Mengenal Tanda Heat Stress pada Ternak Sapi

Mengenal Tanda Heat Stress pada Ternak Sapi
Daftar isi

Pada bulan September ini masih di dominasi cuaca panas dan kering. Hal ini akibat beberapa wilayah masih berada pada puncak musim kemarau. Tantangan terbesar bagi ternak selama musim panas adalah stres panas (heat stress), yang dipicu oleh kombinasi suhu tinggi dan kelembapan udara yang ekstrem. Tanda-tanda sapi yang menunjukkan kondisi heat stress antara lain:

  • Bernapas lebih cepat
  • Lebih sering mencari tempat teduh
  • Mengeluarkan air liur lebih banyak
  • Konsumsi pakan menurun
  • Lebih sering minum

Kondisi ini tentu berdampak pada kondisi ternak, tantangan utama yang dihadapi ternak di musim panas yaitu:

1. Risiko dehidrasi akibat kebutuhan air yang meningkat

Pada musim panas, kebutuhan air minum pada ternak dapat meningkat hingga dua kali lipat demi menjaga suhu tubuh tetap stabil. Jika ppemenuhan kebutuhan air terbatas atau suhu air terlalu panas karena terpapar matahari langsung, sapi akan cepat mengalami dehidrasi berat dan lemas.

2. Penurunan konsumsi pakan (Dry Matter Intake)

Saat suhu lingkungan meningkat, sapi akan mengurangi konsumsi pakannya secara drastis untuk menekan produksi panas internal dari proses metabolisme/ pencernaan. Risikonya sapi dapat kekurangan energi dan nutrisi, yang menyebabkan penurunan berat badan pada sapi potong dan penurunan produksi susu secara signifikan pada sapi perah.

3. Gangguan kesehatan dan penurunan imunitas

Suhu panas yang ekstrem membuat kondisi ternak lebih rentan terhadap infeksi. Kondisi ini dapat meningkatnya risiko penyakit seperti mastitis pada sapi perah, gangguan pencernaan seperti asidosis, hingga lameness/ laminitis karena sapi lebih sering berdiri untuk mencari angin daripada berbaring. 

4. Masalah reproduksi dan silent heat

Stres panas dapat mengganggu kondisi hormonal tubuh, salah satunya hormon reproduksi ternak baik jantan maupun betina. Dampaknya sapi betina lebih rentan mengalami silent heat (berahi tenang/tidak terlihat) sehingga sulit dideteksi oleh peternak. Selain itu, angka keberhasilan kebuntingan juga dapat menurun, dan meningkatkan risiko kejadian keguguran.

5. Peningkatan populasi serangga dan parasit

Cuaca hangat dan lembap merupakan kondisi ideal bagi perkembangan lalat, nyamuk, dan kutu. Hal ini tentu berdampak pada kenyamanan dan kesehatan ternak. Ternakmenjadi tidak tenang karena terus-menerus mengusir serangga serta gigitan serangga ini juga menjadi vektor penularan berbagai penyakit.

Strategi Peternak untuk Menjaga Sapi Tetap Sehat dan Produktif

Untuk menghadapi tantangan ini, peternak harus fokus pada tiga pilar utama: manajemen lingkungan (kandang), manajemen air minum yang bersih dan manajemen pakan (nutrisi).

1. Manajemen lingkungan dan kandang

  • Peneduh Kandang. Kandang memiliki atap yang tinggi dengan ventilasi udara yang baik. Jika menggunakan atap, sebaiknya menggunakan bahan yang memiliki isolasi panas yang baik (misalnya menggunakan genteng tanah liat) atau menggunakan jaring paranet. Jika sapi digembalakan, pastikan ada pohon peneduh atau paranet di area pastura.
  • Alternatif menggunakan kipas angin. Di dalam kandang sapi, pasang kipas angin untuk membantu sirkulasi terutama pada sapi perah
  • Sistem pendingin air. Gunakan soakers (pancuran air berbutir kasar) di area tempat pakan untuk membasahi kulit sapi hingga ke dasar rambut, dikombinasikan dengan kipas angin untuk mengeringkannya. Hindari fogging (kabut terlalu halus) jika ventilasi tidak baik karena justru bisa menaikkan kelembapan kandang.
  • Kurangi kepadatan kandang. Hindari memasukkan terlalu banyak sapi dalam satu sekat/ pan (overcrowding) agar sirkulasi udara di sekitar tubuh sapi tidak terhambat yang dapat meningkatkan kondisi heat stress.
1 1
Penambahan kipas di kandang (Sumber: www.kanjabung.com)

2. Manajemen Air Minum

  • Akses air bersih adlibitum. Kebutuhan air sapi bisa meningkat signifikan di musim panas. Sediakan bak minum otomatis dengan debit air yang cepat dan berikan secara adlibitum. Berikan suplemen untuk membantu mengatasi kekurangan cairan tubuh (elektrolit), mengurangi dan mempercepat pemulihan dari stres, serta meningkatkan ketahanan tubuh. Contohnya dengan Transolit yang mengandung campuran mineral yang dapat membantu memenuhi kebutuhan mineral yang berperan penting dalam aktivitas fisiologis dan metabolisme tubuh. Transolit efektif dalam mengatasi kekurangan cairan/elektrolit dan mengatasi stress.
  • Jaga suhu air tetap dingin/ sejuk. Letakkan bak air di tempat yang teduh agar air tidak panas terkena paparan sinar matahari langsung dalam waktu yang lama. Sapi lebih suka meminum air yang sejuk, yang sekaligus berfungsi menurunkan suhu tubuh mereka dari dalam.
  • Kebersihan bak minum. Membersihkan bak minum lebih sering (minimal 2 hari sekali) karena air yang kondisinya lebih hangat sangat cepat ditumbuhi lumut dan bakteri.

3. Manajemen pakan dan nutrisi

  • Waktu pemberian pakan. Pemberian pakan utama pada waktu-waktu suhu lebih sejuk yaitu awal pagi hari dan sore menjelang malam hari. Hindari memberi pakan dalam jumlah besar pada siang hari karena proses pencernaan pakan akan menghasilkan panas internal tertinggi 4–5 jam setelah makan.
  • Meningkatkan kepadatan nutrisi. Karena nafsu makan sapi turun, berikan pakan dengan kualitas serat tinggi yang mudah dicerna dan tingkatkan konsentrasi energi agar kebutuhan nutrisi harian tetap terpenuhi meski porsi makannya berkurang. Saat panas, nafsu makan ternak pasti menurun. Berikan rumput segar yang berkualitas tinggi atau legum (seperti indigofera/alfaalfa) yang lebih mudah dicerna daripada rumput kering yang keras.

4. Manajemen Kesehatan dan Reproduksi

  • Pengendalian lalat dan parasit. Musim panas memicu peningkatan populasi lalat yang mengganggu kenyamanan sapi. Lakukan penyemprotan lalat berkala dengan Delatrin dan hindari area-area kotor yang memicu tempat hinggap dan berkembangbiak lalat.
  • Program deworming. Program pemberian obat cacing tetepa dilakukan untuk mengatasi parasit cacing dalam tubuh ternak. Bahkan dapat juga sekaligus menggunakan produk untuk mengatasi parasit internal (cacing) dan eksternal (kutu, caplak, tungau dan insekta lainnya) menggunakan Wormectin Liquid. Aplikasi pemberian Wormectin Liquid cukup mudah, hanya dengan mengoleskan pada garis punggung dari tengkuk hingga pangkal ekor.
  • Inseminasi buatan (IB) dilakukan hanya pada pagi hari sekali atau malam hari saat suhu tubuh sapi berada di titik terendah demi meningkatkan peluang keberhasilan kebuntingan.
2 1
Wormectin Liquid diberikan dengan mengoleskan/ menuangkan pada garis punggung
(Sumber: Dok. Medion)

Topik Terkait

Bagikan Artikel:
Berlangganan sekarang

Update informasi terkini seputar peternakan dan hewan kesayangan.

Artikel Lainnya

Cari Informasi yang Anda Butuhkan