Kadar Amonia terhadap Sistem Pertahanan Tubuh Primer

konsultasi teknis pada ayam broiler
Daftar isi

Pak Haryadi – By email

Jika ayam pedaging dipelihara di kandang postal bertingkat dan menimbulkan bau amonianya yang sangat menyengat biasanya setelahnya terjadi kasus penyakit pernapasan. Bagaimana prosesnya amonia bisa memicu penyakit pernapasan dan apakah bisa sampai menurunkan antibodi? Lalu bagaimana cara mengurangi kadar amonia tersebut?

Jawab:

Yth. Bapak Haryadi, terima kasih atas pertanyaannya. Pemeliharaan ayam di kandang postal bertingkat dengan sistem litter (sekam) memiliki risiko lebih tinggi untuk terpapar amonia. Amonia adalah gas yang dihasilkan dari proses perombakan sisa-sisa nitrogen yang terdapat dalam feses oleh bakteri ureolitik. Amonia sendiri di kandang terdapat dalam 2 bentuk, yaitu bentuk terlarut dalam cairan feses (NH₄OH) dan bentuk gas (NH₃).

Kadar amonia yang tinggi dapat dihasilkan akibat sirkulasi udara di dalam kandang kurang lancar, populasi ayam terlalu padat, pemberian pakan dengan kadar protein terlalu tinggi, atau manajemen litter kurang baik. Jika ditambah dengan struktur kandang bagian bawah yang tidak terlalu tinggi, maka kadar amonia pun akan meningkat setiap harinya.

Terlebih lagi pada farm broiler, salah satu penyusun ransumnya adalah konsentrat, yaitu campuran bahan baku ransum yang mengandung serat kasar <18% dan tinggi protein. Protein itulah yang akan dicerna dan dimetabolisme hingga menghasilkan zat sisa berupa urea dan asam urat yang dibuang bersama dengan feses. Baik urea maupun asam urat, keduanya mengandung unsur nitrogen (N) yang akan diubah menjadi amonia (NH₃ berbentuk gas) atau amonium (NH₄₊ yang terlarut dalam feses) oleh bakteri pengurai (bakteri ureolitik) di lingkungan. Oleh karena itu, sudah hal yang wajar jika dalam pemeliharaan ternak ayam dihasilkan amonia.

Terkait pertanyaan yang Bapak ajukan, memang benar bahwa paparan gas amonia ini dapat memicu penyakit pernapasan karena daya iritasinya sangat tinggi bagi ayam. Selain itu, kadar amonia yang tinggi secara tidak langsung juga dapat menurunkan kadar antibodi. Semua hal ini berhubungan dengan fungsi saluran pernapasan atas sebagai sistem pertahanan primer di dalam tubuh ayam. Akibatnya, ayam mudah terserang penyakit pernapasan, seperti CRD dan korisa, karena saluran pernapasan yang menjadi gerbang pertahanan pertama tubuh ayam telah dirusak.

Amonia vs Sistem Pertahanan Primer

Tubuh ayam secara alami mempunyai mekanisme pertahanan terhadap berbagai serangan bibit penyakit. Salah satunya adalah sistem pertahanan primer. Kulit, silia (bulu getar) saluran pernapasan, lendir/mukus, enzim, sampai reaksi bersin dan batuk termasuk dalam sistem pertahanan ini. Tidak berfungsinya sistem pertahanan primer, terutama sistem pertahanan pada saluran pernapasan, menjadi pemicu utama masuknya bibit penyakit.

Pada level 20 ppm, amonia bisa mengakibatkan siliostasis (terhentinya gerakan silia) dan desiliosis (kerusakan silia), dan akhirnya merusak mukosa saluran pernapasan. Akibatnya, ayam mudah terserang penyakit pernapasan karena silia dan mukosa saluran pernapasan merupakan gerbang pertahanan pertama yang dimiliki ayam. Di Amerika Serikat, level maksimum amonia yang ditetapkan oleh National Institute of Occupational Safety and Health (NIOSH) dalam kandang unggas adalah 25 ppm, sedangkan oleh Occupational Safety and Health Administration (OSHA) adalah 50 ppm. Di Indonesia sendiri, pengukuran level amonia masih jarang dilakukan oleh peternak. Meski demikian, sebaiknya peternak dapat menekan amonia pada level serendah mungkin agar produktivitas ayam tidak terganggu. 

Rongga hidung dilengkapi dengan silia yang berperan sebagai penyaring partikel-partikel udara yang dihirup oleh ayam, seperti debu maupun bibit penyakit (virus dan bakteri). Di sepanjang saluran pernapasan juga dihasilkan lendir yang berfungsi untuk mengeliminasi partikel asing serta bibit penyakit yang sebelumnya tidak tersaring oleh silia. Dalam lendir itulah terkandung enzim, surfaktan (penurun tegangan permukaan), serta antibodi, seperti imunoglobulin (Ig)A, IgG dan IgE. Enzim dan surfaktan berperan menghancurkan bibit penyakit, sedangkan antibodi berfungsi mencegah perlekatan bibit penyakit pada permukaan saluran pernapasan dan menetralisirnya. Kekebalan mukosal (IgA) yang salah satunya terdapat dalam saluran pernapasan atas, produksinya akan mengalami gangguan akibat rusaknya sel-sel epitel oleh iritasi amonia. Sedangkan kadar amonia yang tinggi dalam darah (akibat terhisap dalam jumlah besar) menyebabkan stres pada sel-sel limfosit sehingga produksi antibodi (IgG dan IgM) juga mengalami gangguan (North, 1984).

Di sisi lain, kadar amonia > 20 ppm juga diketahui bisa mengakibatkan iritasi pada konjungtiva mata yang juga menjadi pintu gerbang masuknya bibit penyakit. Amonia akan larut dalam cairan mata dan menghasilkan NH₄OH yang mampu mengiritasi dan menyebabkan konjungtivitis (radang pada konjungtiva mata).

conjungtivitas pada ayam broiler

Dengan masuknya penyakit ke dalam tubuh ayam, seperti virus ND atau AI, maka antibodi/kekebalan tubuh ayam pun akan semakin menurun. Terlebih jika sebelumnya ayam tidak memiliki antibodi yang cukup (belum divaksinasi, red) untuk melawan penyakit tersebut. Dengan demikian amonia menjadi faktor yang secara tidak langsung bisa menurunkan antibodi dan memicu penyakit pernapasan.

Mengurangi Kadar Amonia

Jika kadar amonia di kandang sangat tinggi dan baunya sudah sangat menyengat, beberapa tindakan untuk mengurangi kadarnya yaitu dengan mengatur sirkulasi udara (membuka tirai kandang), menambah sekam baru, memberikan pakan dengan kadar protein sesuai kebutuhan ayam, dan menggunakan bahan tertentu yang mampu bekerja mengikat amonia.

Gunakan litter dengan ketebalan awal sekitar 8-12 cm untuk kandang postal dan 5-8 cm untuk kandang panggung. Sebelum ditabur, litter didesinfeksi terlebih dahulu dengan formalin atau Formades. Setelah itu dicampur dengan kapur sebanyak 1 g/10 m³ litter. Kapur ini berfungsi untuk membantu menyerap air dalam litter, serta mencegah terjadinya koksidiosis yang biasa terjadi pada ayam di umur ≥ 3 minggu, karena koksidia (penyebab koksidiosis,red) tidak tahan terhadap panas dari kapur.

Pada masa brooding, lakukan pembolak-balikan litter secara teratur setiap 3-4 hari sekali, mulai umur 4 sampai 17 hari. Hal ini untuk menghindari litter menggumpal sejak awal. Bila ada litter yang menggumpal dalam jumlah sedikit, maka litter dapat dipilah dan dikeluarkan dari kandang. Namun jika jumlah litter yang menggumpal atau basah sudah banyak, lebih baik tumpuk dengan litter baru. Pada kandang panggung atau kandang baterai, lakukan pengerukan feses satu minggu sekali atau menggunakan amben agar feses di kolong cepat kering dan produksi amonia dapat dihambat.

Salah satu produk yang mengandung bahan pengikat amonia adalah Ammotrol. Ammotrol aman digunakan setiap hari dalam jangka waktu lama untuk mengikat amonia tanpa menimbulkan efek samping dan residu. Pemberian Ammotrol juga relatif mudah, cukup disemprotkan ke kotoran atau dilarutkan dalam air minum, serta bisa diberikan bersamaan/dicampur dengan vitamin atau antibiotik.

Sedangkan perlakukan terhadap ayamnya sendiri, perlu diberi antibiotik (Neo Meditril atau Erydoxcy) pada pagi-sore hari agar penyakit bakterial pernapasan yang terlanjur menyerang, seperti CRD dan korisa bisa segera teratasi. Malam harinya berikan multivitamin Kumavit untuk meningkatkan stamina tubuh ayam. Selain pemberian antibiotik, Kobakil bisa diberikan sebagai antibakteri alami yang dapat mempercepat penyembuhan penyakit pernapasan seperti CRD, CRD kompleks, Coryza, dan Colibasillosis. Kobakil bekerja dengan cara menghambat aktivitas enzim dan menekan faktor virulensi bakteri, mencegah replikasi bakteri dan mengganggu dinding sel sehingga komponen intraseluler pecah serta mencegah pembentukan energi di motokondria sehingga bakteri mati.

Sedangkan untuk mengatasi penyakit viral pernapasan seperti ND, AI, atau IB, berikan multivitamin Kumavit untuk meningkatkan stamina, serta melakukan vaksinasi darurat (khusus kasus ND dan IB), terutama jika serangan belum parah dan kondisi ayam masih relatif sehat.

Topik Terkait

Bagikan Artikel:
Berlangganan sekarang

Update informasi terkini seputar peternakan dan hewan kesayangan.

Artikel Lainnya

Cari Informasi yang Anda Butuhkan