Bapak/ Ibu Ari

Email: arilibra77@gmail.com

Bagaimana cara mengantisipasi heat stress kronis yang terjadi pada musim kemarau pada kandang open house? Mohon penjelasannya.

Jawab:

Terima kasih Bapak/Ibu Ari atas pertanyaan yang disampaikan. Stres panas (heat stress) merupakan gangguan stres yang terjadi akibat kondisi suhu udara lingkungan melebihi suhu normal (> 28oC) sehingga ayam tidak mampu untuk menyeimbangkan antara produksi dan pembuangan panas tubuhnya. Perlu diketahui bahwa zona nyaman (comfort zone) ayam berada pada kisaran suhu 25-28oC dengan kelembaban 60-70%.

Jika heat stress terjadi dalam waktu yang cukup lama maka disebut heat stress kronis. Untuk mengatasi kasus heat stress ini, perlu dilakukan tindakan yang tepat. Langkah langkah yang dapat dilakukan yaitu:

  • Lakukan manajemen tirai dengan baik, khususnya pada kandang open house. Umumnya pengaturan ventilasi dengan membuka semua tirai sudah dilakukan memasuki minggu ke-4. Namun, saat cuaca panas, pembukaan tirai secara total dapat dilakukan sesegera mungkin sehingga sirkulasi udara panas menjadi cepat berganti dengan udara dingin. Pengaturan ventilasi juga dapat dilakukan dengan memberikan tambahan kipas (blower), atau “hujan buatan”.
  • Memberikan air dingin suhu 20-24oC yang baik kualitasnya. Air dingin dapat digunakan untuk membantu ayam menstabilkan suhu tubuh ayam saat udara lingkungan tinggi. Saat suhu tinggi nafsu minum ayam meningkat drastis, bahkan jika suhu mencapai 32oC konsumsi air minum bisa meningkat 50%. Atur pula distribusi tempat air minum (TMA) dan kontrol ketersediaan air secara berkala (terutama jika menggunakan TMA manual). Jika perlu tambah jumlah TMA sehingga tidak mempersulit ayam untuk menjangkaunya. Peralatan minum juga perlu dilakukan desinfeksi secara rutin. Jika menggunakan nipple dan di dalam saluran air minum telah terbentuk lapisan atau kerak (disebut biofilm yang merupakan tempat perkembangan bibit penyakit) sebaiknya dilakukan flushing dengan cara mengalirkan air bertekanan tinggi.
  • Lakukan penjarangan ayam. Penjarangan dalam satu kandang bertujuan untuk mengurangi kepadatan sehingga ayam lebih merasa nyaman, tidak terlalu panas, padat, dan dapat dengan leluasa meradiasikan panas dari dalam tubuhnya ke lingkungan. Contoh pelepasan panas dengan radiasi ialah ayam merenggangkan atau melebarkan sayapnya. Pada ayam umur < 14 hari, pelebaran sekat kandang juga dapat dilakukan untuk mengurangi kepadatan kandang. Saat heat stress kepadatan kandang dapat dikurangi 10%. Selain itu, dengan pengaturan kapadatan kandang yang baik, maka jumlah feses yang ada pada litter akan lebih sedikit dan pada akhirnya menekan jumlah agen patogen untuk berkembang, serta mengurangi penularan penyakit. Perhatikan litter, sebab litter yang sudah tidak layak, tanpa disadari dapat menjadi sumber panas melalui sistem fermentasi yang berada pada litter itu sendiri. Tambahkan litter baru jika kondisinya sudah sangat lembab oleh feses yang basah/terkena tumpahan air minum.
  • Sebaiknya tidak memberikan ransum pada siang hari saat kondisi suhu sedang tinggi, karena bisa menyebabkan kematian akibat tingginya aktivitas metabolisme pencernaan dan dihasilkannya banyak panas tubuh. Untuk itu, manajemen yang dapat dilakukan adalah dengan memberi 1/3 ransum pada pagi hari, kemudian 2/3 ransum pada waktu menjelang sore. Khususnya pada ayam petelur dapat pula memberikan ransum tambahan yang mengandung suplemen kalsium atau mineral lain yang dibutuhkan oleh ayam pada malam hari. Pada kondisi heat stress dapat juga dilakukan tambahan jam makan saat dini hari (pukul 04.00-06.00 WIB) atau mengaplikasikan midnight feeding (pemberian pakan pada tengah malam, yaitu pukul 00.00-02.00).
  • Berikan multivitamin dan elektrolit untuk meningkatkan stamina tubuh ayam misalnya dengan Vita Stress atau Fortevit dan suplemen herbal Imustim untuk meningkatkan kekebalan tubuh ayam.

Sesuaikan perlakuan dengan kondisi lingkungan, misalnya tidak melakukan vaksinasi, potong paruh (debeaking) atau perlakuan lain pada saat suhu lingkungan tinggi, karena hal ini dapat lebih memperparah kondisi heat stress. Kegiatan seperti di atas dapat dilakukan saat cuaca dingin atau malam hari.

Kondisi heat stress dapat dievaluasi salah satunya dengan melakukan perhitungann heat stress index (HSI), dengan rumus:

Lakukan evaluasi dan perbaikan secara berkesinambungan terhadap penerapan biosekuriti, serta manajemen pemeliharaan dan kesehatan.

Heat Stress pada Musim Kemarau
Subscribe To Our Newsletter
No Thanks
Thanks for signing up. You must confirm your email address before we can send you. Please check your email and follow the instructions.
We respect your privacy. Your information is safe and will never be shared.
Don't miss out. Subscribe today.
×
×
WordPress Popup Plugin