Pernahkah anda menemukan sapi yang terkulai lemah, telinga dan kepalanya lemas, batuk, keluarnya cairan dari hidung serta nafsu makan dan minumnya menurun drastis? Ini hanyalah beberapa gejala yang perlu diperhatikan saat penerimaan pasca pengiriman sapi ke farm. Karena bisa saja merupakan tanda terjadinya infeksi pernapasan akibat pengangkutan jarak jauh.
Apa itu Shipping Fever? Mengapa Kasusnya bisa sangat Merugikan?
Shipping Fever adalah istilah yang sering digunakan pada ternak saat mengalami demam dan batuk akibat perpindahan atau perjalanan pengiriman. Kombinasi faktor stres dan adanya infeksi virus atau bakteri sekunder menyebabkan pemicu terjadi penyakit pernapasan pada sapi. Shipping fever (juga dikenal sebagai Bovine Respiratory Disease/BRD) adalah penyakit infeksi saluran pernapasan akut pada sapi potong yang dipicu oleh stres akibat transportasi jarak jauh atau perpindahan lingkungan. Penyakit multifaktorial ini merupakan salah satu penyebab kerugian ekonomi terbesar di industri sapi potong karena menurunkan berat badan ternak secara drastis hingga menyebabkan kematian.

Dimulai dalam waktu 14 hari setelah dipindahkan, sapi yang terindikasi mengalami shipping fever ketika menunjukkan gejala-gejala seperti berikut :
- Demam tinggi di atas 40°C
- Bernapas cepat, dangkal, atau terengah-engah dengan mulut terbuka
- Adanya pilek dan batuk
- Kehilangan nafsu makan (anoreksia)
- Keluar cairan dari hidung dan mata
- Tanda-tanda depresi atau terpisah dari kawanannya.
Kerugian penyakit ini tidak hanya karena sudah mengalami kematian ternak, tetapi juga dimulai dari penurunan pertambahan bobot badan harian dan efisiensi konversi pakan yang rendah. Sebuah studi di Australia mengamati bahwa dampak penyakit BRD ini menyebabkan penurunan bobot badan sapi rata-rata 700 g per harinya dibanding sapi yang tidak terdampak.
Faktor Penyebab Terjadinya Shipping Fever?
Penyakit ini biasanya disebabkan akibat kombinasi beberapa faktor :
1. Stres tinggi
Stres akibat pengiriman melemahkan sistem imun sapi, sehingga virus dan bakteri yang biasanya “diam” di saluran pernapasan bisa berkembang biak dan menyebabkan infeksi serius, sering kali dalam bentuk pneumonia. Selain dampak dari transportasi jarak jauh, kepadatan berlebihan, ventilasi yang buruk, dan perubahan cuaca ekstrem juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh ternak. Karena virus dan bakteri sudah ada di dalam populasi sapi secara alami dan sulit dihilangkan sepenuhnya, satu-satunya variabel yang benar-benar bisa kita kontrol secara praktis adalah tingkat stres yang dialami sapi.
2. Virus dan bakteri patogen di lapangan
Infeksi virus seperti Infectious Bovine Rhinotracheitis (IBR) dapat merusak saluran pernapasan. Setiap kali sapi dipindahkan, dicampur dengan kelompok baru, atau mengalami perubahan lingkungan/pakan signifikan, risiko penyakit tetap ada karena mekanisme dasarnya sapi mengalami stres kemudian terjadi reaktivasi virus yang laten di dalam tubuh sapi hingga terjadinya infeksi bakteri sekunder. Bakteri oportunistik seperti Mannheimia haemolytica dan Pasteurella multocida menyerang paru-paru sehingga menyebabkan pneumonia akut.

Tips Penanganan Sapi yang Mengalami Shipping Fever
Shipping fever merupakan gangguan kesehatan yang perlu penanganan cepat karena dapat menyebabkan ternak semakin lemah bahkan dapat menyebabkan kematian. Ternak yang sudah mengalami demam dan infeksi pernapasan berat dapat dilakukan penanganan sebagai berikut:
- Segera pisahkan sapi yang sakit ke kandang karantina khusus yang kering, bersih, dan bebas dari hembusan angin kencang langsung
- Perbaiki kondisi kandang agar bersih dan kering, karena kandang yang kotor dan becek berpeluang memperparah infeksi ataupun memicu timbulnya infeksi sekunder. Desinfeksi kandang menggunakan Medisep atau Neo Antisep.
- Pengobatan sesuai penyebab penyakit perlu dilakukan sesuai rekomendasi tim tenaga medis. Jika disebabkan oleh bakteri dapat diberikan antibiotik seperti Neo Meditril Bolus/Lincomed-LA/Medoxy-LA. Apabila karena infeksi virus, maka tidak dapat dilakukan pengobatan kausatif. Pengobatan simtomatis (pengobatan terhadap gejala-gejala penyakit) dapat diberikan penurun demam dan antinyeri seperti Medipiron Injection.
- Pemberian multivitamin dapat membantu meningkatkan nafsu makan, memperbaiki metabolisme sehingga mempercepat penyembuhan diare dan meningkatkan produktivitas. Berikan seperti Vita B-Plex Bolus Extra Flavor, Injekvit B-Plex atau ADE-Plex Inj.
- Berikan suplemen vitamin plus Adenosin trifosfat (ATP), misalnya dengan Bioselvita, untuk menambah energi dan mengatasi gangguan otot yang dialami sapi. Bisa juga memberikan suplemen campur pakan dan air minum seperti Transolit New yang mengandung kombinasi elektrolit, sumber energi, vitamin serta asam amino untuk mengurangi efek stres pada sapi.
Untuk mengurangi dampak infeksi pernapasan BRD ini maka beberapa hal yang dapat dilakukan sebelum pengiriman maupun saat sudah tiba di kandang antara lain:
- Pastikan ternak sudah divaksinasi sesuai kerawanan penyakit di wilayah tersebut sebelum sapi dijadwalkan untuk dikirim.
- Hindari memuat sapi terlalu padat di dalam truk. Pastikan ventilasi kendaraan baik dan berikan waktu istirahat (beri pakan/minum) jika perjalanan lebih dari 8 jam.
- Handling saat menurunkan ternak dari dalam kendaraan dilakukan dengan hati-hati dan tidak diperlakukan dengan kasar untuk menghindari kondisi stres. Pastikan tali tidak terlalu pendek, karena dapat menyakiti atau melukai ternak, dan juga tidak terlalu panjang karena berpotensi memperlebar ruang gerak ternak bahkan dapat terlepas.
- Lakukan karantina selama 14 hari pada ternak yang baru datang untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan mencegah penularan penyakit. Amati ternak baru secara seksama untuk mengetahui adanya demam, batuk, atau pilek selama 14 hari pertama.

- Jaga kebersihan lingkungan kandang seperti pembersihan tempat pakan, tempat minum, dan lantai kandang secara rutin. Menjaga sirkulasi udara kandang dengan baik serta mencegah kandang lembap dan basah. Desinfeksi kandang secara rutin juga tak kalah penting untuk dilakukan misalnya dengan Medisep atau Neo Antisep minimal saat pergantian ternak. Kepadatan kandang juga perlu diatur agar tidak terlalu penuh.
- Berikan pakan dengan nutrisi yang seimbang serta pola pemberian pakan yang baik. Jika adanya perubahan pakan maka lakukan pemberian secara bertahap. Ketersediaan air bersih dan cukup sangat penting. Berikan air minum yang bersih dan segar karena kebutuhan air minum pada saat stres akan meningkat berlipat ganda dibandingkan keadaan normalnya.
- Berikan suplemen suportif seperti vitamin antistres (Vitamin C dan B-Kompleks) serta elektrolit lewat air minum segera saat sapi tiba. Pemberian Transolit dapat mencegah penurunan bobot badan drastis selama perjalanan serta mempercepat pemulihan dari stres akibat transportasi, cuaca, atau vaksinasi.
Demikian bahasan singkat mengenai shipping fever pada sapi. Peternak wajib terus mengamati kondisi sapi yang ada di kandang karantina selama 2 minggu penuh, sampai akhirnya bisa dipindahkan ke kandang penggemukan. Salam.