Penyusunan program kesehatan ayam yang terkontrol akan memudahkan peternak dalam memelihara kesehatan dan menghasilkan pemeliharaan yang optimal. Termasuk juga pada pemeliharaan ayam pejantan. Perlu disusun program vaksinasi berdasarkan riwayat kejadian penyakit yang menyerang hingga obat dan vitamin apa saja yang bisa diberikan pada ayam pejantan.

Pemeliharaan Ayam Pejantan

Ayam pejantan merupakan hasil sortiran dari seleksi calon ayam petelur sehingga dimanfaatkan menjadi ayam pedaging. Karakteristik yang sama dengan ayam kampung dengan umur pemeliharaan 56-70 hari sudah siap dipanen.

Ayam pejantan lebih tahan terhadap pengaruh perubahan lingkungan. Namun kemungkinan ayam terinfeksi penyakit masih ada. Ayam pejantan khususnya dalam pemeliharaan intensif dengan populasi cukup banyak tetap harus mendapatkan antibodi agar terhindar dari penyakit. Ketika ayam tidak divaksin dan penyakit ternyata terjadi, pengobatan yang diberikan akan lebih sulit. Sehingga penyusunan dan pelaksanaan program kesehatan ini bertujuan untuk mencegah penyakit, meningkatkan kesehatan dan mempercepat pemulihan apabila ternak terserang penyakit.

Tabel contoh panduan umum program kesehatan ayam pejantan dapat diunduh dalam website Medion pada link sebagai berikut www.medion.co.id/program-pemeliharaan/. Program vaksinasi dan medikasi ini tidaklah baku, namun dapat berbeda-beda di satu farm dengan farm yang lain. Hal ini bisa disesuaikan dengan riwayat serangan penyakit dan kondisi di lapangan.

Pentingnya Vaksinasi untuk Ayam Pejantan

Vaksinasi bertujuan menggertak sistem kekebalan dalam tubuh guna menghasilkan antibodi sehingga daya tahan tubuh ayam pejantan lebih optimal. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam vaksinasi adalah program vaksinasi disesuaikan dengan kondisi setempat, waktu dan teknik pemberian vaksin tepat, dosis vaksin seragam, serta diberikan pada ayam sehat.

Vaksin yang biasa diberikan pada ayam pejantan yaitu vaksin ND, Gumboro, AI, IB, dan korisa. Namun bukan berarti vaksin lain tidak perlu diberikan, seperti ILT atau fowl pox. Selama periode pemeliharaan, vaksin ND dapat diberikan sebanyak 2-3 kali yaitu vaksinasi pertama umur 4 hari menggunakan vaksin aktif Medivac ND Hitchner B1/Medivac ND Clone 45 melalui tetes mata/hidung sekaligus dengan vaksin ND inaktif menggunakan Medivac ND G7-IB Emulsion. Diulangi pada umur 36 hari menggunakan vaksin Medivac ND La Sota/Medivac ND Clone 45. Vaksin AI dapat diberikan 2 kali pada umur 4 hari menggunakan vaksin kombinasi ND inaktif (Medivac ND-AI) atau umur 10 hari pada umur AI tunggal (Medivac AI). Sedangkan, vaksin Gumboro dapat diberikan 2 kali dengan vaksin pertama pada umur 7 atau 14 hari menggunakan Medivac Gumboro A atau Medivac Gumboro B. Kemudian pengulangan bisa dilakukan pada umur 22 hari.

Jika daerah tersebut rawan penyakit korisa, vaksinasi korisa dapat diberikan pada umur 7-14 hari menggunakan Medivac Coryza B, Medivac Coryza T, atau Medivac Coryza T Suspension. Sedangkan pada daerah rawan cacar (pox) dapat dilakukan vaksinasi pox pada ayam pejantan menggunakan Medivac Pox saat ayam berumur 15 hari.

Suplementasi dan Medikasi

Menjaga kesehatan juga bisa didukung dengan pemberian suplemen pada ayam. Suplementasi bertujuan mengurangi stres, meningkatkan stamina dan daya tubuh ayam, serta menjaga produktivitas optimal. Jenis suplemennya terdiri dari vitamin, mineral, asam amino, dan imunostimulan.

Pada minggu pertama pemeliharaan, penggunaan Gingertol terutama saat chick in dapat membantu memulihkan energi DOC yang hilang saat perjalanan sehingga dapat segar kembali dan performa tetap optimal.

Peternak bisa memberikan terapi suportif atau suplemen untuk menjaga stamina atau membantu pertumbuhan ayam dengan memberikan vitamin seperti Vita Stress (sebelum dan sesudah vaksinasi atau saat cuaca panas) dan Imustim (imunostimulan). Imustim juga dapat diberikan sebelum dan setelah vaksinasi sebagai imunostimulan yang dapat mempercepat peningkatan titer antibodi hasil vaksinasi. Pemberian Imustim bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh melalui peningkatan senyawa yang berperan dalam melawan zat asing yang menyerang tubuh ayam.

Dalam menjaga kesehatan pencernaan ayam terhadap infeksi bakterial berikan suplemen herbal yang tepat. Pemberian Fithera dapat membantu pencegahan dan penyembuhan infeksi bakteri (CRD, Korisa dan Colibacillosis) dan koksidiosis pada unggas. Jika sudah terjadi kasus infeksi, lakukan pengobatan yang tepat berdasarkan diagnosa, pemilihan obat, serta dosis dan aturan pakai. Untuk mengatasi penyakit bakterial, bisa berikan Therapy, Neo Meditril, atau Amoxitin (pilih salah satu), dan lakukan rolling antibiotik maksimal setiap 3 periode pengobatan. Ayam yang terserang Koksidiosis juga bisa diobati dengan pemberian obat antikoksidia. Produk yang bisa digunakan yaitu Coxy dengan metode 3-2-3 yaitu 3 hari obat, 2 hari air minum tanpa obat dan 3 hari obat. Atau Toltradex yang diberikan selama 2 hari berturut-turut dengan dosis 0,14 ml per kg berat badan diberikan melalui air minum.

Minggu ketiga hingga panen, pemberian Neobro/Kumavit/Fasbro untuk membantu mempercepat pertumbuhan ayam dan mencegah stres pada ayam. Sebaiknya diberikan juga Ammotrol karena jumlah feses yang dihasilkan pada umur tersebut lebih banyak sehingga amonia yang dihasilkan pun akan meningkat.

Untuk pemilihan obat cacing dikatakan tepat jika mempunyai spektrum kerja yang sesuai dengan jenis cacing yang menyerang (cacing gilik atau cacing pita). Namun jika ayam terserang cacing gilik sekaligus cacing pita maka ayam pejantan tersebut dapat diberikan produk Levamid/Vermixon mulai umur 1 bulan dan lakukan pengulangan tiap 1-2 bulan sekali.

Menjaga Kesehatan Ayam Pejantan secara Maksimal

Beberapa upaya lainnya yang tidak kalah penting untuk menjaga kesehatan ayam pejantan dan membantu memaksimalkan produktivitas diantaranya:

  1. Ciptakan kondisi nyaman untuk ayam

Kondisi nyaman harus dirasakan ayam dimulai sejak DOC tiba di kandang. Tindakan sanitasi dan desinfeksi kandang telah dilakukan serta waktu kosong kandang yang disarankan sebelum DOC masuk adalah 14 hari terhitung sejak kandang bersih.

Keberadaan ventilasi mutlak diperlukan untuk mendapatkan perputaran udara yang optimal sehingga mencegah bibit penyakit bercampur dengan udara bersih yang masuk ke dalam kandang. Upayakan suhu yang ideal untuk ayam pejantan yaitu sekitar 29-34°C untuk masa brooding dan 25-21°C untuk ayam dewasa (Cobb500 Broiler Management Guide, 2018).

Ganti litter yang basah dan lembap dengan litter yang kering untuk mengurangi amonia. Sesuaikan pula kepadatan kandang untuk menjamin semua ayam pejantan mendapat kesempatan yang sama untuk mendapat ransum, air minum, ruang gerak dan oksigen sehingga pertumbuhan dan produktivitas seragam

2. Berikan ransum dan air minum sesuai kebutuhan dan berkualitas

Nutrisi yang cukup dapat mencegah ayam pejantan mengalami defisiensi yang menyebabkan gangguan pertumbuhan dan daya tahan tubuh ayam menurun. Prinsip penggunaan pakan secara first in first out serta pengaturan kelembapan dalam kandang maupun gudang penyimpanan mampu menekan pertumbuhan jamur. Penyimpanan pakan perlu diberi alas papan dengan ketinggian sekitar 5-10 cm. Air yang dikonsumsi tidak boleh berwarna, berasa, dan berbau. Air juga harus terbebas dari partikel-partikel terlarut (tidak keruh). Untuk suhu air minum yang baik bagi ayam adalah 20-24°C.

3. Minimalisir bibit penyakit di lingkungan

Pisahkan ayam pejantan yang sedang sakit sehingga bibit penyakit tidak mengenai ayam lainnya. Ayam yang mati sebaiknya dikubur atau dibakar agar virus tidak menyebar.

Upaya minimalisir yaitu dengan melakukan sanitasi dan desinfeksi kandang dan peralatan. Saat kosong kandang dapat menggunakan Formades setelah kandang dicuci. Tempat pakan dan minum harus dicuci dan didesinfeksi secara rutin dengan Medisep. Lakukan pula flushing untuk membersihkan lumut atau biofilm yang menempel pada pipa saluran air. Terapkan pula pengontrolan lalu lintas orang yang keluar masuk kandang, penyemprotan kandang dan lingkungan sekitarnya setiap minimal dua kali seminggu dengan Medisep/Antisep/Neo Antisep serta sanitasi air minum dengan Desinsep. Pada saat vaksinasi melalui air minum, dapat ditambahkan Medimilk atau Netrabil untuk membantu memperbaiki kualitas air minum sehingga potensi virus vaksin dalam menggertak pembentukan antibodi menjadi optimal.

Semoga bermanfaat.

Penyusunan Program Kesehatan Ayam Pejantan
Subscribe To Our Newsletter
No Thanks
Thanks for signing up. You must confirm your email address before we can send you. Please check your email and follow the instructions.
We respect your privacy. Your information is safe and will never be shared.
Don't miss out. Subscribe today.
×
×
WordPress Popup Plugin