Gangguan Pertumbuhan Akibat Koksidiosis dan NE

Gangguan Pertumbuhan Akibat Koksidiosis dan NE
Daftar isi

Pak Riki – Cianjur

Ayam pedaging saya umur 23 hari mengalami gangguan pertumbuhan karena bobotnya selalu ketinggalan 100 gram dari standar. Seringkali pakan tidak habis walaupun sudah saya berikan vitamin dosis tinggi. Setelah saya bedah, di ususnya keluar cairan berwarna kemerahan. Berikut saya lampirkan foto-fotonya. Mohon penjelasan dan sarannya. Terima kasih.

1 3
Keterangan : Gambar 1. Kondisi ayam di kandang yang kurang nyaman., Gambar 2. Radang disertai massa kemerahan pada usus., Gambar 3. Penebalan permukaan dinding usus.

Jawab:

Yth. Pak Riki, terima kasih atas pertanyaan dan dokumentasi yang dikirimkan. Berdasarkan foto-foto yang dikirimkan dapat kami jelaskan sebagai berikut ;

  • Gambar (1) memperlihatkan kondisi ayam kurang aktif dalam beraktivitas terutama mencari makan. Jika dilihat lebih teliti lagi, kemungkinan keseragaman ayam dalam kandang ini juga kurang bagus.
  • Gambar (2) memperlihatkan kondisi usus tampak radang dan berisi massa berwarna kemerahan.
  • Gambar (3) memperlihatkan kondisi permukaan dinding usus sudah mengalami penebalan.

Kondisi ayam yang kurang aktif atau bermalas-malasan bisa menyebabkan feed intake harian tidak tercapai, sehingga bobot badan dan keseragamannya pun juga tidak tercapai sesuai harapan. Salah satu kondisi yang dapat menyebabkan hal tersebut adalah kondisi lingkungan kandang yang kurang nyaman. Kenyamanan kandang dapat dievaluasi dari pengaturan sirkulasi udara dalam kandang, dapat dilihat dari sebaran ayam di kandang. Sebaran ayam yang baik harus merata, tidak berkumpul dalam satu atau beberapa titik. Selain sirkulasi udara, perlu diperhatikan kondisi litter di kandang. Manajemen litter yang kurang baik, dapat memicu resiko tingginya kadar amonia di dalam kandang. Hal ini dapat menjadi faktor predisposisi munculnya kasus penyakit pernapasan dan pencernaan.

Koksidiosis dan NE

Berdasarkan dokumentasi yang Bapak kirimkan, terlihat perubahan patologi anatomi organ usus yang mengalami peradangan, berisi massa kemerahan dan penebalan dinding usus. Kondisi demikian dapat mengindikasikan bahwa ayam tersebut terdiagnosa penyakit Koksidiosis dan Necrotic Enteritis (NE). Kedua penyakit ini sering kali terjadi secara bersamaan atau komplikasi, sehingga pengendalian penyakitnya diperlukan strategi yang lebih komprehensif.

Koksidiosis disebabkan oleh parasit protozoa yang hanya menyerang usus. Agen penyebabnya disebut Eimeria spp dan merupakan penyakit saluran pencernaan yang menyebabkan malabsorpsi, enteritis, penurunan laju pertambahan bobot badan, masalah keseragaman, peningkatan FCR, serta kematian. Koksidiosis dapat menyebabkan kerusakan pada epitel usus, sehingga memungkinkan bakteri patogen oportunistik menginvasi inang/usus ayam. Kerusakan akibat infeksi dan proliferasi koksidiosis dapat mengganggu keseimbangan mikrobiota dalam usus seperti bakteri Clostridium perfringens. Sehingga kondisi tersebut sering kali menyebabkan Necrotic Enteritis (NE) dan akibatnya kemampuan usus untuk menyerap nutrisi menjadi kurang optimal. Sebagai informasi tambahan, Bapak perlu hati-hati jika menjumpai kondisi gejala ayam seperti berikut ini diare berwarna orange pepaya hingga kemerahan, kotoran nempel di kloaka dan terdapat partikel pakan yang tidak tercerna dengan baik pada kotoran ayam. Beberapa kondisi tersebut adalah indikasi penyakit Koksidiosis dan NE.

2 3
Keterangan : Gambar 1. Kotoran ayam nempel di kloaka., Gambar 2. Diare kemerahan (berdarah).,
Gambar 3. Terdapat partikel pakan yang tidak tercerna pada kotoran ayam.

Data Kasus Koksidiosis dan NE

3 1
Keterangan : Grafik 1. Data 10 besar ranking penyakit ayam broiler nasional selama tahun 2024 – 2026 (Juni)

Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Tim Medion, selama tahun 2024-2026 (Juni) kasus penyakit di lapangan masih menjadi tantangan nyata dalam dunia perunggasan. Jika dilihat dari grafik 1 di atas, kasus penyakit Koksidiosis dan NE masih termasuk ke dalam 10 besar ranking penyakit ayam broiler secara nasional. Kasus penyakit Koksidiosis dan NE selama tahun 2026 hingga Juni masih tinggi, secara persentase bahkan sedikit lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Selain itu, kasus Koksidiosis dan NE seringkali terjadi di minggu ke 2 dan ke 3 dalam pemeliharaan ayam broiler jika kita melihat data dari grafik 2 dan grafik 3. Minggu ke 2 dan ke 3 ini menjadi masa ketika bobot badan semakin besar dan volume kotoran yang dihasilkan juga semakin tinggi. Hal ini perlu menjadi kewaspadaan terhadap serangan kasus di umur tersebut, perlu lebih sigap dalam mengatasi berbagai macam faktor predisposisinya terutama manajemen litter. Apabila tidak cermat dan sigap, maka kedua penyakit ini dapat menyebabkan dampak serius terhadap pertumbuhan bobot ayam sehingga beresiko terhadap pencapaian performance akhir pemeliharaan.

4 1
 Keterangan : Grafik 2. Data umur serangan kasus Koksidiosis pada ayam broiler tahun 2024 – 2026 (Juni)                                                                
5
Keterangan : Grafik 3. Data umur serangan kasus NE
 pada ayam broiler tahun 2024 – 2026 (Juni)

Solusi Pengendalian Koksidiosis dan NE

Pencegahan kasus Koksidiosis dan NE mulai dari hulu ke hilir atau sejak proses persiapan kandang sebelum chick in. Mulai dari pembersihan kandang dan peralatan secara menyeluruh, program desinfeksi menggunakan desinfektan golongan aldehyde seperti Formades, proses pengapuran kandang terutama area yang sering kontak dengan ayam seperti lantai dan dinding kandang, treatment pada litter sebelum ditabur ke dalam kandang, kemudian waktu istirahat kandang minimal 2 minggu untuk memutus siklus hidup bibit penyakit.

Penanganan kasus koksidiosis dan NE dengan memberikan pengobatan antikoksidiosis dan antibiotik seperti Therapy. Penting diketahui bahwa selama terjadi kasus koksidiosis, tidak direkomendasikan diberikan multivitamin yang mengandung vitamin B. Karena vitamin B adalah makanan/substrat untuk pertumbuhan Eimeria spp penyebab Koksidiosis. Alternatif supportif pada saat kasus Koksidiosis dan NE dapat diberikan vitamin C seperti C-Fresh atau menggunakan herbal untuk meningkatkan imunitas seperti Imustim. Kemudian tidak lupa evaluasi dan perbaikan terhadap kondisi litter dalam kandang.

Kasus Koksidiosis dan NE seringkali terjadi dalam waktu yang sama, sehingga pengobatan dapat dilakukan secara serentak dengan Therapy. Pemberian supportif juga sangat penting untuk membantu mempercepat kesembuhan seperti C-Fresh atau Imustim.

Topik Terkait

Bagikan Artikel:
Berlangganan sekarang

Update informasi terkini seputar peternakan dan hewan kesayangan.

Artikel Lainnya

Cari Informasi yang Anda Butuhkan