Atasi Iklim Ekstrem dengan Optimalisasi Ventilasi dan Manajemen Kandang Layer

Table of Contents
AU 1

Awal tahun 2026 diawali dengan curah hujan tinggi di banyak wilayah Indonesia. Berdasarkan paparan BMKG di akhir Februari, penguatan Monsun Asia meningkatkan suplai udara basah yang memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Beberapa daerah mengalami hujan hampir setiap hari, kelembapan udara tinggi, dan suhu yang fluktuatif. Dengan adanya penguatan Monsun Asia, kelembapan dapat mencapai >90% yang dapat berdampak ke ayam layer khususnya fase produksi.

Kondisi saat ini menjadi tantangan besar bagi peternak ayam layer terhadap perubahan suhu dan kelembapan yang tidak stabil. Dampak yang dapat ditimbulkan antara lain :
• Penurunan konsumsi pakan
• Penurunan produksi telur
• Kualitas kerabang menurun
• Peningkatan stres dan penyakit
• Feses lembap dan amonia tinggi

Poultry layer produksi adalah hewan berdarah panas (homeotermis) yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Ketika suhu dan kelembapan berada di luar zona nyaman, ayam akan mengalami stres lingkungan. Stres lingkungan dapat berpengaruh terhadap proses pembentukan telur. Berikut merupakan alur stres lingkungan dapat memengaruhi kualitas produksi telur.

AU 2
Pengaruh stres lingkungan terhadap kualitas telur

Tidak hanya kualitas, kuantitas dapat terpengaruh ketika suhu meningkat/menurun. Ketika suhu menurun, asupan pakan akan meningkat tetapi tidak digunakan untuk kebutuhan produksi telur melainkan untuk menghangatkan tubuhnya sendiri. Sebaliknya, ketika suhu meningkat, konsumsi pakan akan menurun sehingga nutrisi untuk kebutuhan pembentukan telur tidak terpenuhi. Oleh karena itu, optimalisasi ventilasi dan manajemen kandang yang baik wajib kita terapkan di dalam kandang agar dapat mengantisipasi dampak dari iklim yang ekstrem.

Bagaimana Menciptakan Sistem Open House yang Ideal?

Enclosure system open house selama ini menjadi pilihan banyak peternak di Indonesia karena investasi awalnya yang relatif lebih rendah dan sistem operasionalnya lebih sederhana. Pada kondisi cuaca normal, sistem ini masih mampu mendukung performa produksi dengan cukup baik. Namun, ketika pola iklim menjadi semakin tidak menentu seperti yang terjadi belakangan ini akan berpengaruh terhadap kondisi di dalam kandang. Tidak seperti open house, kandang dengan sistem closed house dapat memanipulasi iklim mikro yang ada di dalam kandang sesuai dengan kenyamanan ayam. Berikut merupakan perbandingan open house and closed house.

AU 3 e1772510958926
Tabel 1. Perbandingan open house with the closed house

Peternak harus menjaga lingkungan mikro di dalam kandang dengan kelembapan 60 – 70%, suhu 21 – 25°C, kecepatan udara 2 – 2,5 m/s, kadar amonia <5 PPM. Sirkulasi udara juga sangat penting untuk menghilangkan kelembapan dalam kandang, panas yang berlebihan, menyediakan oksigen yang cukup, menghilangkan karbondioksida, dan partikel debu. Untuk menciptakan sirkulasi udara yang bagus dapat dengan berbagai cara yaitu :

1. Desain kandang

Sebelum hendak untuk membangun kandang, peternak harus memperhatikan aspek-aspek desain kandang yang baik agar sirkulasi, biosekuriti, dan tidak terjadi masalah yang timbul dikemudian hari. Salah satu yang harus kita perhatikan adalah ketinggian kandang. Idealnya tinggi kandang dari lantai bawah ke lantai kandang 1,5 – 2 m, dari lantai kandang ke atap sekitar 4,5 m. Tanpa tinggi kandang yang memadai, udara panas dan uap air akan teperangkap di dalam kandang sehingga kelembapan relatif akan meningkat dan feses cepet basah.

AU 4
Tinggi kandang layer produksi

Jarak antara kandang satu dengan yang lain juga harus diperhatikan. Ketika kandang terlalu berdekatan, kandang lain bisa menjadi penghalang sirkulasi bagi kandang sekitarnya. Apalagi pada saat musim hujan dengan kelembapan tinggi, sirkulasi udara adalah komponen yang penting di ayam layer masa produksi. Idealnya jarak antar kandang satu dengan kandang yang lain adalah 1 kali lebar kandang. Arah orientasi kandang terhadap arah angin juga penting. Idealnya kandang dibangun memanjang sejajar arah angin utama (timur ke barat). Atap di kandang idealnya menggunakan atap monitor agar sikrulasi di dalam kandang lancar. Lebar bukaan monitor umumnya di 30 – 60 cm, namun semakin panjang dan lebar kandang akan membutuhkan lebar bukaan monitor yang lebih besar.

AU 5
Desain struktur kandang

2. Alur drainase dan sistem IPAL

Curah hujan tinggi pada musim ekstrem sering menyebabkan genangan di sekitar kandang. Air yang merembes ke dalam kandang akan meningkatkan kelembapan feses dan tanah yang memicu feses basah, peningkatan amonia, kontaminasi penyakit, bahkan gangguan sosial. Prinsip dasar yang harus diterapkan terkait drainase yaitu : • Lantai kandang lebih tinggi dari permukaan tanah sekitar • Kemiringan lahan 2-5% menjauhi kandang • Terdapat parit disekliling kandang untuk mengalirkan air hujan • Saluran tertutup menuju IPAL, dapat berupa bak sedimentasi, bak filtrasi, kolam stabilisasi.

AU 6
Parit penampungan air hujan dan feses yang basah

3. Penambahan kipas dorong

Pada kondisi kelembapan tinggi, pergerakan udara menjadi kunci utama dalam membuang kelembapan yang ada di alam kandang. Penambahan kipas dorong di dalam kandang open house dapat membantu meratakan distribusi udara, mengurangi area mati angin, mempercepat pengeringan feses, mengurangi konsentrasi amonia di dalam kandang. Hal yang harus diperhatikan adalah posisi dan jumlah kipas dorong. Jumlah kipas dorong disesuaikan dengan dimensi kandang yang ada. KCOOLVENT mampu untuk mendorong angin hingga jarak 20-25 m. Posisi KCOOLVENT dipasang di setiap lorong dengan ketinggian di atas ayam sekitar 2 – 2,5 m, arah hembusan sejajar dengan panjang kandang.

AU 7
Kipas dorong KCOOLVENT 30 Inch

4. Penambahan paranet

Paranet sering digunakan sebagai solusi sederhana untuk mengurangi radiasi matahari, tampias air hujan, dan merangkap kelembapan. Tingkat kerapatan paranet yang direkomendasikan adalah sekitar 40 – 50% sehingga tidak menghambat sirkulasi udara alami. Paranet idealnya dipasang fleksibel (bisa dibuka tutup sesuai kondisi cuaca.)

AU 8
Penambahan paranet di samping kandang

Penerapan Ventilasi Kandang Closed House Yang Tepat

Seiring meningkatnya ketidakpastian iklim dan keterbatasan kandang open house, banyak peternak mulai mempertimbangkan sistem closed house layer karena lingkungan yang lebih kontrol serta manajemen yang tepat. Tantangan terbesar pada musim hujan bukan hanya suhu yang fluktuatif melainkan kelembapan yang sangat tinggi di dalam kandang. Jika tidak diatasi dengan penerapan manajemen ventilasi closed house yang tepat akan berdampak terhadap performa ayam di dalam kandang. Berikut merupakan contoh riwayat/grafik suhu dan kelembapan di musim penghujan :

AU 9
Contoh grafik kelembapan selama 24 jam

1. Pengaturan kipas yang sesuai

Kipas memberikan efek pendinginan mekanis dengan menggunakan kecepatan angin standar kecepatan angin untuk layer produksi yaitu sekitar 2 – 2,5 m/s. Jika kecepatan udara lebih rendah dari target maka potensi ayam kepanasan akan terjadi dan bisa berpengaruh terhadap produktivitas ayam. Oleh sebab itu, harus dipilih kapasitas kipas yang sesuai dengan target kecepatan udara yang diinginkan misalnya kipas Multifan V-PLUS 64 inch dengan kapasitas kipas 58.700 m3/h dan dapat diatur putaran kipasnya (variabel fan)

AU 10
Multifan V Plus

Kebutuhan kipas nyala didasarkan pada populasi, kebutuhan minimum udara, berat badan, dan kapasitas kipas. Dalam kondisi suhu rendah, kita tidak boleh menurunkan settingan ventilasi minimum untuk menaikkan suhu karena pada prinsipnya sirkulasi udara lebih penting daripada suhu. Dalam kondisi suhu panas/ kelembapan tinggi, kita maksimalkan pendinginan mekanis untuk mendinginkan ayam dan membuang kelembapan ke luar kandang. Berikut merupakan grafik target suhu di dalam kandang dan suhu lingkungan luar.

AU 11
Target suhu di dalam kandang dengan suhu lingkungan luar

2. Keseimbangan area inlet and outlet

Area inlet dibuat pada area cooling pad dan digunakan dalam pengaturan luasan area tempat udara masuk berdasarkan jumlah kipas yang ON. Ukuran dari bukaan inlet akan memengaruhi jumlah udara yang masuk karena bukaan inlet ini adalah pintu masuknya udara ke area dalam kandang. Jika area inlet open too wide then the incoming air flow from cooling pad will fall down/area litter causes litter menjadi cepat lembap dan menggumpal. Jika terlalu sempit/kecil maka akan berakibat kecepatan udara akan lebih tinggi di daerah tertentu saja dan terjadi peningkatan tekanan negatif di dalam kandang. Penentuan bukaan area inlet ini berpedoman pada jumlah kipas yang on dan target kecepatan udara yang dikehendaki. Luas area inlet harus berpedoman pada jumlah kipas yang on, dan target kecepatan udara yang dikehendaki. Luas area inlet harus berpedoman pada jumlah kipas yang on. Hal ini penting karena jika tidak tepat dalam bukaan inlet with the outlet akan mengakibatkan suhu udara di dalam tidak merata atau bahkan terjadi dead spot (kecepatan angin rendah atau tidak ada).

  • Contoh perhitungan bukaan area inlet :

Kapasitas kipas : 42.000 m³/jam
Dalam satuan detik : 11,66 m³/detik
Target kecepatan udara di cell pad (type 45°/45°) : 2,0 m/detik.
Total area length cooling pad (right and left side) is 30 m.
Then the area inlet include:
= Kapasitas kipas/target kecepatan udara
= 42.000 (m³/jam)/2,0 (m/dtk) /3.600 (dtk)
= 11,66 m³/detik / 2,0 m/detik
= 5.83 m2
Opening area inlet include:
= Area inlet /total panjang cooling pad
= 5,83 m²/30 m
= 0.19 m or 19 cm

AU 12

3. Pengaturan cooling pad

Cooling pad merupakan pendinginan yang memanfaatkan efek evaporatif. Pendinginan evaporatif ini dilakukan setelah proses pendinginan dengan mekanis (kecepatan angin). Pengunaan cooling pad di musim penghujan harus hati-hati. Pengunaan cooling pad dibatasi oleh kelembapan, kecepatan udara, waktu on-off cooling pad. Cooling pad tidak boleh nyala jika kelembapan >80% karena setiap penurunan 1oC suhu akan meningkatkan kelembapan sekitar 4 – 5 % dan fungsi pendinginan tidak berjalan maksimal. Kebersihan cooling pad juga harus rutin dibersihkan harian, mingguan, bahkan periodik. Saat kondisi suhu luar yang dingin penggunaan cooling pad tidak berfungsi untuk pendinginan tetapi sebagai filter udara dan menstabilkan tekanan negatif di dalam kandang.

AU 13
Pengoperasionalan cooling pad dengan memperhatikan kelembapan

4. Tekanan udara

Pada sistem closed house layer with the cages, pengaturan tekanan udara (static pressure) menjadi kunci untuk memastikan sirkulasi udara merata dari inlet ke outlet. Hambatan di dalam layer closed house cages cukup tinggi. Semakin besar hambatan akan semakin tinggi juga tekanan udaranya. Untuk kandang layer cages, tekanan udara umumnya berada di kisaran 25 – 40 Pa. Udara yang dibawa dari inlet harus terdistribusi dari depan ke belakang dan melewati setiap tier. Jika tekanan terlalu rendah, udara akan langsung jatuh. Dampak dari udara yang akan langsung jatuh ke bawah adalah kelembapan naik dan amonia yang cepat terbentuk. Jika tekanan terlalu tinggi, udara yang masuk terlalu rendah sehingga ayam akan merasa stres dan dapat mempengaruhi kapasitas kipas. Semakin tinggi tekanan udaranya, kipas akan berkurang kapasitas kipasnya. Kita harus menjaga tekanan udara di dalam kandang agar sesuai dengan standar dengan cara menjaga kandang terhindar dari kebocoran dan hambatan di dalam ataupun di luar kandang. Selalu cek area pintu, plafon, dinding/tirai, pastikan tidak ada celah ataupun terbuka. Kemudian pastikan area luar kandang steril tidak ada yang menghalangi seperti pohon, rumput yang panjang, dll. Dengan begitu, tekanan udara di dalam kandang dapat terjaga dan distribusi udara merata ke seluruh area kandang.

AU 14
Hambatan dan kebocoran kandang
AU 15
Hambatan dan kebocoran kandang
Share Article:
Subscribe Now

Latest updates on livestock and pet care.