Bapak Gus Nage

Email : gusnage31@gmail.com

Saya punya 100 ekor ayam petelur berumur 18 minggu, apakah ayam saya memerlukan vaksin kembali sampai ayam afkir. Bagaimana pelaksanaan vaksin yang tepat jika menggunakan air minum ?

Jawab:

Yth. Bapak Gus Nage, terimakasih atas pertanyaannya. Pada masa produksi perlu dilakukan vaksinasi ulang terhadap penyakit-penyakit yang mengganggu produksi telur yaitu ND, AI dan IB. Panduan secara umum vaksinasi pada masa produksi sebagai berikut:

  • Vaksinasi ulang ND dan IB dilakukan tiap 1-3 bulan menggunakan vaksin aktif atau tiap 3-6 bulan jika menggunakan vaksin inaktif.

  • Vaksinasi ulang AI minimal 2 kali yaitu umur 32-34 minggu (atau 2 minggu setelah puncak produksi) dan umur 47-49 minggu (atau 15 minggu setelah vaksinasi AI ke-4)

Pemberian vaksin aktif dapat dilakukan melalui tetes mulut, tetes hidung, tetes mata serta suntikan. Sedangkan vaksin inaktif hanya dapat diberikan melalui suntikan, yaitu suntikan dada, paha atau sayap. Dalam aplikasi vaksinasi melalui air minum, perlu memperhatikan kualitas air yang digunakan untuk melarutkan vaksin. Air yang digunakan untuk melarutkan vaksin dipastikan tidak tercemar desinfektan maupun logam berat. Karena akan mempengaruhi bau, rasa dan warna air, menimbulkan kerak yang dapat menyumbat saluran pipa, dapat merusak virus vaksin, terutama saat vaksinasi melalui air minum, dan mempercepat pembentukan biofilm di sepanjang instalasi air karena adanya peningkatan populasi bakteri patogen di dalam air. Biofilm pada saluran air dapat menghambat laju aliran air di nipple/tempat minum ayam otomatis sehingga mengganggu dosis vaksin/obat yang masuk ke ayam. Karena umumnya senyawa logam/mineral mudah larut dalam air, untuk mengatasinya dapat dengan melakukan penyaringan dengan menggunakan alat penyaring (filter) yang dilengkapi dengan cartridge berisi active carbon dan kuras torn air serta lakukan penyemprotan dengan air bertekanan (flushing) pipa air minimal 1 bulan sekali. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan biofilm yang menempel di sepanjang saluran instalasi air. Gunakan water cleaner/hidrogen perioksida (HO) dengan dosis 15-20 mg/liter air atau 10-15 ml/100 liter air. Jika air akan digunakan untuk vaksinasi melalui air minum, sebelum dilarutkan dengan vaksin berikan Medimilk 10 g tiap 5 liter air atau Netrabil 5 g tiap 1 liter air. Kualitas air dapat berubah baik pada musim hujan maupun musim kemarau. Sebaiknya pemeriksaan kualitas air tanah/sumur dilakukan secara periodik terutama saat terjadi pergantian musim, atau minimal 1 tahun sekali untuk mengetahui kandungan kimianya (seperti mineral, kesadahan).

Selain itu, pH air harus sesuai (tidak terlalu asam atau terlalu basa) karena akan mempengaruhi potensi vaksin. PH air yang terlalu asam (<6) dapat mengurangi tingkat konsumsi air minum, menurunkan daya kerja obat dan vaksin, serta menyebabkan korosi pada sistem/peralatan air minum. pH yang sedikit asam (antara 6-6.5) efeknya hanya akan menurunkan nafsu minum ayam. Sedangkan, air yang bersifat basa akan memicu pembentukan kerak pada sistem instalasi air minum dan dapat membunuh virus vaksin dan menurunkan potensi beberapa obat/desinfektan.

Faktor kesehatan ayam saat divaksin juga sangat menentukan keberhasilan vaksinasi, sebelum divaksin pastikan ayam tidak stres dan bebas dari penyakit immunosupresant seperti CRD dan Gumboro. Hal ini menyebabkan respon kekebalan hasil vaksinasi tidak akan optimal dan tingkat stres juga makin tinggi. Agar kondisi tubuh tetap prima berikan terapi supportif dengan menggunakan multivitamin dan imunostimulan seperti Vita Stress atau Imustim sebelum dan sesudah vaksinasi.

Pemberian vaksin aktif melalui air minum harus habis dalam waktu 2 jam, setelah vaksin dilarutkan segera alirkan ke Tempat Minum Ayam Otomatis (TMAO)/nipple drinker atau masukkan pada TMA. Agar air minum cepat habis dikonsumsi, sebelumnya ayam dapat dipuasakan minum selama 1-2 jam (tergantung cuaca). Pemuasaan harus dilakukan dengan hati-hati, jika suhu udara sangat panas maka pemuasaan cukup 1 jam.. Tambahkan jumlah TMA (kebutuhan TMA per 1.000 ekor ayam dewasa sebanyak 20-25 buah TMA ukuran 2 galon) agar ayam lebih mudah mengakses air minum. Setelah air yang mengandung vaksin mulai terminum, stimulasi (rangsang) aktivitas minum ayam dengan cara mengatur intensitas cahaya (pada kondisi terang ayam akan mudah mengakses tempat minum, hal ini dapat dilakukan terutama saat cuaca sedang hujan biasanya mendung/gelap). Jika vaksinasi pada kandang dengan menggunakan sistem nipple drinker maka dapat dirangsang dengan menekan setiap nipple drinker untuk mengeluarkan air sehingga ayam mau minum. Lakukan pembersihan tempat minum ayam (TMA) 2 kali sehari. Pembersihan dilakukan sebelum mengganti air minum Sedangkan untuk tempat minum ayam otomatis dengan membersihkan piringan TMAO menggunakan lap kain bersih yang dicelupkan pada Medisep secara periodik minimal 1 minggu sekali, lepas dan bersihkan filter yang terdapat pada TMAO dengan cara diflushing (semprot dengan air bertekanan). Semoga bermanfaat. Salam.

Tata Laksana Vaksinasi pada Ayam Petelur
Subscribe To Our Newsletter
We respect your privacy. Your information is safe and will never be shared.
Don't miss out. Subscribe today.
×
×
WordPress Popup Plugin