Bapak Abdullah
Email : abdullah123@gmail.com

Saya beternak ayam petelur umur 3 minggu, dalam 3 hari terakhir menunjukkan gejala tiba-tiba bergerak tidak beraturan, melompat, dan kepalanya bergetar. Saat dipisah, saya mendapati ternyata ayam tidak makan, fesesnya berwarna putih kental, dan kadang bercampur warna orange pepaya, Berdasarkan gejala klinis tersebut, apakah penyakit yang menginfeksi ayam saya dan bagaimana pengobatan yang sesuai? Mohon penjelasannya.

Jawab:

Yth. Bapak Abdul, terima kasih atas pertanyaannya. Berdasarkan gejala klinis tersebut, ada beberapa penyakit yang mungkin menyerang ayam tersebut antara lain:

  • Gumboro (Infectious bursal disease)


Penyakit ini disebabkan oleh virus (Birnavirus) yang biasanya menyerang ayam umur 0 – 8 minggu (rata-rata umur 3-6 minggu) pada ayam petelur, sedangkan pada ayam pedaging dapat menyerang disemua umur. Sasaran atau target organ virus ini adalah bursa fabricius yang merupakan organ kekebalan primer pada ayam muda. Oleh karena itu, ayam terinfeksi virus ini akan memiliki daya tahan tubuh yang lemah sehingga mudah terinfeksi penyakit yang lain. Gejala klinis gumboro yaitu ayam cenderung mematuk-matuk kloaka, ayam terlihat gemetar, diare berwarna keputihan, daerah kloaka kotor, bulu berdiri, tidak nafsu makan dan dehidrasi. Jika dilakukan bedah bangkai dapat ditemui peradangan/bintik merah pada bursa fabricius, perdarahan pada otot paha/dada, bintik merah pada perbatasan proventrikulus (lambung kelenjar) dan ventrikulus serta pembengkakan ginjal.

  • Newcastle Disease (ND)


ND disebabkan oleh virus (Paramyxovirus) dengan gejala yang muncul nafsu makan hilang, feses berwarna hijau dan kadang-kadang disertai dengan gumpalan putih, gemetaran pada seluruh tubuh, gejala kelainan syaraf seperti leher terpuntir/ tortikolis dan kematian yang cukup tinggi. Jika dilakukan bedah bangkai ditemukan peradangan di puncak bintil-bintil proventrikulus (lambung kelenjar), lemak jantung dan peradangan peyer patches usus.

  • Avian Encephalomyelitis (AE)

Penyakit AE disebabkan oleh virus (Picornavirus) dengan gejala klinis yang muncul hingga ayam umur 3-4 minggu. Gejala yang muncul seperti ayam menunjukkan gejala tremor/bergetar mulai otot kepala sampai leher, kelumpuhan, tortikolis/leher terpuntir. Jika dilakukan bedah bangkai dapat ditemukan perubahan seperti lesi/luka pada tempurung otak, otak menjadi lembek dan berwarna kuning pucat.

  • Koksidiosis (penyakit berak darah)

Penyakit ini disebabkan oleh protozoa, yakni Eimeria sp. Protozoa ini menyerang saluran pencernaan ayam seperti usus halus, usus besar, dan sekum. Mukosa atau permukaan saluran pencernaan akan dirusak oleh Eimeria sp. sehingga menyebabkan peradangan hingga timbul pendarahan (hemoragi). Apabila dilakukan pemeriksaan bedah bangkai biasanya akan ditemukan cairan berwarna orange pepaya yang merupakan ciri khas infeksi akibat protozoa ini. Warna orange pepaya disebabkan oleh bercampurnya darah dengan ingesta makanan serta lendir atau mukus.

Dari beberapa kemungkinan penyebab di atas, maka perlu informasi tambahan yang lebih lengkap baik dari anamnesa atau pengumpulan data terkait sejarah atau riwayat hidup ayam, tingkat kejadian di area peternakan dan gejala klinis lainnya yang muncul. Perlu juga didukung dengan pemeriksaan bedah bangkai untuk arahan diagnosa yang sesuai.

Pengobatan yang bisa dilakukan ialah penanganan yang cepat dan sesuai penyebabnya. Berikut penanganan yang dapat dilakukan :

  • Untuk mengobati koksidiosis dapat diberikan Therapy selama 5-7 hari berturut-turut. Dapat pula menggunakan produk herbal Fithera yang diberikan selama 7 hari berturut-turut.
  • Penyakit seperti Gumboro, ND, AE tidak bisa diobati karena disebabkan oleh virus. Terapi suportif dapat dilakukan dengan memberikan suplemen herbal Imustim untuk meningkatkan kekebalan tubuh ayam atau vitamin seperti Vita Stress atau Fortevit untuk meningkatkan stamina tubuh ayam. Namun perlu diingat pada kasus koksidiosis untuk pemberian vitamin terutama yang mengandung vitamin B1 diberikan setelah pengobatan selesai. Jika mengarah ke penyakit Gumboro dapat diberikan juga Gumbonal sebagai antiseptik pada saluran kemih.
  • Jika mengarah ke penyakit ND, dapat pula dilakukan tindakan revaksinasi darurat terhadap ayam sehat. Gunakan Medivac ND Clone 45 saat revaksinasi darurat untuk merangsang pembentukan antibodi ND secara cepat. Tujuannya ialah agar ayam yang masih sehat bisa segera membentuk antibodi.
  • Perketat biosekuriti termasuk manajemen pemeliharaan dan pembasmian vektor (pembawa penyakit, misalnya kumbang franky sebagai vektor penyakit Gumboro). Semprotkan juga Antisep atau Neo Antisep secara rutin setiap hari saat terjadi wabah pada kandang terisi ayam. Selain itu, bersihkan feses secara rutin.
Menangani Ayam dengan Gejala Syaraf dan Feses Orange
Subscribe To Our Newsletter
No Thanks
Thanks for signing up. You must confirm your email address before we can send you. Please check your email and follow the instructions.
We respect your privacy. Your information is safe and will never be shared.
Don't miss out. Subscribe today.
×
×
WordPress Popup Plugin