Persiapan Kandang Menghadapi Musim Hujan

Daftar isi

Musim hujan di Indonesia untuk periode 2026 diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan dimulai secara bertahap dari bulan Oktober hingga Desember 2026. Musim hujan di wilayah tropis seperti Indonesia memiliki tiga karakteristik utama yang saling berkaitan. 

  • Kelembapan yang tinggi

Kelembaban udara meningkat karena tingginya curah hujan dan penguapan air dari tanah. Penambahan uap air dari hujan atau curah hujan yang sering turun menambah jumlah uap air secara langsung ke atmosfer. Udara yang lebih dingin saat hujan memiliki kapasitas tampung uap air yang lebih kecil, sehingga persentase kelembaban relatif di udara naik dengan cepat.

  • Suhu fluktuatif

Suhu udara dapat berubah-ubah (fluktuatif) dalam waktu singkat terutama antara pagi yang terik, siang yang mendung pekat, hingga malam yang lebih dingin akibat tutupan awan dan pergerakan angin monsun.

  • Curah hujan ekstrem

Proses konveksi kuat di atmosfer memicu potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat dalam durasi tertentu.

Kondisi ini dapat berdampak besar pada peternakan ayam, mulai dari kerusakan fisik bangunan hingga penurunan produktivitas dan kesehatan ternak. 

  • Kerusakan atau robohnya kandang. Terpaan angin kencang dan badai dapat merusak konstruksi kandang (open house) atau bahkan membuatnya roboh.
  • Kelembapan tinggi dan jamur. Tingkat kelembapan udara yang tinggi memicu pertumbuhan jamur dan toksin (mikotoksin) pada pakan yang disimpan, serta membuat litter (alas sekam) cepat basah.
  • Stres dingin (cold stress). Angin kencang dan suhu dingin yang menyertai hujan deras membuat ayam kedinginan, menurunkan daya tahan tubuh (imunitas), dan mengganggu pertumbuhan.
  • Penyebaran penyakit. Lingkungan yang basah dan lembap menjadi tempat ideal bagi bakteri, virus, parasit, dan jamur untuk berkembang biak, sehingga ayam lebih rentan terserang penyakit pernapasan dan pencernaan.
  • Penurunan Produktivitas: Ayam yang sakit atau stres mengalami penurunan nafsu makan, pertumbuhan terhambat, rasio konversi pakan (FCR) yang memburuk, serta penurunan produktivitas.

Perlu persiapan kandang untuk menghadapi musim hujan meliputi perbaikan struktur, pengaturan ventilasi dan suhu, serta manajemen kebersihan agar ayam tetap nyaman, produktif dan sehat. Berikut langkah-langkah persiapan dan manajemen kandang yang perlu dilakukan:

1. Perbaikan fisik dan struktur kandang

  • Perbaiki atap bocor: Segera cek dan perbaiki bagian atap yang rusak atau bocor agar air hujan tidak membasahi lantai dan litter.
  • Pelebaran atap: Jika air hujan sering tertiup angin dan masuk (tampias), perlebar bagian atap atau pasang penahan tambahan.
  • Perbaiki saluran air (drainase): Buat atau bersihkan selokan di sekitar kandang agar air hujan mengalir lancar dan tidak menyebabkan genangan di sekitar atau di kolong kandang. 

2. Pengaturan ventilasi udara dan sirkulasi udara

  • Pengaturan tirai ganda: Pasang tirai plastik dengan sistem buka-tutup yang fleksibel. Saat hujan deras disertai angin kencang, tutup rapat sisi tirai yang mengarah ke datangnya angin.
  • Sisakan ventilasi atas: Meskipun tirai ditutup, tetap sediakan celah ventilasi di bagian atas dinding (selebar kurang lebih 20 cm) agar udara segar tetap berganti dan gas amonia bisa keluar. Meskipun udara di luar dingin, jangan menutup kandang rapat-rapat tanpa celah. Tetap sediakan celah ventilasi di bagian atas sekitar 20–30 cm untuk membuang kelembapan dan gas amonia berbahaya di dalam kandang. 
  • Cegah penumpukan amonia: Gas amonia yang terjebak di kandang lembap sangat berbahaya karena merusak saluran pernapasan ayam dan memicu penyakit pernapasan. 
  • Kontrol kepadatan dan kipas: Tambahkan kipas angin bila perlu untuk memperlancar sirkulasi dan mencegah udara kandang terlalu lembap.

3. Perawatan alas kandang (litter)

  • Jaga tetap kering: Kelembapan tinggi saat musim hujan membuat litter mudah basah dan menggumpal. Taburkan sekam baru secara rutin setiap hari jika diperlukan. Tebar sekam/litter baru yang sudah disemprot Sporades. Litter yang tebal berfungsi optimal menyerap panas dari brooder dan menjaga kehangatan kaki DOC.
Suplemen
Penggunaan sekam/litter baru yang sudah disemprot Sporades
  • Gunakan kapur pertanian: Jika lantai atau litter terlanjur sedikit basah atau becek, taburkan kapur pertanian (dolomit) untuk menyerap air sekaligus mengatasi alas kandang dari pertumbuhan patogen jamur dan bakteri. 
  • Pengerukan feses: Lakukan pengerukan atau pembersihan feses (kotoran) di kolong kandang secara lebih sering (misalnya setiap 3 hari sekali). 

4. Pengaturan suhu dan pemanas (brooding)

  • Wajib pre-heating: Nyalakan pemanas seperti Indukan Gas Medion (IGM) minimal 1–3 jam sebelum DOC tiba. Langkah ini penting agar suhu udara (target 33–35°C) dan suhu litter (minimal 30°C) sudah stabil dan hangat saat DOC dilepas.
suplemen 2
Penggunaan pemanas (brooder) untuk menjaga suhu zona nyaman ayam
  • Sediakan penghangat: Suhu saat hujan bisa turun drastis (hingga 16–18°C). Nyalakan lampu pijar atau alat pemanas (brooder) untuk menjaga suhu zona nyaman ayam. Saat musim hujan, atur pemanas untuk menyala lebih cepat dan menyala lebih lama karena suhu lingkungan cenderung drop secara ekstrem.
  • Pantau sebaran ayam: Perhatikan perilaku ayam, jika ayam menyebar merata artinya suhu pas. Jika mereka saling berdesakan atau menumpuk, berarti suhu masih terlalu dingin.
  • Tambahan pencahayaan: Karena sinar matahari berkurang dan cuaca sering mendung, tambah waktu pencahayaan lampu agar aktivitas makan dan minum ayam tidak menurun. 

5. Sanitasi, Pakan, dan Air Minum

  • Sanitasi lingkungan luar: Bersihkan rumput liar dan benahi sistem drainase di sekitar kandang agar tidak ada genangan air yang menjadi sarang penyakit.
  • Desinfeksi akhir: Setelah masa istirahat kandang minimal 14 hari selesai, lakukan penyemprotan ulang ke seluruh sudut kandang menggunakan desinfektan seperti Formades atau Sporades. 
  • Cuci tempat makan dan minum: Bersihkan tempat minum setiap hari dan tempat pakan secara rutin agar tidak menjadi media tumbuh jamur.
  • Bersihkan saluran serta tandon air untuk mencegah pertumbuhan biofilm (lapisan bakteri akibat meningkatnya volume air tanah saat musim hujan). Melakukan pembersihan saluran air untuk mencegah pertumbuhan biofilm (lapisan tipis di permukaan tempat minum, tandon/ bak penampung, dan pipa air yang menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya bakteri patogen seperti E. coli (penyebab colibacillosis).
  • Gunakan antiseptik air minum seperti Antisep, Medisep, atau Desinsep untuk membunuh bakteri patogen (seperti E. coli) yang populasinya meningkat di musim hujan. 
  • Cek kualitas air minum: Air tanah cenderung berubah saat curah hujan tinggi; pastikan kebersihan dan pH air terjaga, serta pertimbangkan pemberian suplemen atau vitamin (seperti Vitamin C dan Vitamin A, D, E) untuk meningkatkan daya tahan tubuh ayam. 
  • Kontrol kualitas pakan: Simpan pakan di gudang yang kering agar tidak berjamur, karena pakan berjamur mengandung mikotoksin yang merusak pencernaan ayam.

6. Perlindungan kesehatan (biosecurity & imunitas)

  • Desinfeksi berkala: Lakukan penyemprotan desinfektan (seperti Medisep atau Antisep) ke area kandang minimal 2 kali seminggu untuk menekan populasi virus, bakteri, dan jamur.
  • Pemberian suplemen/ suportif vitamin dan herbal: Berikan vitamin penambah stamina (seperti Fortevit atau Vita Stress) serta imunostimulan (seperti Imustim) untuk menjaga daya tahan tubuh ayam dari ancaman penyakit pernapasan. Untuk menjaga supaya kesehatan saluran cerna tetap optimal, maka dapat diberikan Optigrin untuk menjaga stabilitas mikroflora di dalam usus. Selain produk herbal, terdapat produk lainnya seperti Asortin yang terbuat dari asam organik untuk membantu meningkatkan performa dan menjaga kesehatan pencernaan ayam 
  • Vaksinasi terjadwal: Menyesuaikan program vaksinasi (seperti ND, AI, atau IB) dengan kondisi dan wilayah peternakan masing-masing terlebih saat musim hujan dimana risiko kejadian penyakit dapat meningkat. 
  • Monitoring titer antibodi perlu dilakukan secara rutin khususnya untuk ayam petelur dan pembibit. Dari pemeriksaan rutin titer antibodi tersebut akan tergambar baseline titer (titer dasar) bagi peternakan tersebut. Terutama untuk mengendalikan penyakit viral (contoh seperti ND dan AI) maka sebagian peternak bisa rutin melakukan pemantauan titer antibodi melalui uji serologi. Sehingga suatu saat jika ditemukan adanya gambaran titer yang berbeda dari biasanya maka hal ini bisa menjadi peringatan dini (early warning system) akan kondisi ayam.

Topik Terkait

Bagikan Artikel:
Berlangganan sekarang

Update informasi terkini seputar peternakan dan hewan kesayangan.

Artikel Lainnya

Cari Informasi yang Anda Butuhkan