Langkah Tepat Memaksimalkan Periode Brooding Broiler

Langkah Tepat Memaksimalkan Periode Brooding Broiler
Daftar isi

Fase brooding sering disebut sebagai masa keemasan (golden period) dalam pemeliharaan ayam broiler. Kesalahan sekecil apapun pada fase ini akan berdampak panjang pada fase pemeliharaan selanjutnya. Dalam siklus pemeliharaan saat ini, di mana target bobot badan panen bisa dicapai dalam waktu kurang dari sebulan sehingga masa brooding akan sangat menentukan bobot badan panen yang bisa dicapai nantinya. Mengingat genetik ayam broiler modern sekarang yang tumbuh sangat cepat, manajemen brooding bukan lagi menjadi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk mencapai target performa yang optimal saat panen. 

Di tengah tantangan iklim dan fluktuasi cuaca harian yang semakin ekstrem terutama perbedaan mencolok antara suhu siang hari yang terik dan udara malam yang bisa sangat dingin, manajemen brooding konvensional tidak lagi memadai. Pengelolaan brooding kini menuntut optimalisasi teknologi kandang yaitu closed house dan sumber daya manusia yang handal dalam menjalankan operasional pemeliharaan. 

Strategi Fase Brooding dalam Performa Broiler

Langkah Tepat Memaksimalkan Periode Brooding Broiler
Kenyamanan ayam faktor penting broiler closed house (Sumber: Dok. Medion)

Masa brooding adalah masa pemeliharaan broiler dari DOC sampai lepas pemanas. Tujuan dari brooding adalah untuk memberikan keadaan lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan anak ayam. Biasanya dalam masa brooding diperlukan pemanas buatan karena pada awal pemeliharaan tubuh ayam belum dapat menyesuaikan diri dengan suhu lingkungan atau disebut dengan hewan berdarah dingin (poikilothermic). Pada awal pemeliharaan ayam broiler ini sangat penting karena pada periode ini terjadi perkembangan organ-organ seperti organ pencernaan, pernafasan, kekebalan, kerangka dan bulu. Tidak hanya itu, sistem kekebalan tubuh DOC sendiri baru mulai terbentuk di fase ini. Lingkungan yang nyaman akan mengurangi stres dan membantu pembentukan imun tubuh yang lebih baik. 

Strategi utama keberhasilan periode brooding adalah dengan menciptakan “zona nyaman” buatan sehingga nutrisi yang didapatkan dari pakan akan benar-benar digunakan untuk pertumbuhan organ vital dan pembentukan daging. Ayam yang tidak nyaman akan berdampak dalam proses fisiologis dan akan memengaruhi pertumbuhan bobot badan ayam itu sendiri. Banyak faktor yang dapat memengaruhi kenyamanan ayam, berikut merupakan faktor-faktor yang dapat memengaruhi kenyamanan ayam antara lain : 

1. Persiapan Kandang

Persiapan kandang menyumbang 50% sampai bahkan 70% dalam keberhasilan pemeliharaan ayam broiler closed house. Kandang adalah lingkungan tempat tinggal bagi ayam. Jika rumahnya tidak nyaman atau banyak bibit penyakit, potensi genetik terbaik dan pakan berkualitas tinggi tidak akan menghasilkan hasil yang optimal. Persiapan kandang menjadi penentu karena dapat memutus siklus bibit penyakit, menciptakan kenyamanan, dan memastikan kesiapan peralatan apalagi di kandang closed house. 

Terdapat beberapa hal yang harus kita persiapkan sebelum menyambut kedatangan ayam. Persiapan yang baik akan memudahkan para peternak memperoleh produktivitas yang optimal. Tidak lupa, peternak harus melihat catatan recording sebelumnya sehingga tahu riwayat permasalahan yang ada di dalam kandang. Berikut hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum menyambut kedatangan ayam :

Kebersihan kandang dan desinfeksi

Kebersihan adalah fondasi utama dari keberhasilan periode pemeliharaan yang baru. Sebelum DOC masuk, kandang harus dalam kondisi steril guna memutus siklus bibit penyakit yang mungkin tertinggal dari periode pemeliharaan sebelumnya. Proses ini membutuhkan perencaanan jadwal kerja yang matang serta ketersediaan sumber daya penunjang (air, listrik, peralatan) yang memadai.

  • Perencanaan kebersihan harus dilakukan secara terstruktur, mulai dari pengerukan feses hingga pencucian dan desinfeksi seluruh ruangan kandang seperti dinding, lantai, plafon, dan area gudang menggunakan Formades
  • Pembersihan juga mencakup seluruh peralatan kandang termasuk cup nipple, pipa nipple, torn air minum, DOC feeder, pan feeder, hingga area kipas dan cooling pad
  • Proses ini juga meliputi pengapuran dinding dan lantai, penyemprotan insektisida (Delatrin), serta diakhiri dengan proses desinfeksi kedua (Formades) dan fumigasi secara menyeluruh
2 2
Desinfeksi kandang secara menyeluruh menggunakan Formades (Sumber: Dok. Medion)
3 2

Pemeriksaan peralatan ventilasi

Sistem ventilasi ibarat “napas” bagi kandang closed house. Peralatan seperti kipas, pemanas, cooling pad, hingga tirai bekerja terintegrasi untuk menciptakan iklim mikro (suhu dan kelembapan) yang ideal bagi anak ayam. Kegagalan pada tahap persiapan alat ini bisa berdampak langsung pada kenyamanan dan kesehatan DOC.

  • Panel kontrol : pastikan suplai listrik ke panel normal, daya, dan tegangan stabil, ampere OCR sesuai, serta semua koneksi kabel dan mur/baut terpasang kencang
  • Kipas : periksa kondisi fisik kipas termasuk baut, motor, v-belt, shutter, pully, cone, dan blade. Uji Lakukan pengujian kinerjanya untuk memastikan kecepatan udara menyebar rata (tes dilakukan di 9 titik sampel). Tidak ada material penghalang dan kipas dapat dikontrol otomatis oleh climate control 
  • Sensor suhu dan kelembapan : pastikan sensor sudah terkalibrasi dengan baik 
  • Pemanas : Kinerja pemanas dipastikan menyala, sesuai instruksi controller, menghasilkan panas sesuai target, diposisikan presisi, aliran panasnya mengarah merata ke seluruh ruangan
  • Tirai dan sekat : katrol (handwinch) tirai inlet harus berfungsi normal. Pastikan tirai rapat dan tanpa kebocoran. 
  • Cooling pad : periksa kelancaran sistem air hujan buatan (rain maker). Kerataan basah di permukaan cell pad, kerapatannya, serta kebersihan bak penampung air
4
Pembersihan secara menyeluruh komponen kipas/exhaust fan (Sumber: Dok. Medion)

Pemeriksaan peralatan dan kondisi darurat

Air minum dan pakan merupakan kebutuhan yang sangat penting untuk menunjang metabolisme awal DOC setelah perjalanan dari hatchery. Sistem distribusi air minum harus dipastikan steril, terbebas dari sumbatan, serta mampu mengalirkan air dengan debit dan tekanan yang tepat. Peralatan pakan wajib dipastikan kelancaran sistem dan kebersihannya sebelum ayam mematuk pakan pertamanya. Untuk litter, pastikan melakukan perawatan sekam sebelum ditebar seperti disemprot desinfektan dan dibolak-balik agar merata. Pastikan litter terhampar rata di area brooder dengan ketebalan yang disarankan sekitar 5 hingga 8 cm. Kandang closed house yang canggih sangat rentan jika terjadi pemadaman listrik. Kegagalan suplai daya dapat menyebabkan kematian masal akibat kehabisan oksigen atau heat stress hanya dalam hitungan menit. Oleh karena itu, persiapkan fungsi seluruh sistem alarm, genset, dan tirai darurat (curtain drop) agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

5
Kelancaran dan kecukupan tempat pakan dan tempat minum berpengaruh
terhadap konsumsi pakan dan air minum ayam (Sumber: Dok. Medion)

2. Pre-heating

6
Suhu ruangan tercapai target sebelum kedatangan DOC

Pre-heating merupakan proses menyalakan sistem pemanas (heater) di dalam kandang atau area brooding sebelum DOC tiba di dalam kandang. Pre-heating bertujuan untuk mencapai suhu target di dalam ruangan dan suhu litter. Sensor ayam berada pada telapak kaki DOC. Telapak kaki DOC sangat sensitif terhadap suhu dingin. Jika litter dingin, ayam akan kehilangan panas tubuhnya melalui proses konduksi. Hal ini menyebabkan ayam kedinginan, malas bergerak, dan akhirnya bergerombol meskipun suhu ruangan tercapai. Suhu lingkungan yang optimal dan hangat sampai ke litter akan mempercepat proses penyerapan sisa kuning telur dan membuat ayam aktif makan dan minum di kandang. Waktu ideal pemanas dinyalakan sekitar 1 sampai 2 jam sebelum DOC tiba. Tetapi dapat lebih lama jika kandang berada di wilayah dataran tinggi dengan suhu lingkungan luar yang rendah. Target suhu ruangan adalah berkisar antara 34oC sampai 35oC dan suhu litter berkisar antara 30oC sampai 32oC. Gunakan pemanas yang optimal seperti Space Heater DAOU yang mampu memanaskan seluruh ruangan kandang dengan konsumsi gas yang irit dan kontrol temperatur yang otomatis.

Manajemen pemeliharaan di kandang sangat berpengaruh terhadap performa ayam. Manajemen pemeliharaan meliputi manajemen ventilasi, air minum, pakan, litter. Sumber daya manusia yang ada di dalam kandang harus menerapkan manajemen yang tepat sesuai dengan kebutuhan ayam sehingga dapat berproduktivitas optimal. Setelah melakukan, terkadang operator kandang harus rutin mengecek keadaan di dalam kandang sehingga jika ada yang tidak tepat atau ayam kurang nyaman bisa segera di atasi. Berikut merupakan manajemen yang harus diperhatikan dalam periode brooding :

Manajemen ventilasi

Ventilasi merupakan kebutuhan utama ayam di dalam kandang. Ventilasi di dalam kandang terkait erat dengan kondisi udara di dalam dan di luar kandang. Udara di dalam kandang yang dibutuhkan untuk pemeliharaan broiler terdiri dari jumlah udara, suhu udara, kelembapan udara, dan kecepatan udara. Untuk memenuhi kebutuhan jumlah udara maka bisa dicukupi dengan memanfaatkan sirkulasi udara yang diatur dengan kipas atau exhaust dan untuk kandang closed house maupun buka tutup tirai untuk kandang open house. Jumlah udara dihitung berdasarkan berat badan ayam di setiap umurnya, sehingga semakin bertambah umur ayam maka kebutuhan udara akan semakin meningkat. Oleh karena itu, wajib untuk mengukur sample berat badan ayam broiler per harinya. Kualitas udara di dalam kandang sangat menentukan perkembangan dan kesehatan ayam. Standar kualitas udara yang dibutuhkan ayam adalah sebagai berikut :

tabel standar kandungan udara

Setelah mengetahui kandungan udara yang ideal untuk pertumbuhan ayam, maka jumlah kebutuhan udara di dalam kandang juga harus kita penuhi dengan mengatur sirkulasi udaranya. Standar kebutuhan udara ayam broiler dapat dilihat seperti pada tabel 2.

11 1

Pengaturan kebutuhan udara pada periode brooding disebut dengan ventilasi minimum. Tujuan dari ventilasi minum tersebut antara lain :

  • Menjaga suhu dalam kandang
  • Menjaga kualitas udara (suplai oksigen)
  • Mengeluarkan gas berbahaya (ammonia)
  • Mengeluarkan kelembapan
  • Mengeluarkan debu

Pada periode brooding, kebutuhan udara minimal harus tercukupi dan tidak membuat ayam kedinginan karena kecepatan angin yang tinggi. Pengaturan intermittent atau inverter biasanya digunakan ketika umur-umur awal. Pengunaan kipas inverter mempunyai kelebihan tersendiri dibanding kipas konvensional (intermittent). Kelebihannya yaitu lebih hemat listrik karena konsumsi daya yang rendah dan mampu menghemat 30-40% biaya listrik Kipas Scoredman mempunyai keunggulan efisiensi listrik yang besar dan berkapasitas kipas yang tinggi. Kipas Scoredman merupakan kipas yang berdaya tahan lama dan anti korosi. Menariknya, kipas tersebut tidak memakai belt sehingga unggul dalam segi perawatan daya tahan dan tanpa kebisingan. Kapasitas angin dari kipas Scoredman sebanyak 44.900 m3/jam.

12
Kipas Scoredman yang handal  dan efisien 

Suhu, kelembapan, dan kecepatan udara juga merupakan parameter penting pada kondisi udara, dan harus kita penuhi untuk membuat pertumbuhan anak ayam optimal Suhu, kelembapan dan kecepatan udara akan memengaruhi temperatur efektif yang dirasakan oleh tubuh ayam. Kelembapan udara yang ideal pada periode brooding adalah 50-60%. Berikut standar suhu, kelembapan, dan kecepatan udara dapat dilihat pada tabel 3.

13

Manajemen air minum

Air merupakan 70% penyusun tubuh ayam. DOC membutuhkan 1,0 ml/ekor/jam untuk 24 jam pertama kemudian pada 10 hari pertama anak ayam mengonsumsi air minum 1/3 dari berat badannya. Oleh karena itu kualitas dan kuantitas air minum harus diperhatikan. Pemberian air minum pada awal pemeliharaan harus disesuaikan dengan kebutuhan ayam yaitu seperti pada tabel 4.

14

Untuk memenuhi kebutuhan air minum tersebut diperlukan ketersediaan tempat minum yang sesuai dengan populasi ayam yang ada di dalam kandang atau disebut dengan water space. Water space atau jumlah ketersediaan tempat minum berdasarkan populasi ayam harus disesuaikan karena akan memengaruhi keseragaman konsumsi air minum setiap ekor. Jumlah tempat minum untuk jenis nipple adalah 10 – 12 ekor/nipple sedangkan untuk jenis bell drinkers adalah 80 ekor/bell drinker. Selain itu tekanan nipple pada periode brooding juga perlu diperhatikan sebesar 25 – 40 ml/menit. Suhu air minum yang ideal adalah di 18 – 24°C, jika suhu air minum  < 18 °C dan > 24 °C maka konsumsi air minum akan turun.

15
Tempat minum otomatis nipple

Manajemen pakan

Pada saat chick in, rencana pemberian jumlah tempat pakan harus ditentukan berdasarkan populasi ayam sehingga anak ayam akan mendapatkan pakan dengan jumlah yang sesuai dan tidak ada kompetisi atau berebut pakan. Pada hari pertama bisa diterapkan paper feeding yaitu pemberian pakan di atas alas kertas supaya anak ayam dengan mudah mendapatkan pakan atau mempermudah akses anak ayam untuk mendapatkan pakan. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan konsumsi pakan dini/early feed intake pada awal pemeliharaan. Saat chick in atau 24 jam pertama perhatikan konsumsi pakan dini (early feed intake). Konsumsi pakan pada periode ini adalah sekitar 20 – 25% dari berat badannya. Kegagalan pada saat konsumsi pakan dini ini berakibat pada penurunan pertambahan berat badan/daily gain dan keseragaman/uniformity yang buruk. Sekitar 30 menit sebelum chick in, sebaiknya pakan ditebar di alas DOC sehingga ayam akan terangsang untuk makan secepatnya setelah ayam ditebar di dalam kandang.

16
Early feeding sangat penting untuk ayam (Sumber: Dok. Medion)

Manajemen litter

Fungsi litter adalah sebagai isolator dari lantai dan sebagai penghangat, menyerap kelembapan air dari kotoran, mengurangi ammonia dan menjaga telapak kaki ayam.  Jika kondisi litter baik atau kering, maka pertumbuhan ayam akan baik, sebaliknya jika kondisi litter lembap atau menggumpal, maka pertumbuhan ayam tidak akan optimal. Bahan yang bisa digunakan sebagai litter antara lain sekam, serbuk gergaji, serutan kayu, jerami cincang, dan lainnya. Pada  periode awal pemeliharaan litter ditebar dengan ketebalan sekitar 5 – 8 cm dengan tetap memperhatikan kondisi kelembapan di dalam lingkungan kandang. Jika kondisi lingkungan kandang sangat lembap maka bisa dilakukan penebaran litter mulai dari 5 cm terlebih dahulu kemudian ditambah sedikit demi sedikit sesuai kondisi litternya.

17
Litter lembap harus segera diganti
(sumber: Dok. Medion)

Monitoring dan Evaluasi Pemeliharaan Broiler

Setelah menerapkan strategi pada pemeliharaan broiler modern, monitoring dan evaluasi menjadi kunci karena jika terhadap penyimpangan terhadap kenyamanan ayam dapat segera dilakukan perbaikan. Monitoring yang dapat kita lakukan seperti pemeriksaan recording berupa deplesi (standar <0,75%/minggu), konsumsi pakan, konsumsi air minum, berat badan atau pemeriksaan penunjang lain (cek temperatur rektal, keterisian crop, pengecekan riwayat suhu, pengamatan kondisi sebaran ayam dll). Operator kandang wajib menjalankan SOP membangunkan ayam minimal tiap 1 jam sekali untuk melakukan pengecekan sekaligus membangunkan ayam agar makan dan minum. 

Pengecekan berat badan dan keseragaman adalah parameter keberhasilan pemeliharaan kita dari hari ke hari. Berat badan jangan sampai tertinggal sampai umur 14 hari. Untuk menghitung berat badan dan keseragaman dalam satu kandang memerlukan pengumpulan data timbang dengan menggunakan metode sampel yang tepat. Ayam ditimbang secara kelompok pada umur 0 – 14 hari kemudian >14 hari dapat dilakukan penimbangan secara individual. Keseragaman ayam yang baik adalah minimal >85% dengan CV 5% (Cobb Vantress, 2021). Untuk memperoleh berat badan yang optimal, pengunaan supportif herbal seperti Grow Chicks sangat efektif untuk meningkatkan berat badan, meningkatkan sistem imun, dan mempercepat penyerapan absorbsi sisa kuning telur sehingga performa ayam dapat optimal.

18
Grow Chicks herbal untuk pertumbuhan ayam (Sumber: Dok. Medion)

Pelaksanaan manajemen brooding yang tepat dan nyaman akan menentukan keberhasilan pemeliharaan ayam broiler. Setelah semua syarat kenyamanan terpenuhi diperlukan monitoring secara rutin agar penyimpangan dapat segera teratasi dan dilakukan evaluasi. Demikian sekilas informasi langkah tepat memaksimalkan periode brooding broiler semoga dapat menambah wawasan dan bermanfaat. Salam.

Topik Terkait

Bagikan Artikel:
Berlangganan sekarang

Update informasi terkini seputar peternakan dan hewan kesayangan.

Artikel Lainnya

Cari Informasi yang Anda Butuhkan