Bapak Anwar

Malang – Jawa Timur

Mengapa dalam pemeliharaan ayam petelur perlu melakukan force molting? Bagaimana penanganannya apabila terjadi penurunan berat badan dan produksi akibat force molting?

 

Jawab:

Yth. Bapak Anwar, terima kasih atas pertanyaannya. Sebelumnya, kami akan mengulas kembali mengenai molting. Molting merupakan proses alamiah yang biasa terjadi pada ayam petelur yang telah berproduksi cukup lama (± 80 minggu) dan berlangsung selama ± 4 bulan (North dan Bell, 1990). Molting mampu mempertahankan lama produksi dan memperbaiki kualitas telur melalui proses peremajaan ayam. Hal ini disebabkan adanya perbaikan fungsi ovarium (penghasil sel telur) oleh sel atau jaringan baru (Barua, dkk., 2001). Proses molting ini bisa dipercepat dengan menerapkan metode molting paksa atau force molting, yang hanya membutuhkan waktu 6-8 minggu saja.

Prinsip utama force molting adalah memberikan masa istirahat bertelur bagi ayam umur dewasa. Agar ayam bisa beristirahat, maka kita perlu memberikan “cekaman” pada ayam, barulah produksi telur terhenti dan alat-alat reproduksinya akan mengalami “perbaikan”. Cekaman atau tekanan yang dimaksud di antaranya dengan mengurangi jumlah ransum secara bertahap, memuasakan ayam tanpa diberi ransum sama sekali selama beberapa waktu, atau mengubah susunan formulasi ransum. Namun, dari beberapa metode tersebut, yang paling sering dilakukan di lapangan adalah metode kedua yaitu memuasakan ayam.

 

 

Widhanarto (1996) menyatakan bahwa force molting mempunyai hubungan erat dengan produksi telur, di mana selama force molting akan terjadi penurunan produksi telur secara drastis atau ayam berhenti bertelur sama sekali, serta terjadi penurunan bobot badan. Meskipun begitu, menurut North dan Bell (1990), program force molting dalam kondisi tertentu dipandang lebih menguntungkan dalam banyak hal, di antaranya lebih hemat biaya ransum, serta bisa memperbaiki kualitas dan produksi telur.

Setelah force molting, yaitu ketika bulu baru sudah tumbuh, ayam akan kembali bertelur meski jumlah produksinya tidak setinggi masa bertelur normal. Produksi telur biasanya bervariasi sekitar 10-30% lebih rendah dari normalnya, tergantung status kesehatan dan tingkat cekaman stres yang dialami ayam. Setelah force molting, kualitas telur yang dihasilkan akan lebih baik, di mana ukuran telur bisa lebih besar/berat dari normal dan warna kerabang lebih baik. Menurut penelitian Widodo (2008), dilaporkan bahwa program force molting memberikan hasil yang memuaskan terhadap kualitas telur. Kerabang telur menjadi coklat kembali dan kualitas kerabang lebih tebal.

Biasanya dalam program force molting nafsu makan ayam menurun hingga 50%, sehingga porsi pemberian ransum untuk ayam yang sedang molting maksimal 50% dari kondisi normal. Bahkan pada beberapa farm, ada peternak yang hanya memberi jagung saja selama molting. Sedangkan penurunan bobot badan selama force molting dapat terjadi sebesar 25-30% tergantung pada bobot awal ayam saat diterapkan program tersebut. Penurunan bobot badan ini sangat penting untuk melepaskan lemak di sekitar organ reproduksi. Namun dalam melakukan program ini ada beberapa hal yang harus dipersiapkan, antara lain:

  • Sebelum force molting, ayam harus dipastikan sehat. Jika ada ayam yang tidak sehat, maka harus diafkir (dijual) karena ayam bisa mati ketika force molting dijalankan.

  • Standar bobot badan ayam yang akan di-force molting harus berkisar 1,9-2 kg dengan usia berkisar 80 minggu atau lebih. Saat molting biasanya ayam menjadi sangat lemah dan tingkat stresnya tinggi sehingga rentan terserang penyakit.

Setelah program force molting berakhir (sudah lebih dari 30 hari), maka ayam bisa diberi ransum komplit dengan porsi normal dan bobot badan secara bertahap akan meningkat kembali. Sedangkan untuk mempercepat pertumbuhan bulu setelah proses force molting, bisa diberikan suplemen yang mengandung asam amino, vitamin B kompleks, A, D, E, dan beberapa mineral yang penting. Pemberian Aminovit, Strong Egg, Egg Stimulant, Mix Plus atau Mineral Feed Supplement A sejak hari ke-31 hingga ayam memasuki masa afkir ke-2 diketahui dapat mempercepat pertumbuhan bulu, menekan efek stres yang dialami ayam memperbaiki konversi ransum dan mempercepat produksi telur dengan kualitas yang lebih baik.

 

 


Info Medion Edisi Juli 2017

Jika Anda akan mengutip artikel ini, harap mencantumkan artikel bersumber dari Info Medion Online (http://info.medion.co.id).

Force Molting
Subscribe To Our Newsletter
No Thanks
Thanks for signing up. You must confirm your email address before we can send you. Please check your email and follow the instructions.
We respect your privacy. Your information is safe and will never be shared.
Don't miss out. Subscribe today.
×
×
WordPress Popup Plugin