 20 hari dimana bursa Fabricius seharusnya membesar.

Pada kasus ini, ayam sudah divaksinasi pada umur 11 hari. Setelah vaksinasi dilakukan perlu ditinjau keberhasilan vaksinasi tersebut. Keberhasilan vaksinasi dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu Materi, Metode, Manusia, Mileu yang disingkat dengan 4M :

  • Materi

    Materi terdiri dari dua aspek yaitu: vaksin dan ayam. Kualitas vaksin yang dipakai harus baik serta ayam harus dalam kondisi sehat dan tidak stres. Vaksinasi yang dilakukan pada ayam sakit akan menghasilkan titer yang kurang optimal.

  • Metode

    Dalam penyusunan program vaksinasi, hal hal yang perlu dipertimbangkan antara lain jenis penyakit yang menyerang, umur serangan penyakit dan vaksin yang akan digunakan agar terciptanya kekebalan/antibodi selalu berada di level protektif pada tubuh ayam. Selain itu, teknik vaksinasi meliputi penanganan vaksin dari suhu penyimpanan, cara pemberian vaksin dan penanganan setelah vaksinasi dilakukan merupakan salah satu titik kritis penentu keberhasilan vaksinasi. Vaksin harus diberikan sesuai dengan anjuran pemakaian yang tertera pada kemasan, tiap ayam harus mendapatkan dosis yang sama untuk mendapat hasil vaksinasi yang optimal.

  • Manusia

    Keterampilan dan pengetahuan sumber daya manusia akan berdampak pada keberhasilan vaksinasi.

  • Mileu

    Mileu atau lingkungan, terutama biosecurity dan kualitas air sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan ayam. Biosecurity berperan mengurangi populasi bibit penyakit yang ada di lapangan. Kualitas air berperan penting terutama saat pemberian vaksinasi dilakukan via air minum.

Saat terjadi kasus Gumboro, pertimbangkan baik-baik mana yang lebih dahulu ditangani. Berikut adalah tindakan yang dapat dilakukan jika ada kasus Gumboro :

  1. Isolasi ayam yang sakit dan desinfeksi kandang.

  2. Pada kejadian kasus Gumboro tunggal, berikan air gula 2-5% dan vitamin (Fortevit/Vita Stress) atau antiseptik untuk saluran kemih (Gumbonal) jika terjadi pembengkakan pada ginjal selama 3-5 hari.

Setelah Gumboro berlalu, peternak harus mengevaluasi beberapa hal agar kasusnya tidak terulang kembali. Beberapa yang bisa dilakukan untuk mencegah terulangnya kasus Gumboro :

  1. Optimalkan masa persiapan kandang. Istirahatkan selama minimal 14 hari sebelum chick in. Jangan lupa untuk melakukan penyemprotan insektisida untuk mengeliminasi kutu franky yang berperan menyebarkan virus Gumboro (vektor).

  2. Evaluasi program vaksinasi. Ada dua hal yang perlu diperhatikan saat mengevaluasi program vaksinasi yaitu cara memvaksinasi, kapan vaksinasi dilakukan dan vaksin apa yang digunakan.

Cara Tepat Atasi Serangan Gumboro
Subscribe To Our Newsletter
We respect your privacy. Your information is safe and will never be shared.
Don't miss out. Subscribe today.
×
×
WordPress Popup Plugin