Ayam laga atau ayam aduan yang sehat, lincah dan mempunyai stamina kuat menjadi dambaan setiap penghobi ayam laga. Namun tidak bisa dipungkiri saat merawat ayam laga juga terdapat masalah, salah satunya masalah kesehatan. Pada musim penghujan seperti bulan ini dengan curah hujan yang tinggi, suhu yang lebih rendah, kelembapan tinggi dan kurangnya sinar matahari, akan menyebabkan ayam mudah stres, peka terhadap lingkungan dan rentan terhadap penyakit. Salah satu penyakit yang seringkali berulah di musim penghujan pada ayam aduan kesayangan adalah penyakit pernapasan. Seperti snot/ korisa dan penyakit ngorok/ CRD (Cronic respiratory disease).

Penyakit korisa merupakan salah satu penyakit bakterial yang menyerang sistem pernapasan, terutama saluran pernapasan bagian atas. Snot dapat menyerang ayam laga pada semua umur. Penyakit snot disebabkan oleh bakteri Avibacterium paragallinarum. Gejala yang paling terlihat adalah adanya cairan atau leleran dari lubang hidung yang mula-mula berwarna kuning encer kemudian lambat laun berubah menjadi kental, bernanah dan berbau khas (bau busuk/amis) yang dapat membuat hidung ayam tersumbat sehingga ayam susah bernafas. Terkadang dapat juga muncul gejala bersin dan bengkak di daerah muka (dekat mata). Ayam yang telah sembuh akan bertindak sebagai pembawa bibit penyakit (carrier) dan sebagai sumber penularan ke ayam lain yang sehat.

Ngorok merupakan salah satu gejala khas penyakit yang menyerang saluran pernapasan ayam yaitu penyakit CRD (Cronic respiratory disease), sehingga peternak lebih umum menyebutnya dengan penyakit ngorok. CRD pada ayam disebabkan oleh Mycoplasma gallisepticum yang dapat menyerang ayam pada semua umur. Ayam yang telah sembuh juga akan bertindak sebagai carrier. Gejala klinis yang terlihat antara lain keluar lendir dari hidung, ngorok dan radang pada selaput mata. CRD bersifat imunosupresif atau mampu menekan sistem kekebalan ayam. Sehingga kejadian CRD dapat disertai komplikasi dengan penyakit lain terutama E. coli, sehingga disebut CRD kompleks.

Dampak penyakit snot dan ngorok pada ayam laga cukup besar yakni gangguan produktifitas sehingga target bobot badan tidak tercapai, menurunkan performa saat latihan dan saat bertanding. Pada ayam laga yang terserang snot dan ngorok, kondisi ayam akan semakin parah jika tidak segera dilakukan penanganan.

Angka kematian ayam karena penyakit ini cukup tinggi hingga mencapai 30% jika dibiarkan berlarut-larut. Untuk mengatasi penyakit tersebut, penghobi dapat melakukan beberapa tindakan penanganan atau perawatan berikut:

  • Untuk mengatasi penyebaran penyakit, ayam sakit harus segera dipindahkan ke kandang khusus untuk dikarantina.

  • Lakukan pengobatan dengan antibiotik. Av. paragallinarum termasuk bakteri Gram (-) sehingga hampir semua golongan antibiotik efektif untuk membasminya. Hanya saja dalam pemilihannya sebaiknya lebih diutamakan golongan antibiotik yang memiliki daya serap ke jaringan yang lebih tinggi. Begitu juga untuk penyakit ngorok haruslah dipilih antibiotik yang cocok untuk Mycoplasma. Contoh produk yang dapat digunakan untuk kedua penyakit tersebut adalah Neo Meditril (ayam laga) yang kemasannya khusus untuk ayam laga dengan dosis 3 tetes tiap kg berat badan selama 3-5 hari berturut-turut.

  • Pemberian multivitamin untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh ayam juga perlu diberikan. Seperti Solvit (ayam laga) dengan dosis 2 tetes tiap kg berat badan selama 2 – 3 hari/ selama ayam sakit atau Vita Stress dengan dosis 1 gram tiap 1 liter air minum.

  • Kegiatan menjemur ayam setiap pagi tetap dilakukan agar stamina ayam laga lekas pulih (± 10-15 menit) namun sebaiknya tidak dimandikan terlebih dahulu. Setelah ayam sembuh lakukan kembali perlakuan rutin termasuk memandikan ayam.

  • Sanitasi dan desinfeksi kandang dan peralatan kandang (tempat ransum, tempat minum) dan lingkungan sekitarnya setiap hari dengan Medisep.

  • Sanitasi air minum dari bakteri dan untuk mencegah penularan dengan Desinsep.

Untuk mencegah snot dan korisa, tindakan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menyadari sulitnya pengobatan korisa karena sedikit pembuluh darah pada tempat favorit bakteri Av. Paragallinarum (sinus infraorbitalis) maka tindakan alternatif yang bisa dilakukan untuk mengendalikan korisa adalah pencegahan dengan vaksinasi.

  • Pemberian vitamin dan elektrolit, seperti Solvit & Vita Stress untuk menjaga stamina tubuh ayam tetap optimal.

  • Penanganan ayam carrier dengan benar melalui pengobatan secara tuntas atau memberikan obat pada waktu tertentu (cleaning program), terutama saat perubahan cuaca & musim penghujan.

Sanitasi dan desinfeksi kandang & peralatan kandang (tempat ransum, tempat minum) dan lingkungan sekitarnya secara teratur minimal 1 minggu sekali.

Mengatasi Snot dan Ngorok pada Ayam Laga
Subscribe To Our Newsletter
We respect your privacy. Your information is safe and will never be shared.
Don't miss out. Subscribe today.
×
×
WordPress Popup Plugin