Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak masih dilaporkan kejadiannya di beberapa wilayah di Indonesia hingga 2026 ini. Meskipun masih diketemukan kasusnya, pemerintah menghimbau agar peternak tidak panik, segera melapor jika ditemukan gejala untuk segera dilakukan pengobatan serta tindakan vaksinasi untuk pencegahan selanjutnya. Beberapa wilayah yang ditemukan kasus PMK pada bulan Januari hingga Februari 2026 antara lain Aceh, Bangka Belitung, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Riau, Sumatera Barat (Ditjenpkh.pertanian.go.id, 2026). Berikut informasi kejadian PMK selama 1 tahun terakhir.

Berdasarkan sifat dan karakteristik penyakit PMK, beberapa langkah antisipasi strategis yang dilakukan pemerintah antara lain membatasi lalu lintas ternak serta meningkatkan pelaksanaan vaksinasi PMK pada ternak. Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong distribusi vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Tahun 2026 untuk melindungi usaha peternak sapi dan kerbau dari risiko penyakit hewan menular strategis. pengendalian PMK tidak hanya dilakukan melalui penanganan ternak di wilayah terdampak, tetapi juga melalui langkah antisipatif berupa vaksinasi massal dan penerapan zona pemberantasan PMK. Strategi ini dijalankan secara terintegrasi sesuai peta jalan pengendalian dan penanggulangan PMK nasional. Selain upaya pengendalian untuk mencegah meluasnya PMK dengan percepatan vaksinasi juga dilakukan upaya peningkatan komunikasi, informasi, dan edukasi kepada para peternak.
Pencegahan PMK
Trauma peternak terhadap PMK dipicu adanya kerugian ekonomi akibat kematian, pemotongan paksa ternak, turunnya harga jual, serta performa reproduksi yang menurun. Sebagai peternak, kita dapat melakukan upaya-upaya pencegahan agar ternak terhindar dari PMK. Penyakit PMK dapat dicegah secara efektif melalui kombinasi tindakan biosekuriti dengan isolasi, sanitasi, desinfeksi, pemberian vaksinasi serta suplementasi. Beberapa contoh tindakan yang dapat dilakukan antara lain:
Biosekuriti sebagai pertahanan melawan agen penyakit
Pengawasan lalu lintas ternak
- Pembatasan tamu yang masuk area ternak
- Menjaga kebersihan lingkungan kandang
- Mengatasi hama atau vektor penyakit seperti lalat dan tikus
- Pisahkan ternak yang sakit dengan ternak sehat
- Ternak yang baru datang di kandang karantina minimal 14 hari
- Beli dan jual hewan ternak sehat yang sudah divaksinasi
- Jaga kebersihan lingkungan kandang, sanitasi & disinfeksi kandang dan peralatan menggunakan desinfektan (Sporades, Desinsep)
Suplementasi untuk meningkatkan daya tahan tubuh ternak
- Multivitamin membantu metabolisme meningkatkan daya tahan tubuh, contohnya dengan Vita B Plex Bolus Extra Flavor, Injekvit B-Plex, ADE Plex Inj
- Melengkapi nutrisi dengan penambahan premiks (vitamin, mineral, asam amino) untuk kesehatan pertumbuhan ternak, misalnya dengan Mix Plus Cattle Pro.
- Elektrolit untuk mengatasi stres (cuaca, vaksinasi, transportasi) meningkatkan daya tahan tubuh dengan Transolit
Vaksinasi pada ternak yang sehat sesuai anjuran dan petunjuk penggunaan dari leaflet vaksin atau anjuran program pemerintah.
Apakah Performa Reproduksi Sapi dapat Pulih Kembali Pasca PMK?
Trauma yang juga dirasakan peternak adalah performa reproduksi dimana sapi menjadi sulit bunting. Perlu dilakukan pemeriksaan sistem reproduksi oleh tim kesehatan hewan untuk memastikan penyebab gangguan reproduksi dan segera mengatasinya sesuai dengan penyebab gangguannya. Setelah gangguan reproduksi segera diatasi serta dengan manajemen pemeliharaan dan kesehatan yang baik perlahan akan pulih dan bisa bunting kembali. Kebutuhan nutrisi sapi terpenuhi juga harus terpenuhi agar skor kondisi tubuh (Body Condision Score/BCS) kembali baik (2.5-3.5). Pada kondisi yang sudah membaik, mekanisme hormon akan berjalan kembali normal sehingga siklus birahi normal (21 hari). Berikut beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan reproduksi:
- Periksa kondisi sistem reproduksi sapi secara individual segera atasi gangguannya
- Penuhi kebutuhan nutrisi sapi dengan pakan berkualitas (hijauan dan konsentrat) dan perbaiki BCS. Pemberian pakan bernutrisi akan meningkatkan daya tahan tubuh untuk proses penyembuhan dan memperbaiki BCS
- Berikan suplemen mineral dan multivitamin. Berikan suplemen multivitamin untuk daya tahan tubuh dan nafsu makan (ADE-plex Inj, Vitesel-Inj). Vitamin E dan selenium sebagai antioksidan dalam beberapa fungsi biologis diantaranya meningkatkan sistem reproduksi (fertilitas) dan sistem imun. Untuk suplemen mineral dapat ditambahkan dalam pakan
- Maksimalkan penyerapan nutrisi dengan mengatasi cacingan dan menjaga kesehatan saluran cerna. Atasi kasus cacingan (Wormzol-B/ Wormzol Suspensi/ Wormectin Liquid) serta perlu menjaga kesehatan saluran pencernaan dan keseimbangan mikroba rumen.
- Pertimbangan untuk pemberian hormon (GnRH, PGF, LH) sesuai kondisi pemeriksaan reproduksi ternak sesuai anjuran tim kesehatan hewan.
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dapat dicegah secara efektif melalui kombinasi vaksinasi rutin, penerapan biosecurity ketat (sanitasi kandang dan disinfeksi) serta didukung dengan suplementasi. Gangguan performa reproduksi pun dapat diupayakan penanganan agar segera kembali pulih. PMK dapat dicegah dan dapat pulih kembali.
