Musim hujan di tahun 2019 telah diperkirakan memasuki akhir Oktober hingga pertengahan November (BMKG, 2019). Tingkat curah hujan tertinggi biasanya terjadi pada puncak musim hujan dan diperkirakan pada bulan Januari hingga Februari. Cuaca saat ini cenderung sulit diprediksi dan berubah-ubah. Kondisi ini tak pelak juga membawa dampak terhadap penurunan performa ayam. Di sisi lain, genetik ayam pedaging modern saat ini memiliki kepekaan yang sangat tinggi terhadap suhu lingkungan dan anak ayam baru bisa mengatur suhu tubuhnya secara optimal pada umur 2 minggu. Oleh karena itu, saat anak ayam masih berumur 0-14 hari, peran brooder (pemanas) dan manajemen yang optimal sangat mempengaruhi dalam upaya menjaga suhu kandang tetap dalam zona nyaman.

Berbagai Masalah Ketika Musim Hujan

Musim hujan atau musim basah adalah musim dengan ciri meningkatnya curah hujan di suatu wilayah dibandingkan biasanya dalam jangka waktu tertentu secara tetap. Kondisi peternakan saat musim hujan tentu berbeda dengan musim kemarau. Beberapa masalah yang muncul dan berdampak pada masa brooding antara lain:

  1. Suhu rendah
    Saat musim hujan, suhu lingkungan relatif lebih rendah (udara dingin). Jika masa brooding dilakukan pada musim hujan, hampir sepanjang hari diperlukan pemanas dan biasanya masa brooding akan berlangsung lebih lama (> 14 hari). Keadaan ini sangat berbeda ketika musim kemarau. Saat kemarau, pada siang hari (DOC umur 3 hari) pemanas bisa dimatikan karena suhu lingkungan sudah memenuhi suhu yang dibutuhkan DOC. Penerapan sistem pemanasan sepanjang hari (pemanas menyala siang dan malam) akan lebih baik. Jika tidak dilakukan pemanasan ekstra pada siang hari, DOC tidak mendapatkan suhu yang ideal untuk pertumbuhannya dan akan kedinginan. Dampak lebih lanjut, pertumbuhan DOC tidak akan merata dan banyak yang kecil sehingga performanya menjadi jelek.
  2. Angin kencang
    Permulaan musim hujan atau pergantian dari musim kemarau ke musim hujan (musim pancaroba) biasanya akan diikuti dengan munculnya angin kencang dari arah yang tidak menentu. Kecepatan angin yang tinggi bisa ini bisa membuat ayam terkena stres dingin ekstrem, merusak kandang ayam, bahkan kandang ayam bisa roboh. Kerusakan tersebut akan mengakibatkan kerugian besar bagi peternak dan otomatis mengganggu kelancaran usaha peternakan.
  3. Kelembapan udara menjadi tinggi
    Kelembapan udara yang tinggi (lebih dari 85%) bisa berdampak pada saluran pernapasan ayam yang akan terganggu sebagai akibat dari tingginya kandungan air di udara. Selain itu, lingkungan yang lembap merupakan kondisi ideal untuk pertumbuhan bakteri, virus, parasit, dan jamur, sehingga ayam menjadi rentan terhadap serangan penyakit. Kelembapan udara yang tinggi juga bisa menyebabkan kondisi sekam pada kandang postal menjadi cepat lembap, basah dan menggumpal sehingga kandungan gas amonia di kandang menjadi tinggi.
  4. Sumber air tercemar
    Peningkatan curah hujan tentu akan menambah volume air tanah. Meski jumlahnya bertambah, hal ini justru sering memicu masalah baru yaitu penurunan kualitas air. Penurunan kualitas umumnya terjadi secara fisik, kimia (kadar logam berat, kadar pH tinggi, maupun biologi (jumlah mikroba patogen). Secara fisik air menjadi keruh, berbau, dan bercampur partikel organik atau material lumpur.
  5. Kualitas dan kuantitas pakan menurun
    Tingginya kelembapan udara pada musim hujan menyebabkan penyimpanan pakan di dalam gudang dan penurunan mutu pakan baik secara kualitas (penurunan kadar nutrisi) maupun kuantitas (penggumpalan dan kerusakan pakan), serta pakan mudah terkontaminasi jamur sehingga berisiko tercemar mikotoksin (racun jamur).
  6. Gangguan aktivitas lainnya
    Banyak sekali aktivitas usaha peternakan ayam lainnya yang terganggu selama musim hujan. Sistem transportasi untuk pengiriman pakan atau DOC menjadi terhambat. Selain itu, proses penangkapan ayam saat panen atau pindah kandang juga terganggu. Aktivitas pemeliharaan bangunan kandang menjadi lebih tinggi, terutama untuk menanggulangi atap bocor atau memperbaiki drainase agar tetap berjalan lancar.
  7. Butuh penambahan pencahayaan
    Selama musim hujan, sinar matahari relatif berkurang, bahkan pada saat -saat tertentu keadaannya bisa mendung atau gelap sepanjang hari. Jika keadaan ini terjadi, peternak harus menambah pencahayaan agar aktivitas makan dan minum, serta produksi telur ayam tidak terganggu.
  8. Penyebaran penyakit
    Sejak permulaan musim hujan (musim pancaroba), penyakit yang menyerang ayam mulai tampak karena menjadi pemicu stres pada ayam dan memacu perkembangan bibit penyakit pada ayam. Bibit penyakit di musim hujan sedikit berbeda dibandingkan musim kemarau. Penularan melalui udara yang sering muncul saat musim kemarau, memang agak berkurang di musim hujan. Tetapi penularan melalui air minum justru meningkat. Di musim hujan juga banyak terdapat jentik-jentik nyamuk di genangan air di sekitar kandang ataupun berkeliarannya kecoa di sela-sela kandang mulai maghrib hingga subuh yang berperan sebagai vektor penyakit.

Pemenuhan Kebutuhan Anak Ayam sebagai Titik Kritis Masa Brooding

Agar anak ayam dapat melewati masa kritis di musim hujan dengan baik hingga mencapai target produktivitas optimal, maka perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Manajemen chick in yang optimal
    Sebelum memulai masa brooding, tentunya perlu mempersiapkan kandang yang nyaman dan bersih sebelum pelaksanaan chick in. Pembersihan kandang harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari pencucian kandang, peralatan, pengeluaran litter dan feses, hingga pengapuran dan desinfeksi. Masa istirahat kandang tidak bisa dipersingkat dan harus diterapkan minimal 2 minggu setelah kandang bersih.
  2. Kebutuhan nutrisi dan air minum tercukupi
    Ransum dan air minum harus diberikan segera setelah anak ayam datang karena bermanfaat dalam mempercepat penyerapan sisa kuning telur yang merupakan sumber nutrisi sementara dan sumber kekebalan (antibodi maternal) anak ayam. Selain itu, pemberian ransum pada masa ini akan mampu merangsang perkembangan organ pencernaan melalui peningkatan kapasitas pencernaan dan penyerapan usus. Untuk mengganti energi yang hilang saat perjalanan, berikan air gula 2-5% dan Gingertol. Siapkan segera sebelum anak ayam ditebar dalam chick guard. Bersamaan dengan pemberian air minum, berikan ransum berkualitas sedikit demi sedikit tetapi dengan frekuensi yang sering. Seperti halnya ransum, air minum juga sangat diperhatikan dalam masa brooding. Ketersediaan air minum selama masa brooding hingga selanjutnya harus tercukupi baik dari segi kuantitas dan kualitas.
  3. Suhu dan kelembapan terjaga
    Agar anak ayam dapat tumbuh dengan baik dimasa kritis sangat bergantung pada penyediaan suhu yang nyaman dari pemanas buatan. Kontrol suhu brooding sebaiknya dilakukan secara periodik dan sesering mungkin. Kenyamanan anak ayam juga dapat digambarkan dengan aktivitas dan penyebaran di kandang. Suhu yang ideal akan membuat anak ayam tersebar merata dan beraktivitas secara normal.
  4. Kebutuhan udara bersih tercukupi
    Sirkulasi udara yang baik melalui ventilasi bisa mengurangi bau amonia dan debu didalam kandang, lalu memasukkan udara bersih ke dalam kandang. Jika oksigen di dalam kandang kurang bahkan terdapat banyak kandungan gas berbahaya maka anak ayam akan terganggu. Sediakan celah ventilasi pada dinding kandang bagian atas dengan lebar 20-30 cm. Kecukupan udara bersih juga bisa diciptakan dengan mengatur kepadatan kandang. Lakukan pelebaran chick guard secara bertahap seiring pertambahan umur dan berat badan ayam.
  5. Optimalkan pencahayaan
    Pencahayaan yang optimal akan mendorong anak ayam untuk selalu mengonsumsi ransum dan air minum, serta membantu dalam sekresi hormon tiroksin untuk mempercepat metabolisme tubuh anak ayam. Kebutuhan pencahayaan pada masa brooding adalah maksimal waktu selama 20-24 jam/hari dengan intensitas cahaya 20 lux. Setelah itu, dapat dikurangi bertahap sebanyak 2 jam setiap minggu sejalan dengan bertambahnya umur ayam.
  6. Manajemen kesehatan yang baik
    Untuk membantu meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh anak ayam dapat diberikan imunostimulan seperti Imustim tiga hari sebelum dan sesudah vaksinasi. Imustim dapat dicampur langsung dengan obat atau vitamin, tetapi sebaiknya diberikan terpisah dengan vaksin untuk memaksimalkan daya kerja vaksin. Lakukan program vaksinasi dengan tepat untuk menggertak sistem kekebalan aktif ketika antibodi maternal sudah tidak protektif seiring dengan bertambahnya umur. Lakukan pula langkah pencegahan (cleaning program) untuk membasmi agen penyakit bakterial yang telah menginfeksi tubuh anak ayam dengan memberikan Amoxitin, Therapy, atau Neo Meditril sesuai dengan dosis dan aturan pakai.
Agar Brooding Nyaman di Musim Hujan
Subscribe To Our Newsletter
No Thanks
Thanks for signing up. You must confirm your email address before we can send you. Please check your email and follow the instructions.
We respect your privacy. Your information is safe and will never be shared.
Don't miss out. Subscribe today.
×
×
WordPress Popup Plugin