Berbagai jenis obat sudah lazim digunakan dalam dunia perunggasan guna mengatasi penyakit yang menyerang ayam. Merk dagang yang beredar pun beragam. Yang menjadi masalah ialah masih awamnya beberapa peternak dalam mengetahui praktek pengobatan yang tepat di lapangan. Efeknya, penyakit tidak kunjung sembuh dan produktivitas ayam terganggu. Efek lain terjadi resistensi antibiotik golongan tertentu. Lalu, seperti apa penggunaan obat yang bijak dan tepat itu?

Prinsip Pengobatan

Dalam dunia pengobatan, prinsip-prinsip pengobatan menjadi dasar untuk mencapai tujuan pengobatan. Prinsip-prinsip pengobatan tersebut diterjemahkan secara jelas dalam informasi produk obat hewan baik itu di etiket/label maupun leaflet pada kemasan obat. Di dalamnya tercantum beberapa hal yang menjadi rambu-rambu bagi kita dalam melakukan pengobatan. Bila salah satu tidak terpenuhi, pengobatan sering tidak optimal.

Seni mengobati yang tepat dan aman untuk memenuhi tujuan pengobatan akan kami jabarkan sebagai berikut:

  1. Indikasi obat sesuai dengan diagnosa penyakit yang menyerang
    Indikasi akan mengarahkan kita pada penyakit yang bisa disembuhkan pada obat tersebut sehingga dibutuhkan diagnosa yang tepat. Untuk meneguhkan diagnosa dapat dilakukan dengan mengumpulkan informasi selengkap mungkin dari kasus penyakit yang terjadi. Didukung dari informasi keterangan peternak (anamnesa), gejala klinis, pengamatan perubahan saat bedah bangkai (patologi anatomi), hingga uji-uji laboratorium.
    Setelah mendapatkan diagnosa, selanjutnya mencari obat yang sesuai untuk indikasinya. Setiap obat memiliki efek yang berbeda-beda dan spesifik terhadap penyakit tertentu. Sebagai contoh, untuk mengobati CRD, perlu diketahui bahwa Mycoplasma tidak dapat dibunuh dengan antibiotik yang bekerja merusak atau menghambat pembentukan dinding sel, karena Mycoplasma memang tidak punya dinding sel di permukaan tubuhnya. Oleh karena itu, bisa memberikan antibiotik yang bekerja pada membran dan inti sel, terutama yang aktif menghambat pembentukan asam folat dan protein bakteri Mycoplasma. Contoh produk Medion yang bisa digunakan seperti Neo Meditril, Proxan–S, Therapy, atau Doxytin.
  2. Dosis dan waktu pemberian obat yang tepat
    Ketika obat mencapai organ target, jumlahnya harus cukup. Jika kurang, bibit penyakit tidak terbasmi tuntas. Hal ini biasanya sudah diperhitungkan oleh produsen obat dalam bentuk dosis tiap kali pemberian. Inilah alasan mengapa dosis yang akan diberikan harus sesuai aturan yang tertera.
    Dosis obat akan disesuaikan dengan jumlah air minum ataupun berat badan ayam. Berikut adalah contoh perhitungan dosis obat berdasarkan air minum. Misalnya populasi ayam 1000 ekor dengan berat badan rata-rata ayam 1,5 kg. Maka kebutuhan Trimezyn-S per hari ialah:

BB x Populasi x Lama Pemberian x Dosis
= 1000 ekor x 1,5 kg x 0,1 gram tiap kg BB
= 150 gram/hari

Maka kebutuhan selama 3 hari pengobatan ialah 3 x 150 gram = 450 gram.

Trimezyn-S kemudian diberikan selama pagi ke siang hari (jam 07.00-13.00) sebanyak 75 gram dilarutkan dalam air minum kebutuhan selama 6 jam, dan 75 gram berikutnya diberikan selama siang ke sore (jam 13.00-19.00). Malam hari dapat diberikan air minum saja atau bisa ditambahkan dengan vitamin. Sedangkan jika pemberian obat secara injeksi sebagai contoh Tinolin Injection, maka diberikan sesuai aturan pakai yaitu injeksi secara intramuskular dengan dosis 0,2 ml tiap kg berat badan selama 3 hari berturut-turut.

Dalam aturan pakai juga tercantum anjuran “diberikan kepada ayam selama 3 hari berturut-turut”. Kalimat tersebut mengartikan bahwa peternak harus memberikan pengobatan selama 3 hari berturut-turut agar bibit penyakit dapat dibasmi secara tuntas. Dosis yang cukup dan waktu pengobatan yang tepat merupakan prinsip penting dalam pengobatan. Obat perlu berada dalam jangka waktu yang cukup untuk dapat membasmi bibit penyakit. Jika kurang dari itu, dikhawatirkan terjadinya resistensi (kekebalan) bakteri terhadap antibiotik.

  1. Aplikasi pengobatan yang sesuai
    Obat yang diberikan harus mampu mencapai target organ, lokasi kerja atau organ yang sakit sehingga obat bisa berkerja secara tepat dan optimal. Hal ini terkait dengan pemilihan rute pemberian obat seperti oral, parenteral dan topikal. Pemilihan rute pengobatan menjadi hal penting untuk memastikan obat dapat mencapai organ atau lokasi kerja yang diinginkan.
    Rute oral bisa lewat air minum, pakan, dan cekok. Rute parenteral diantaranya melalui suntikan subkutan (di bawah kulit), intramuskular (lewat otot) dan intravena (langsung ke pembuluh darah). Rute topikal dilakukan dengan cara mengoleskan obat pada daerah organ yang sakit atau luka. Pemilihan rute yang tepat akan meminimalkan obat rusak dan tereliminasi sebelum sampai ke organ yang menjadi target pengobatan.
    Jika menginginkan efek pengobatan yang segera dalam mengobati penyakit infeksi pernapasan yang parah, rute parenteral (suntikan atau injeksi) menjadi pilihan utama. Namun bila tidak tersedia sediaan parenteral, maka sediaan oral melalui cekok atau air minum dengan kandungan obat yang memiliki efek sistemik dapat menjadi alternatif pilihan.
    Jika pada aturan pakai tertulis instruksi untuk melarutkan obat dengan air minum maka gunakan media air minum untuk memberikan obat ke ternak. Jika menggunakannya bersama dengan ransum harus dipastikan perhitungan konversinya sehingga dosis sesuai dan tujuan pengobatan dapat tercapai.

Selain penjelasan teknik pengobatan di atas, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan juga dalam pengobatan yang bijak dan tepat:

  • Perbaikan manajemen pemeliharaan
    Salah satu faktor predisposisi penting (pemicu) terjadinya penyakit ialah manajemen pemeliharaan yang kurang baik. Ambil contoh colibacillosis, media penularan penyakit ini ialah feses, litter dan air minum. Peternakan yang kurang baik dalam mengelola feses dan litter biasanya rentan terserang colibacillosis. Bisa juga karena faktor kontaminasi air minum dan peralatan, serta peningkatan populasi lalat (vektor E. coli) sehingga kasusnya meningkat atau pengobatan tetap tidak berhasil.
    Baiknya untuk selalu memperhatikan manajemen pemeliharaan dengan baik. Lakukan pembersihan feses secara rutin minimal seminggu sekali. Gunakan Ammotrol untuk membantu mengurangi kadar amonia di kandang sekaligus membantu pengeringan feses.
  • Penyimpanan obat yang sesuai
    Simpan obat di tempat kering, tertutup rapat dan terhindar dari sinar matahari langsung. Seperti di dalam lemari yang bersih, tidak lembap dan teduh. Gunakan obat sesuai urutan penyimpanannya (first in first out atau yang pertama masuk adalah yang pertama kali digunakan)
  • Rolling antibiotik
    Tujuan rolling antibiotik (pergantian golongan antibiotik yang digunakan) ialah menekan resiko terjadinya resistensi terhadap bibit penyakit. Dengan mengganti golongan antibiotik diharapkan bibit penyakit tidak sempat beradaptasi dengan antibiotik yang telah digunakan sehingga mencegah resistensi antibiotik. Lakukan rolling atau pergantian antibiotik yang dipilih setiap 3-4 periode pemeliharaan untuk mencegah terjadinya resistensi obat.
  • Kualitas air minum untuk pelarut obat
    Sebagian besar obat yang digunakan, diberikan melalui air minum. Oleh karena itu, kualitas air minum menjadi salah satu hal yang patut diperhatikan. Air dengan pH rendah (asam) maupun pH tinggi (basa) bisa mengendapkan beberapa jenis golongan obat. Jika menggunakan air sadah sebagai pelarut juga akan mengikat senyawa aktif pada obat-obatan antibiotik golongan Fluoroquinolon dan tetracycline sehingga menjadi tidak efektif lagi. Serta tingginya cemaran mikroba pada air minum akan memicu munculnya penyakit seperti colibacillosis dan salmonellosis.
  • Adanya kontraindikasi obat dengan penyakit ayam
    Sebagai contoh jika ada indikasi kasus komplikasi infeksi bakterial dengan penyakit viral yang menyebabkan kerusakan ginjal pada infeksi infectious bronchitis (IB) dan Gumboro (IBD). Sangat dianjurkan antibiotik yang diberikan tidak memperberat kerja ginjal (yang saat itu sedang rusak, red) seperti Therapy, Doxytin, Amoxitin, atau Ampicol.

Dalam menunjang keberhasilan pengobatan penyakit, penggunaan obat tepat perlu didukung dengan faktor manajemen kandang dan penerapan biosecurity yang baik. Akan lebih baik lagi jika pada malam hari pengobatan, air minum dicampur dengan multivitamin seperti Vita Stress, Fortevit, atau Strong n Fit untuk membantu mengurangi stres dan mempercepat kesembuhan penyakit. Salam.

Cermati Pengobatan Penyakit pada Ayam
Tag pada:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter
No Thanks
Thanks for signing up. You must confirm your email address before we can send you. Please check your email and follow the instructions.
We respect your privacy. Your information is safe and will never be shared.
Don't miss out. Subscribe today.
×
×
WordPress Popup Plugin