Pemeliharaan sistem closed house memang menjadi idaman semua peternak dengan memberikan kemudahan dan kecanggihan peralatannya. Namun semua itu tidak akan cukup sempurna jika tidak didukung manajemen biosecurity dan vaksinasi yang optimal. Sekalipun menggunakan sistem closed bisa house berpotensi terjadi penyebaran bibit penyakit jika sanitasi, persiapan kandang hingga biosecurity tidak optimal dilakukan.

Seperti yang sudah kita ketahui, penerapan biosecurity menjadi elemen yang penting demi mencegah serangan berbagai penyakit. Tiga poin penting dalam prinsip biosecurity yaitu isolasi atau mencegah penularan penyakit dengan pemisahan, melakukan kontrol lalu lintas manusia/petugas, hewan ternak atau peralatan yang memasuki area farm. Serta sanitasi dan desinfeksi.

Pentingnya Penerapan Biosecurity 3 Zona

Dalam era free AGP, dimana penggunaan antibiotika hanya untuk pengobatan, maka perlu mengoptimalkan pelaksanaan biosecurity secara ketat dan pengadaan 3 zona. Alfred Kompudu dari National Technical Advisor FAO mengemukakan bahwa konsep biosecurity tiga zona ini membuktikan dapat mengurangi penggunaan antibiotik sebesar 40% dan pengurangan penggunaan desinfektan sebesar 30% (Infovet, Juli 2019).

  • Zona merah atau zona kotor yang berada di area luar peternakan yang menjadi batas antara area kontaminan dan peternakan. Misalnya lokasi penerimaan DOC, lokasi penerimaan tamu seperti pembeli ayam/telur, technical service, maupun pengunjung lain seperti tetangga atau peternak lain. Pada area ini kemungkinan cemaran bibit penyakit sangat banyak.
  • Zona kuning merupakan zona transisi atau peralihan antara daerah kotor (merah) dan bersih (hijau). Area ini hanya dibatasi untuk kendaraan yang penting seperti truk ransum, DOC/pullet, dan telur. Akses hanya diperuntukkan bagi pekerja kandang, lokasi tempat menyimpan egg tray/boks telur yang sudah bersih. Orang yang berasal dari zona merah dan masuk ke zona ini harus didesinfeksi, mandi (jika diperlukan) serta berganti pakaian/seragam khusus termasuk alas kaki.
  • Zona hijau adalah zona bersih yang merupakan wilayah yang harus terlindungi dari kemungkinan kontaminasi cemaran/penularan penyakit. Area ini merupakan kandang tempat tinggal ternak. Hanya pekerja kandang yang boleh masuk ke zona hijau. Untuk masuk ke wilayah ini, pekerja harus menggunakan alas kaki khusus zona hijau. Kendaran tidak boleh masuk ke zona ini. Begitu pula dengan pengunjung, kecuali jika ada kepentingan khusus, misalnya tenaga vaksinasi (vaksinator) atau technical service yang ingin mengontrol kesehatan ayam kita dapat masuk ke zona ini setelah mengikuti prosedur sesuai yang diterapkan.

Poin-Poin Penting Kunci Keberhasilan Sistem Biosecurity

Adapun kunci dasar penerapan biosecurity di peternakan unggas diantaranya :

  • Batasi tamu yang berkunjung ke farm. Catat semua pengunjung yang diperbolehkan mengunjungi farm seperti pihak yang memiliki kepentingan khusus, misalnya tenaga vaksinator atau technical service (TS) yang ingin mengontrol kesehatan ayam.
  • TS atau teknisi ahli harus mengunjungi flok kandang yang umurnya muda dahulu sebelum ke flok umur tua. Jika mengunjungi beberapa area farm dalam satu hari, kunjungi farm dengan umur muda mulai pagi hari, kemudian kunjungi farm lain sesuai dengan urutan umur. Sebaiknya jika peternak atau petugas kandang telah mengunjungi flok kandang ayam terserang penyakit maka tidak boleh mengunjungi kandang ayam sehat untuk menghindari penyebaran bibit penyakit ke ayam yang sehat.
  • Optimalnya kandang bisa menerapkan sistem all in all out atau one age farming (sistem pemeliharaan satu umur).
  • Jika membeli peralatan kandang atau mendapatkan dari peternakan lain harus dibersihkan dan didesinfeksi terlebih dahulu secara menyeluruh sebelum digunakan pada farm tersebut.
  • Kendaraan tamu yang akan memasuki area farm harus disemprot dan rodanya harus melewati bak yang berisi desinfektan.
  • Lebih ideal jika sebelum petugas/tamu masuk ke dalam kandang perlu mencuci tangan menggunakan sabun, mandi, menggunakan baju khusus kandang, serta menggunakan alas kaki (sandal/sepatu boots khusus untuk masuk ke dalam kandang.
  • Menyediakan sarana celup kaki dan semprot badan menggunakan Antisep atau Medisep untuk petugas kandang sebelum memasuki masing-masing kandang.
  • Amankan kandang dari gangguan hewan liar seperti tikus, lalat, caplak, tungau, kumbang, dan serangga lainnya.

Salah satu hal penting yang mendukung kerberhasilan biosecurity ialah penerapan program sanitasi dan desinfeksi. Kunci sanitasi yang optimal pada dasarnya adalah pembersihan secara menyeluruh. Desinfektan nantinya akan membantu dalam men-nonaktif-kan sisa bahan organik (feses, eksudat lendir dll.) yang seumpamanya terlewat dalam sanitasi. Poin-poin berikut ini adalah perlakuan dasar sanitasi dan desinfeksi yang optimal

  • Ayam yang sakit/mati dapat menjadi sumber penyakit berbahaya bagi ayam sehat yang berdekatan. Oleh karena itu, ayam sakit harus segera dikeluarkan dan dipisahkan dari kandang ayam sehat sehingga tidak menulari ayam yang sehat. Sedangkan ayam mati (bangkai ayam) harus segera dibakar di insenator (tempat khusus pembakaran) atau dikubur dalam tanah.
  • Pada akhir periode pemeliharaan, panen segera semua ayam.
  • Berantas lalat, kumbang, kutu Franky dan serangga lainnya dengan insektisida. Untuk membasmi lalat bisa menggunakan produk Larvatox, Flytox dan Delatrin.
  • Basmi tikus yang sering berkeliaran di kandang dan gudang pakan.
  • Pembersihan, pencucian dan penyemprotan kandang serta peralatan kandang menggunakan desinfektan setelah panen/afkir. Saat kondisi kandang kotor, konsentrasi bibit penyakit masih tinggi dan peluang ayam pada periode selanjutnya terserang penyakit akan semakin besar. Pada kandang closed house berikan perhatian khusus ke tempat-tempat yang kurang terlihat seperti lubang udara, kotak kipas dan bagian atas dinding kandang.
  • Bersihkan tumpahan pakan sesegera mungkin, terlebih lagi jika kondisinya basah. Perbaiki tempat minum pipa air yang bocor.
  • Cuci tempat ransum dan tempat minum secara rutin 2 kali sehari, serta didesinfeksi dengan merendamnya (bukan hanya dilap) dalam Medisep (15 ml tiap 10 liter air), Zaldes (6 ml tiap 1 liter air), atau Neo Antisep (9 ml tiap 5 liter air).
  • Peralatan yang bisa dilepas dibersihkan terlebih dahulu dengan deterjen (atau jika perlu penghilang kerak) dan kemudian didesinfeksi dengan seksama.
  • Cuci kering semua peralatan (mis. peralatan listrik) yang tidak dapat dicuci secara langsung dan segera tutup untuk melindunginya dari debu.
  • Air kotor hasil sisa pencucian kandang atau peralatan langsung dialirkan keluar kandang melalui selokan sehingga tidak tergenang di sekitar kandang atau jalan masuk kandang. Pastikan pula selokan air lancar dan tidak tersumbat.
  • Seharusnya tidak ada genangan air di sekitar kandang dan setiap farm harus memiliki sistem drainase yang memadai yang memenuhi persyaratan lingkungan setempat.
  • Perhatikan juga ketika membersihkan bagian dalam dan luar tirai, lantai kandang hingga plafon atap.
  • Mesin kontrol sistem juga harus dibersihkan dengan menyeka menggunakan kain lembap. Gunakan blower udara atau upayakan sirkulasi udara baik pada ruang kontrol mesin.
  • Kuras sistem pipa air minum dan tangki. Sebaiknya flushing dilakukan secara rutin minimal 1 bulan sekali. Karena lamanya perendaman H₂O₂, maka khusus pada peternakan yang pemberian air minumnya menggunakan tempat minum sistem semi otomatis atau otomatis, program penggunaan H₂O₂ ini hanya bisa dilakukan saat kosong kandang. Atau jika tidak, bisa menggunakan bahan lain seperti asam sitrat dengan dosis 1,5-2 gram/liter, kemudian didiamkan dahulu selama 1 jam (Tsai, 2003).
  • Sebaiknya pula kita melakukan pengontrolan secara rutin (2 minggu atau 1 bulan sekali) atau meminta karyawan lain untuk melakukan audit biosecurity dengan mengisi form checklist.
  • Desinfeksi litter/sekam sebelum disebar dalam kandang untuk membasmi bibit penyakit apabila ada yang menempel di litter tersebut. Jenis desinfektan yang bisa digunakan yaitu Formades.

Biosecurity merupakan cara untuk mencegah serangan bibit penyakit dari luar tubuh ayam dengan meminimalisir bibit penyakit di lingkungan peternak dan kandang. Jadi, jangan dianggap sepele karena jika peternak sampai lengah dan mengabaikan biosecurity maka berbagai macam ancaman penyakit bisa datang kapan saja. Semoga bermanfaat.

Kolaborasi Closed House dan Biosecurity
Tag pada:
Subscribe To Our Newsletter
No Thanks
Thanks for signing up. You must confirm your email address before we can send you. Please check your email and follow the instructions.
We respect your privacy. Your information is safe and will never be shared.
Don't miss out. Subscribe today.
×
×
WordPress Popup Plugin