Self mixing merupakan teknik meramu/memformulasikan ransum dimana peternak mencampur sendiri bahan ransum menjadi ransum.

Dalam menyusun komposisi ransum self mixing yang tepat, ada 2 hal yang perlu dipertimbangkan. Pertama, pemenuhan kebutuhan nutrisi yang lengkap untuk ayam. Kebutuhan nutrisi yang perlu diperhatikan dalam ransum ayam layer adalah energi metabolisme, protein kasar, serat kasar, lemak kasar, mineral (kalsium dan fosfor), vitamin, trace mineral (mineral mikro essensial) dan asam amino (asam amino total dan tercerna). Pastikan bahwa ransum yang disusun mampu menyuplai kebutuhan nutrien bagi ayam sesuai dengan fase produksinya. Hal kedua yang harus dipertimbangkan ialah mengenai harga ransum. Akan sangat baik jika dalam menyusun komposisi ransum kita bisa mendapatkan harga termurah (least cost). Jangan sampai kebutuhan nutrisi ayam terpenuhi tetapi biaya ransum yang dikeluarkan dari hasil formulasi sendiri (self mixing) justru lebih tinggi dibandingkan jika kita membeli ransum jadi dari pabrik.

Manfaat Self Mixing

Dengan self mixing peternak mempunyai alternatif pilihan dalam bertindak. Tidak hanya mengandalkan atau bergantung pada satu sumber pasokan, yaitu ransum jadi keluaran pabrik.

Biasanya, hanya di fase starter, ayam diberi ransum jadi. Mulai grower atau umur 70 hari, ayam bisa mulai diberikan ransum self mixing. Bahkan ada sebagian peternak yang memberikan ransum self mixing sejak ayam umur 30 hari.

Untuk mengetahui lebih jelas tentang manfaat dari self mixing ini, berikut penjelasannya:

  • Efisien

Dasar perhitungan efisiensi self mixing adalah cost production ransum. Besarnya rupiah yang harus dikeluarkan untuk menghasilkan 1 kg telur adalah patokan untuk menentukan pilihan ransum. Jadi ukurannya tidak semata-mata harga murah yang dikeluarkan saat membuat atau membeli ransum. Harus dipastikan ongkos yang dikeluarkan self mixing untuk menghasilkan 1 kg telur mampu lebih rendah dibanding menggunakan ransum pabrikan. Bila produktivitas yang didapat rendah, kualitas produksi rendah, itu tidak berarti apa-apa. Sebaliknya, kendati biaya yang dikeluarkan lebih tinggi, bila hasil yang diperoleh sepadan, ini berarti keuntungan. Untuk itu peternak layer harus cermat memperhatikan hal ini.

  • Monitoring mutu ransum

Selain lebih hemat, manfaat lain self mixing yaitu peternak lebih leluasa menentukan komposisi ransum sesuai kondisi ayam. Mutu ransum juga bisa dikendalikan sendiri. Dalam hal ini peternak lebih leluasa mengontrol ransum sejak bahan baku datang ke farm, dimulai dari pemilihan jenis, kualitas, harga bahan baku, sampai proses formulasi.

Dengan self mixing, stabilitas ransum juga bisa lebih terjaga. Sekalipun harga campurannya lebih mahal karena kenaikan harga bahan baku, hasil hitungan cost production masih bisa ditekan lebih rendah ketimbang ransum pabrik.

  • Formulasi ransum bisa dibuat sesuai kebutuhan

Keuntungan lain dari self mixing ini ialah masing-masing peternakan bisa menyesuaikan formulasi ransum berdasarkan kebutuhan. Misalnya di saat cuaca panas, feed intake ayam cenderung rendah karena nafsu makan menurun.

Kontrol Kualitas Agar Self Mixing Berhasil

Dalam self mixing, tantangan utama yang harus dihapai peternak ialah menjamin kualitas ransum yang diracik dapat menjamin kualitas ransum sesuai dengan kebutuhan ayam. Berikut uraiannya:

  1. Kontrol kualitas bahan baku

Prinsipnya adalah garbage in, garbage out. Artinya, jika bahan baku yang digunakan dalam self mixing bagus dan memenuhi standar, maka campuran ransum yang dihasilkan pun akan baik kualitasnya. Beberapa hal yang harus dilakukan dan diperhatikan, di antaranya:

  • Mengetahui waktu simpan bahan baku di supplier.
  • Sebaiknya peternak memiliki beberapa alternatif supplier bahan baku ransum sebagai pembanding kualitas maupun harga. Hal ini juga bermanfaat jika tiba-tiba ada supplier yang tidak bisa/berhenti memasok bahan baku ransum ke peternakan kita.
  • Ketika bahan baku datang ke peternakan, segera catat no. batch, nama supplier, tanggal, dan jumlah muatan bahan baku. Setelah itu, lakukan pemeriksaan kualitas fisik terhadap bahan baku yang diterima. Setelah diperiksa, selanjutnya bahan baku disimpan pada gudang ransum, dan diurutkan berdasarkan no. batch serta tanggal kedatangan.
  • Cek kadar air (KA) bahan baku ransum menggunakan alat ukur digital. Kadar yang baik adalah =14%. Jika tidak ada pilihan bahan baku lain dengan KA rendah, maka bahan baku dengan KA >14% tersebut harus dijemur terlebih dahulu sebelum disimpan di gudang penyimpanan atau bahan baku itu segera digunakan agar tidak timbul jamur dan mikotoksin.
  • Baunya pun tidak boleh tengik, harus bau khas bahan pakan yang digunakan.
  • Pemeriksaan bahan baku ransum juga bisa dilakukan dengan melihat kualitas kimianya. Pemeriksaan ini bisa dilakukan di Medion Laboratorium (MediLab). Selain pemeriksaan kualitas ransum, MediLab juga menyediakan jasa formulasi ransum.

2. Kontrol formulasi ransum

Bagi peternak self mixing, formula ransum yang sudah disusun tidaklah baku untuk selamanya. Jika di lapangan sedang terjadi penurunan kualitas bahan baku ransum, misalnya bungkil kedelai, maka kurangi penggunaan bungkil kedelai dan tambahkan porsi MBM (tepung daging dan tulang) dan PMM (tepung daging ayam). Intinya, jangan sampai kualitas ransum komplit yang diberikan ke ayam menurun.

3. Kontrol proses pencampuran ransum

Saat proses pencampuran ransum atau mixing, potensi terjadinya human error sangat tinggi, sehingga dapat mempengaruhi kualitas ransum yang dihasilkan. Hasil mixing haruslah homogen sehingga jika sampel diambil pada suatu titik mixer akan dihasilkan nilai yang representatif. Hal ini karena homogenitas ransum berpengaruh terhadap terpenuhi atau tidaknya kebutuhan nutrisi masing-masing ayam. Hasil mixing dengan homogenitas yang tidak cukup tinggi akan berdampak pada produktivitas ternak, bahkan dapat mengakibatkan kematian.

Oleh karena itu, terdapat beberapa titik kritis yang perlu diperhatikan guna menghasilkan campuran yang homogen, yaitu :

  • Ukuran partikel bahan ransum yang berbeda-beda mengurangi kemungkinan tercampurnya bahan baku secara merata. Solusinya adalah mengecilkan ukuran bahan ransum supaya partikelnya dapat tersebar secara acak dan merata.
  • Bahan ransum yang memiliki partikel sangat kecil dan jumlahnya sedikit misalnya premix dilakukan pencampuran terlebih dahulu (premixing) supaya merata.
  • Pengisian mixer yang terlalu penuh dapat menghambat proses pencampuran pada bagian atas mixer. Pencampuran akan berjalan efisien jika mixer diisi 60-90% dari kapasitasnya.
  • Perhatikan lama waktu pencampuran (durasi pencampuran). Lama waktu pencampuran biasanya 4-5 menit untuk mixer horizontal atau 10-15 menit untuk mixer vertikal. Lakukan uji homogenitas pencampuran. Sebaliknya, durasi mixing yang terlalu lama dapat memungkinkan terjadinya segresi (pemisahan partikel).

4. Kontrol penyimpanan ransum

Kondisi penyimpanan yang buruk berpotensi menimbulkan kontaminasi sehingga mengakibatnya kadar nutrisi ransum menurun. Adapun ketentuan dari kondisi penyimpanan dan gudang ransum yang baik di antaranya:

  • Terapkan sistem penyimpanan secara first in first out (FIFO: disimpan berdasarkan tanggal kedatangan bahan ransum) atau first expired first out (FEFO: disimpan berdasarkan tanggal kadaluarsa). Jika ada bahan baku berkualitas kurang baik dan tidak memungkinkan disimpan lebih lama, dapat digunakan terlebih dahulu meskipun baru datang.
  • Sediakan stok ransum dalam gudang sesuai kebutuhan sehingga cepat habis dan tidak terlalu lama disimpan. Daya simpan ransum ayam yang baik umumnya berlangsung selama 21-30 hari sejak tanggal produksi (batch).
  • Sebaiknya pembangunan gudang ransum mengacu pada prosedur pembangunan kandang yang dipersyaratkan. Syarat umum untuk gudang penyimpanan ransum antara lain tertutup, memiliki sistem sirkulasi udara yang baik, tidak lembab, bersih, suhunya optimal (26-28°C), dan bebas dari serangga dan hewan pengerat (tikus). Syarat lainnya adalah posisi lantai lebih tinggi dari permukaan tanah dan terhindar dari debu.
  • Gunakan pallet (dengan tinggi 5-15 cm) di bawah tumpukan ransum. Usahakan ransum tidak menempel pada dinding. Berikan jarak minimal 50 cm dari dinding gudang. Tumpukan pallet ke atas maksimum 3 pallet, masing-masing pallet berisi 6 tumpukan karung ransum.
  • Sediakan stok ransum dalam gudang sesuai kebutuhan sehingga cepat habis dan tidak terlalu lama disimpan. Daya simpan bahan baku dan ransum ayam yang baik umumnya berlangsung selama 21-30 hari.
Strategi Self Mixing agar Berhasil
Tagged on:             
Subscribe To Our Newsletter
No Thanks
Thanks for signing up. You must confirm your email address before we can send you. Please check your email and follow the instructions.
We respect your privacy. Your information is safe and will never be shared.
Don't miss out. Subscribe today.
×
×
WordPress Popup Plugin