Bapak Priyono

Magelang – Jawa Tengah

Ayam saya umur 22 hari, sudah ada indikasi Gumboro, apakah penyakit tersebut termasuk turunan dari induk dan bagaimana penanganan yang tepat?

Jawab:

Terima kasih Pak Priyono atas pertanyaan yang diajukan. Virus Gumboro hanya ditularkan secara horizontal dari ayam sakit ke ayam sehat dengan media penular utama yaitu feses. Virus Gumboro di dalam feses masih infektif (mampu menginfeksi ayam lain) hingga 122 hari setelah dikeluarkan oleh ayam yang sakit. Sedangkan virus di dalam air minum dan pakan ayam masih infektif hingga 52 hari setelah dikeluarkan. Tempat air minum, pakan, kandang dan benda-benda lain juga dapat berperan sebagai media penular jika terkontaminasi feses yang mengandung virus Gumboro. Hal ini dikarenakan adanya vektor seperti kumbang, cacing, lalat, nyamuk, dan tikus yang hinggap pada feses kemudian pindah ke tempat ransum air atau minum. Salah satu vektor utama dari Gumboro adalah kumbang franky/darkling beetle. Transmisi virus secara vertikal (dari induk ke anak atau via telur) tidak terjadi. Begitupun dengan ayam yang carrier atau ayam yang membawa virus tapi tidak sedang sakit Gumboro, juga tidak ditemukan sehingga ayam yang sembuh dari Gumboro tidak berpotensi menularkan virus ke lingkungan. Saat terjadi kasus Gumboro, perlu diperhatikan bagaimana kondisinya. Jika terjadi komplikasi dengan penyakit lain, umumnya penanganan kasus Gumboro lebih diprioritaskan dibanding kasus lain dengan alasan bersifat immunosuppressive (menekan sistem kekebalan tubuh).

Berikut adalah tindakan yang dapat dilakukan jika ada kasus Gumboro:

  1. Isolasi, desinfeksi dan pengeluaran feses

Penyakit Gumboro sangat mudah menular dengan tingkat morbiditas (kesakitan) mencapai 100%. Tingginya tingkat morbiditas ini ditunjang dengan adanya ayam sakit yang terus mengeluarkan partikel virus serta keberadaan virus di feses. Oleh karena itu, lakukan pemisahan ayam yang sakit. Jika memungkinkan keluarkan feses (dan litter/sekam) saat terjadi outbreak Gumboro untuk menghilangkan sumber penularan virus (yang bersembunyi di feses). Tempat minum, tempat ransum ayam, tempat minum otomatis (TMAO), dan area kandang perlu didesinfeksi dengan Medisep setiap hari. Desinfeksi air minum juga perlu dilakukan dengan menggunakan Neo Antisep atau bisa juga dengan Desinsep.

2. Terapi pendukung

Berikan air gula 2-5% untuk memulihkan stamina ayam. Tambahkan vitamin (Vita Stress atau Fortevit) serta jika suhu udara terasa dingin, dapat menghidupkan pemanas seperti Indukan Gas Medion (IGM) untuk meringankan gejala penyakit dan mengurangi tingkat stres ayam. Pada kasus Gumboro yang mengalami pembengkakan ginjal, berikan Gumbonal untuk membantu meringankan gejala penyakit. Tindakan revaksinasi tidak dianjurkan mengingat tidak optimalnya tanggap kebal ayam.

Pencegahan kasus Gumboro selanjutnya:

  1. Mengoptimalkan masa persiapan kandang

Optimalisasi masa persiapan kandang dapat membantu mengeliminasi virus Gumboro. Lakukan desinfeksi kandang dengan baik dan benar mulai dari penurunan litter dan pengeluaran feses dari farm. Kemudian kandang disikat dan disabun lalu dibiarkan hingga kering. Lalu didesinfeksi dengan Formades atau Sporades. Sanitasi juga peralatan kandang dengan Neo Antisep misalnya tempat minum, tempat ransum ayam dan tempat minum otomatis (TMAO). Lalu dikeringkan dengan cara diangin-anginkan. Hindari mengeringkan dengan sinar matahari agar tidak merusak peralatan. Terakhir, taruh peralatan kandang yang sudah disanitasi dalam kandang yang sudah didesinfeksi. Tutup tirai kandang dan istirahatkan selama minimal 14 hari sebelum chick in. Jangan lupa untuk melakukan penyemprotan insektisida untuk mengeliminasi kumbang franky yang berperan menyebarkan virus Gumboro (vektor) misalnya dengan Delatrin serta desinfeksi litter sebelum digunakan.

2. Evaluasi program vaksinasi

Ada tiga hal yang perlu diperhatikan saat mengevaluasi program vaksinasi yaitu kapan vaksinasi dilakukan, jenis vaksin yang digunakan, serta cara/metode vaksinasi. Untuk itu, diperlukan recording yang baik untuk mengetahui riwayat sebelumnya. Untuk tingkat kematian yang tinggi (>5%), Medivac Gumboro A lebih tepat digunakan. Jika Gumboro terjadi pada umur 22 hari vaksinasi dapat dilakukan pada umur 8-10 hari menggunakan Medivac Gumboro A melalui tetes mulut. Pada ayam layer vaksinasi dapat 2 kali yakni umur 8 dan diulang pada umur 18-22 hari. Penentuan umur vaksinasi Gumboro pertama dapat juga menggunakan rumus yang berdasarkan data titer antibodi maternal.

Pola Penularan Penyakit Gumboro
Subscribe To Our Newsletter
No Thanks
Thanks for signing up. You must confirm your email address before we can send you. Please check your email and follow the instructions.
We respect your privacy. Your information is safe and will never be shared.
Don't miss out. Subscribe today.
×
×
WordPress Popup Plugin