Flu Kucing Tidak Mengenal Musim!

kucing mengalami flu
Daftar isi

Flu pada anabul sering disebut sebagai feline upper respiratory infection (infeksi saluran pernapasan atas) memang tidak mengenal musim dan dapat menyerang kapan saja sepanjang tahun. Tidak seperti beberapa penyakit lain yang dipengaruhi oleh perubahan musim, flu pada kucing tidaak mengenal musim dan bisa muncul baik saat cuaca panas maupun dingin. Penyakit ini menular pada kucing yang mengalami kontak fisik dengan organ-organ kucing yang telah dihinggapi virus secara langsung, misalnya melalui mata, hidung, mulut. Flu pada kucing seringkai tidak sembuh total karena virusnya akan menetap (laten) di tubuh, layaknya herpes pada manusia. Gejala bisa hilang, namun dapat kambuh saat kucing stres, imun menurun atau lingkungan tidak bersih. Meskipun tidak sembuh total, flu bisa dikelola agar kucing tetap sehat.

Anabul yang sering dibawa keluar rumah, dititipkan ke pet hotel ataupun terpapar dengan lingkungan baru sangat rentan mengalami penurunan daya tahan tubuh sehingga gejala flu dapat muncul sewaktu-waktu. Selain itu, anak kucing (kitten), kucing lanjut usia, maupun kucing dengan kondisi kesehatan tertentu juga memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami infeksi saluran pernapasan atas.

Kucing Flu
Gambar : Kucing flu

Gejala flu pada kucing dapat bervariasi, mulai dari bersin-bersin, hidung berair, mata berair, nafsu makan menurun, hingga lesu. Pada beberapa kasus, kucing juga dapat mengalami demam dan kesulitan bernapas. Karena kemampuan penciuman kucing berkurang saat mengalami flu, tidak jarang mereka menjadi kurang tertarik untuk makan dan minum. 

Meskipun flu pada kucing sering kali tidak dapat disembuhkan secara total akibat sifat virus yang dapat menetap di dalam tubuh, gejalanya tetap dapat dikendalikan dengan perawatan yang tepat. Menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi faktor stres, memberikan nutrisi yang seimbang, serta memastikan kebutuhan cairan tercukupi merupakan langkah penting untuk membantu proses pemulihan. 

Selain itu, vaksinasi rutin juga berperan penting dalam mengurangi risiko infeksi dan memperingan gejala apabila kucing terpapar virus penyebab flu. Vaksin memang tidak selalu dapat mencegah infeksi sepenuhnya, tetapi dapat membantu meningkatkan perlindungan sehingga kondisi yang muncul tidak menjadi lebih parah. Saat anabul menunjukkan gejala flu, pet owner sebaiknya segera memisahkan kucing yang sakit dari kucing lain untuk mengurangi risiko penularan. Bersihkan perlengkapan makan, minum, litter box, serta area tempat tinggal secara rutin agar paparan virus di lingkungan dapat diminimalkan.

Salah satu produk yang paling simpel dan efektif dalam mengatasi flu dan alergi yang sering dialami oleh kucing atau anjing adalah Flustop. Flustop merupakan sediaan kaplet dengan kandungan Chlorpeniramine maleate / CTM yang efektif mengatasi gejala flu dan alergi seperti bersin, mata berair dan pilek pada anjing dan kucing dengan harga terjangkau dan sudah teregistrasi KEMENTAN RI. Flustop ini juga bisa diberikan bersamaan dengan makanan jadi pemberiannya jauh lebih mudah.

Aturan pakai:

  • kucing: 1 kaplet per ekor secara oral, berikan dalam 2x sehari
  • Anjing: 2 kaplet per ekor secara oral, berikan dalam 2x sehari
  • Isi 10 kaplet

Topik Terkait

Bagikan Artikel:
Berlangganan sekarang

Update informasi terkini seputar peternakan dan hewan kesayangan.

Artikel Lainnya

Cari Informasi yang Anda Butuhkan