Bapak Ahmad

Email : ahmadsanisantosa11@gmail.com

Saya ingin bertanya, bagaimana cara manajemen litter/sekam dari mulai starter hingga finisher di kandang postal?

Jawab :

Yth. Bapak Ahmad, terima kasih atas pertanyaan yang diajukan. Ketika memulai pemeliharaan, litter sebaiknya sudah disiapkan 3 hari sebelum anak ayam masuk (sebelum chick in). Litter yang sudah siap, kemudian ditebar merata ke seluruh bagian kandang dan disemprot dengan desinfektan untuk membasmi bibit penyakit yang menempel. Ketika tiba waktunya chick in, 2-3 jam sebelum ayam masuk litter didesinfeksi ulang. Untuk jenis desinfektan yang digunakan seperti Medisep atau Antisep.

Untuk kandang postal, ketebalan litter awal sekitar 8-12 cm. Selain litter juga perlu penambahan kapur atau zeolit. Taburi kapur terlebih dahulu pada lantai tanah, lalu ditumpuk dengan sekam. Kapur atau zeolit tersebut berfungsi membantu menyerap air sehingga litter menjadi lebih kering. Kapur juga berguna untuk mencegah terjadinya koksidiosis yang biasa terjadi pada ayam di umur ≥ 3 minggu, karena koksidia (penyebab koksidiosis) tidak tahan terhadap panas yang dihasilkan kapur.

Jika selama pemeliharaan jumlah litter yang basah atau menggumpal hanya sedikit, maka dapat diambil dan diganti dengan litter baru yang bersih dan kering. Akan tetapi, jika litter yang basah/menggumpal banyak dan merata dalam kandang, maka sebaiknya taburi kapur dan ditumpuk dengan litter baru. Setelah itu segera cari dan evaluasi penyebab litter basah/menggumpal. Tambah ketebalan litter saat awal sehingga saat dewasa tidak terlalu sering ada penambahan.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya litter tetap kering dan berfungsi dengan baik:

  • Gunakan litter dengan ketebalan yang sesuai.
  • Sejak awal pemeliharaan, lakukan kontrol litter secara teratur setiap 3-4 hari sekali. Jika ditemukan litter yang basah/menggumpal, maka atasi litter yang menggumpal tersebut sesuai dengan kondisinya.
  • Pada satu minggu pertama masa brooding, gunakan kertas koran di atas litter. Selain berfungsi menjaga anak ayam supaya tidak makan litter, kertas koran pun dapat membantu mempercepat pengeringan feses/kotoran ayam.
  • Perbaiki jika ada atap kandang maupun tempat/saluran air minum yang bocor.
  • Pastikan tidak ada kebocoran pada nipple dan Tempat Minum Ayam (TMA).
  • Berikan ransum dan air minum yang berkualitas agar feses tidak basah.
  • Kontrol kepadatan kandang.
  • Hindari pekerjaan yang tergesa-gesa, terutama saat pergantian air minum, jangan sampai tumpah mengenai litter.
  • Ventilasi kandang harus baik agar sirkulasi udara lancar dan kandang tidak lembap. Tambahkan kipas di dalam kandang supaya sirkulasi udara lebih lancar.
  • Kontrol suhu, kelembapan dan densitas (kepadatan) ayam di dalam kandang. Sesuaikan luasan kandang dengan jumlah ayam yang dipelihara.
Manajemen Sekam di Kandang Postal
Tag pada:        
Subscribe To Our Newsletter
No Thanks
Thanks for signing up. You must confirm your email address before we can send you. Please check your email and follow the instructions.
We respect your privacy. Your information is safe and will never be shared.
Don't miss out. Subscribe today.
×
×
WordPress Popup Plugin