Bapak Nurakhmad

Email : nurakhmad125@gmail.com

Saya memiliki ayam petelur (layer) umur 2 minggu yang menunjukkan gejala mata berair dan gatal, hal ini disebabkan oleh apa dan bagaimana pengobatannya?

Jawab:

Yth. Bapak Yusuf, terima kasih atas pertanyaannya. Penyebab gejala mata berair dan gatal dapat disebabkan oleh agen infeksius maupun non infeksius. Ada beberapa agen infeksi terutama penyakit pernapasan yang dapat menyebabkan gejala seperti mata berair dan gatal, diantaranya :

  • Infeksi bakteri Avibacterium paragalinarum

Infek dari bakteri Avibacterium paragalinarum menyebabkan penyakit coryza. Penyakit ini utamanya menyerang saluran pernapasan bagian atas yaitu sinus infraorbitalis sehingga akan tampak pembengkakan di daerah muka (bawah mata) karena adanya eksudat berwarna kuning encer kemudian berubah menjadi kental bernanah, dan berbau khas (bau busuk/amis)

  • Infeksi bakteri Mycoplasma gallisepticum

Infeksi dari bakteri Mycoplasma gallisepticum menyebabkan penyakit chronic respiratory disease (CRD) yang bersifat kronis karena berlangsung secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama dan bersifat imunosupresif atau menekan sistem kekebalan tubuh ayam. Ayam yang terserang penyakit CRD terlihat keluar lendir dari hidung, muncul gejala ngorok dan apabila dilakukan bedah bangkai akan terjadi perubahan berupa kantung udara yang keruh atau disebut dengan airsacculitis.

  • Infeksi Herpesvirus

Infeksi Herpesvirus menyebabkan penyakit infectious laryngotracheitis (ILT) yang menunjukkan adanya mata berair dan berbusa serta adanya leleran kental bercampur darah dari hidung atau mulut, dan apabila dilakukan bedah bangkai akan ditemukan material seperti keju pada permukaan trakea dan laring.

Selain disebabkan agen penyakit seperti bakteri dan virus, munculnya gejala mata berair dan gatal juga dapat disebabkan faktor non infeksius, seperti dampak amonia yang tinggi. Amonia yang tinggi pada kandang akan mengiritasi daerah sekitar mata sehingga dapat menyebabkan mata berair dan konjungtiva kemerahan (konjungtivitis), serta mengiritasi seluruh saluran pernapasan bagian atas sehingga menyebabkan penyakit lain mudah menginfeksi.

Dari beberapa kemungkinan penyebab di atas, maka perlu informasi tambahan yang lebih lengkap baik dari anamnesa atau pengumpulan data terkait sejarah atau riwayat hidup ayam, tingkat kejadian di area peternakan maupun gejala klinis lainnya yang muncul. Dapat pula didukung dengan pemeriksaan bedah bangkai.

Strategi penanganan yang dapat dilakukan apabila terserang kasus bakterial yaitu:

  • Pemberian antibiotik

Pemberian antibiotik yang dapat digunakan untuk infeksi korisa maupun CRD misalnya Neo Meditril dapat diberikan melalui air minum dengan dosis 0,1 ml tiap kg/BB atau 0,5 ml tiap liter air minum. Apabila infeksi terjadi dengan tingkat keparahan yang tinggi sebaiknya ayam dipisahkan dan diletakkan di kandang paling ujung atau kandang terpisah. Saat kondisi parah nafsu makan dan minum ayam menurun drastis, maka dengan kondisi tersebut pemberian obat direkomendasikan secara injeksi atau suntikan. Obat yang bisa dipilih yaitu Vet Strep dosis 0,5 ml tiap kg/BB secara intramuskuler (tembus daging/otot). Pada kasus yang disebabkan oleh virus misalnya ILT, dapat diberikan antibiotik spektrum luas untuk mencegah infeksi sekunder oleh bakteri.

  • Pemberian multivitamin seperti Fortevit dengan dosis 0,13 gram tiap kg/BB dan pemberian suplemen produk herbal seperti Imustim dengan dosis 1 ml tiap 2 liter air minum untuk mengatasi stres dan meningkatkan daya tahan tubuh ayam. Selain itu, untuk membantu mengatasi gangguan pernapasan saat infeksi bakterial (CRD dan Coryza) dan viral (ILT) dapat pula diberikan produk herbal Respitoran.
  • Pemberian Ammotrol untuk mengontrol amonia dalam kandang dengan dosis 0,5 – 1 g tiap 2 liter air minum
  • Penyemprotan kandang dan lingkungan sekitar kandang dengan Neo Antisep, Medisep, atau Zaldes
  • Mengatur sirkulasi udara dengan memperhatikan manajemen buka tutup tirai, kepadatan kandang, serta manajemen penanganan kotoran agar kotoran ayam tidak lembap dan pembentukan amonia terhambat.
Gejala Mata Berair dan Gatal
Tag pada:                
Subscribe To Our Newsletter
No Thanks
Thanks for signing up. You must confirm your email address before we can send you. Please check your email and follow the instructions.
We respect your privacy. Your information is safe and will never be shared.
Don't miss out. Subscribe today.
×
×
WordPress Popup Plugin