Bapak Ahmad Anjar

Subang – Jawa Barat

Bagaimana menyiasati stres panas pada ayam broiler di musim kemarau saat ini?

Jawab:

Yth. Bapak Ahmad, terima kasih untuk pertanyaannya. Pada musim kemarau, khususnya kejadian stres panas atau biasa disebut heat stress memang tak bisa dielakkan. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini sudah dimulai awal Mei lalu dan puncaknya diprediksi akan terjadi pada bulan Agustus – September 2018. Walau memang diprediksi tidak akan separah musim kemarau tahun 2015, namun perhatian kita terhadap kondisi panas seperti ini harus selalu ditingkatkan.

Heat stress merupakan suatu cekaman yang disebabkan suhu udara yang melebihi zona nyaman (> 28°C). Stres ini dikarenakan ayam tidak bisa menyeimbangkan antara produksi dan pembuangan panas tubuhnya. Mekanisme pengeluaran panas tubuh ayam akan berfungsi normal (optimal) saat ayam dipelihara pada zona nyaman (comfort zone), dengan suhu kandang 21-28°C dan kelembapan 60-70% (COBB Brooding-Temperature Management, 2015).

Gejala klinis bentuk akut yaitu ayam mengalami kesulitan bernapas (dyspnea), leher dijulurkan ke atas, kenaikan frekuensi napas dan nafsu makan turun. Hal tersebut yang mengakibatkan pertumbuhan ayam akan terhambat. Sedangkan pada bentuk kronis yang umumnya dijumpai pada ayam dewasa, gejala di atas dapat berlanjut kebiruan, kekurusan dan berujung pada kematian.

Heat stress seringkali terjadi pada ayam dewasa. Biasanya ayam akan melakukan panting (megap-megap), yaitu bernapas melalui tenggorokan atau melakukan evaporasi (penguapan). Saat panas, konsumsi ransum juga menurun sehingga asupan nutrisinya tidak terpenuhi, nilai FCR membengkak dan pertumbuhan bobot badan pun terhambat. Selain itu, sistem kekebalan tubuh juga akan melemah (bersifat imunosupresif) dan dampak paling parah yang ditimbulkan ialah kematian mendadak.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menyiasati stres panas akibat kemarau, diantaranya:

  • Membuat database suhu dan kelembapan

    Bapak bisa membuat catatan mengenai kondisi fluktuasi suhu dan kelembapan yang terjadi di kandang, baik pagi, siang, sore, malam maupun dini hari. Termasuk pula ketika sedang pencatatan, kita bisa menilai respon ayam terhadap panting. Dari sini akan terlihat rangkuman rentang suhu dan kelembaban ideal di mana tidak terjadi panting. Jadi ketika suhu atau kelembapan melebihi rentang ideal tersebut, Bapak dapat segera bertindak.

  • Manajemen buka tutup tirai

    Sistem sirkulasi udara yang baik sangat efektif untuk menurunkan atau menaikkan suhu kandang. Buka tirai kandang pada siang hari ketika suhu meningkat.

  • Sistem hujan buatan

    Sistem hujan buatan dilakukan di luar kandang untuk membentuk tetesan air yang mirip dengan hujan. Fungsinya untuk membasahi atap agar menurunkan temperatur tinggi menjadi sejuk sehingga ayam tetap nyaman meski cuaca panas, pertumbuhan ayam tidak terganggu dan mencegah kematian.

  • Penambahan kipas

    Penambahan kipas menjadi solusi yang populer untuk mengatasi heat stress. Kipas dapat dipasang di tengah, ujung maupun samping kandang tergantung dari tipe kandang yang digunakan. Untuk ayam dewasa kecepatan kipas dianjurkan tidak lebih dari 2,5 m/detik sedangkan untuk masa brooding tidak lebih dari 0,3-0,5 m/detik. Kipas dipasang dengan tinggi minimal 20-30 cm dari lantai.

  • Pengaturan kepadatan

    Lakukan pengaturan kepadatan agar ayam lebih nyaman, dan sirkulasi udara di dalam kandang lebih baik. Standar kepadatan ayam yang ideal adalah 15 kg/m2 atau setara dengan 6-8 ekor ayam pedaging.

  • Memberikan vitamin dan elektrolit

    Kondisi stres akibat pengaruh perubahan suhu sangat berperan besar memunculkan kasus defisiensi vitamin dan mineral (elektrolit). Suplai vitamin dan elektrolit dapat diberikan melalui air minum atau ransum. Vitamin yang diperlukan antara lain vitamin C, E, K, B9, B2 dan D. Sedangkan elektrolit diperlukan untuk menjaga kestabilan pH darah yang terganggu akibat menurunnya kadar CO2 di dalam tubuh ayam akibat banyak melakukan panting. Produk Medion yang dapat diberikan saat heat stress yaitu Vita Stress dan Kumavit. Keduanya mengandung vitamin dan elektrolit lengkap untuk mencegah stres, menambah nafsu makan dan menjaga proses metabolisme tubuh ayam tetap optimal.

  • Atur konsumsi air minum

    Saat suhu tinggi nafsu minum meningkat drastis, bahkan jika suhu mencapai 32°C konsumsi air minum bisa meningkat 4 kali lipat (Broiler Signals, 2016). Suhu air minum yang baik adalah 20-24°C atau < 30° C. Berikan air minum dengan kualitas yang baik secara ad libitum. Jika perlu tambah jumlah tempat minum ayam (TMA) dan distribusinya diatur sehingga tidak mempersulit ayam untuk mengaksesnya.

  • Perhatikan kualitas dan kuantitas ransum

    Kondisi suhu yang tinggi akan menurunkan konsumsi ransum dan meningkatkan konsumsi air minum. Pastikan ransum yang kita berikan berkualitas. Jika perlu berikan ransum dengan kandungan padat nutrisi agar kebutuhan nutrisi ayam tetap terpenuhi meskipun jumlah konsumsinya berkurang. Atur frekuensi dan waktu pemberian ransum. Alihkan jadwal pemberian ransum pada saat suhu sudah nyaman yaitu pada saat pagi dan sore hari. Jika perlu ransum bisa diberikan pada malam hari dengan memberikan cahaya tambahan. Upayakan juga torn/tandon penampung air minum diberi atap agar tidak terkena sinar matahari secara langsung.

  • Tambahkan juga Mix Plus untuk melengkapi nutrisi mikro esensial (nutrisi yang sangat penting) sehingga produktivitas ayam lebih optimal. Untuk air minum lakukan sanitasi dengan Desinsep untuk meminimalkan kontaminasi bibit penyakit.

Saat kondisi musim kemarau, kejadian heat stress perlu diwaspadai karena akan lebih mengancam kondisi ayam di peternakan. Hal ini berpengaruh nyata terhadap penurunan pertumbuhan ayam broiler. Untuk itu, segera lakukan tindakan antisipasi agar penurunan produktivitas dapat dihindari.

Mengatasi Heat Stress di Musim Kemarau
Subscribe To Our Newsletter
We respect your privacy. Your information is safe and will never be shared.
Don't miss out. Subscribe today.
×
×
WordPress Popup Plugin